3 Risiko yang Bisa Didapatkan Jika Menunda Investasi

Ditulis oleh Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance.

Masih menunda untuk berinvestasi? Coba cek risiko apa saja yang bisa terjadi jika mommies masih saja menunda investasi.

Mommies, setujukah jika setiap rumah tangga pasti punya keinginan yang melebihi kebutuhan? Hehe, hal ini normal sekali karena manusia memang punya banyak keinginan. Namun, apabila memenuhi kebutuhan saja sudah sulit, apalagi untuk memenuhi keinginan? Oleh sebab itu, dalam perencanaan keuangan, investasi adalah strategi penting agar target dana yang diperlukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan keinginan dapat terpenuhi.

bahaya tidak investasi- mommiesdaily

Investasi adalah proses menunda konsumsi hari ini untuk dipergunakan di masa mendatang. Akibat adanya potensi kenaikan harga di masa depan, maka investasi memang diharapkan dapat memberikan kenaikan pada nilai aset dan juga potensi penghasilan di masa depan. Investasi pasti mengandung risiko. Semakin tinggi potensi hasil, maka semakin tinggi pula risikonya. Meski memiliki risiko, investasi akan jauh lebih berbahaya apabila tidak dijalankan. Apa saja potensi bahaya untuk keuangan keluarga kita mommies? Lihatlah penjelasan berikut.

  1. Tidak mampu memiliki dana pendidikan

Keluarga yang sudah memiliki anak akan memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan dana pendidikan dari mulai TK hingga kuliah kelak. Akibat kenaikan harga, maka untuk satu anak saja, orang tua berpotensi membutuhkan dana hingga lebih dari 1.5 milyar rupiah hingga kelululusan sarjana. Nah, jika hanya menabung saja di tabungan biasa untuk , tentu tidak cukup! Apalagi hanya mengandalkan asuransi, yang sebenarnya ditujukan untuk proteksi jika terjadi meninggal dunia atas pemberi nafkah. Untuk mencapai kebutuhan dana pendidikan, investasi mutlak untuk dilakukan.

  1. Standar hidup turun di usia 50an keatas

Batas pensiun setiap orang bisa bervariasi. Seorang perempuan umumnya pensiun lebih awal dibanding laki-laki karena berbagai alasan. Bayangkan saja, dengan rata-rata tingkat inflasi yang di atas 3% per tahun di Indonesia, mommies berpotensi mengalami penurunan standar hidup di masa depan apabila tidak mempersiapkan dananya dari sekarang. Untuk memenuhi dana pensiun, maka di usia 20-40an tahun sangat penting untuk berinvestasi.

  1. Tidak punya aset yang diteruskan untuk keturunan

Untuk saya, salah satu ketakutan terbesar adalah bergantung kepada bantuan anak di masa depan. Saya juga khawatir jika tidak mampu memberikan aset kepada anak-anak untuk bekal masa depannya. Jika tidak berinvestasi, maka bahaya ini sangat mengancam. Masalahnya, kita tidak tahu apakah bantuan di masa depan itu akan dapat diberikan kepada kita, mommies. Sehingga, investasi menjadi sangat penting agar orangtua dapat mandiri secara finansial.

Live a Beautiful Life!

 

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.


Post Comment