Book Review: Kitu, Kucing Kecil yang Mengajarkan Perbedaan & Toleransi

Ada satu buku cerita yang wajib menjadi bacaan wajib si kecil, ‘Kitu, Kucing Kecil Bersuara Ganjil”. Sudah baca? 

“Kitu, kok, pengen jadi kaya temen-temennya, sih?”

“Memang kenapa kalau kita beda, bu?”

Saya bersyukur ketika mendengar Bumi komentar seperti ini setelah ia membaca buku Kitu. Kisah seekor kucing spesial karena berbeda dari jenis kucing lainnya. Namun karena merasa beda, Kitu justru berusaha untuk mengubahnya.

Komentar Bumi ini semakin menegaskan apa yang diungkapkan oleh Mbak Najellaa Shihab selalu praktisi pendidikan. Bahwa seorang anak sebenarnya memang tidak punya prasangka buruk pada orang lain. Justru kitalah, orang dewasa dan orangtua yang tanpa sadar merusak pemikiran anak. Sering mengkotak-kotakan. Antara si hitam, dan si putih, si Cina, dan pribumi, termasuk masalah agama. Muslim dan non muslim.

Sedih kalau melihat kondisi beberapa belakangan ini. Banyak yang kehilangan rasa toleransi. Parahnya kondisi ini malah jadi menimbulkan sikap radikalisme. Padahal, di tangan kitalah, anak-anak bisa belajar bagaimana menyikapi perbedaan.

IMG_20170730_191036

‘Kitu, Kucing Kecil Bersuara Ganjil’ merupakan sebuah buku anak bertema toleransi yang mengajarkan pada anak-anak kita, bahwa tidak ada yang salah jika kita berbeda. Toh, pada dasarnya manusia itu memang berbeda bukan?

Lewat buku ini, sang penulis, Sekar Sasronegoro ingin membantu mengenalkan konsep perbedaan dan ke beragaman pada anak-anak dengan cara menyenangkan. Dengan media buku cerita dengan ilustrasi yang menggemaskan, harapannya pesan bisa mudah diterima.

“Lewat cerita Ini yang ringan dan relevan dengan dunia anak-anak, kami berharap buku ini bisa jadi media untuk orangtua memulai percakapan mengenai perbedaan dan beberagaman,” ungkap Sekar.

IMG_20170730_191050

Menurut saya, sih, buku yang diterbitkan oleh Buah Hati ini wajib dimiliki orangtua. Setidaknya kita, jadi punya bekal memulai obrolan soal perbedaan dan pentingnya toleransi di dalam kehidupan ini. Satu yang nggak kalah penting, anak jadi bisa belajar bahwa tidak ada salahnya untuk menjadi berbeda.


Post Comment