Menjalin Networking di Tengah Jadwal yang Super Padat

Kadang, saking sibuknya rutinitas harian, saya sampai lupa melakukan satu hal yang penting untuk menunjang karier……..yaitu menjalin networking.

Sebagai seorang ibu bekerja dari dua orang anak, merasa waktu 24 jam dalam sehari itu kurang kayaknya sudah menjadi makanan sehari-hari deh. Perasaan baru juga buka mata di pagi hari, lho kok tetiba sudah siap-siap tidur malam lagi.

No wonder ada masa-masanya saat berada di kantor, saya lebih senang duduk manis di balik meja, mengerjakan semua job desc dan menghindari harus bepergian keluar. Semacam nggak ada tenaga lagi kalau harus liputan, meeting, atau sekadar menerima undangan ngeteh-ngeteh cantik dari brand (FYI, sebagai seorang jurnalis sekaligus Managing Editor, sebenarnya memaintain networking itu sudah menjadi job desc utama saya :D).

Kalau lagi hectic banget, saya suka merasa, daripada waktu harus ‘terbuang’ sekian jam di perjalanan, sekian jam hadir ke liputan, mendingan saya delegasikan ke orang lain. Bahkan nggak jarang kalau ada ajakan dari team sales untuk meeting ide dengan klien, saya sudah sumbang ide lebih dulu, sumbang konsep, untuk kemudian saya delegasikan ke team untuk hadir di meeting.

Hingga suatu saat, saya merasa telah ketinggalan informasi-informasi terkini tentang si A yang sekarang sudah di brand household, atau si B yang jabatannya sudah naik tingkat, dsb. Kok semacam saya jadi nggak mengenal klien sendiri ya. Bahaya? Sudah pasti. Karena bagaimana pun, seharusnya saya hadir sebagai wakli dari Mommies Daily. Dan suka atau tidak, networking itu menjadi bagian penting dalam kita menjaga karier kita. Jadi saya pun cepat tersadar dan mulai wira wiri serta menjalin nertworking dengan lebih giat.

Kalau ditanya, “emangnya sekarang sudah rada longgar kerjaan sampai bisa menjalin networking?” Oh tentu tidak, ingat, kerjaan itu ibarat kasih ibu, tidak terhingga dan tidak terbatas :D. Tapi saya punya cara untuk menyiasatinya…

Menjalin Networking di Tengah Jadwal yang Super Padat - Mommies Daily

1. Ciptakan networking saat berada di kantor
Karena saya punya sister company si Female Daily :D, jadi saat ada klien Female Daily yang datang ke kantor, entah itu ada kaitannya dengan Mommies Daily atau tidak, saya berusaha untuk ikut berkenalan. Minimal, saya jadi menambah networking dan pihak lain jadi mengenal saya sebagai team Mommies Daily. Sekarang bisa saja antara si brand dengan Mommies Daily tidak ada hubungannya, namun nggak ada yang tahu kan ke depannya seperti apa.

2. Jangan pelit senyum dan menyapa saat liputan
Setiap kali pergi liputan atau menerima undangan dari klien, pasti selalu ada orang baru yang saya temui. Jadi penting bagi saya mengubah setelan muka yang judes ini (menurut orang-orang….padahal aslinya mah baik hati) menjadi lebih ramah dan nggak pelit senyum. Dari sebuah senyuman bisa saja tercipta sebuah perkenalan yang mengarah kepada kerjasama :D.

3. Selalu sedia kartu nama
Kita nggak pernah tahu kapan dan di mana kita bertemu dengan calon klien, calon atasan atau calon anggota team. Maka siap sedia kartu nama itu penting untuk kita berikan saat kiat berkenalan dengan seseorang.

4. Use LinkedIn
Coba cek kapan terakhir kali update profil di LinkedInd? Nah kalau ternyata sudah lama dan sudah basi, buruan deh diganti dan diperbarui. Kita nggak pernah tahu siapa yang melihat profil kita kan? Siapa tahu aja ada yang nyangkut #Eh

5. Bersikap sopan
Percaya atau tidak, saya pernah melakukan interview di sebuah media print beberapa tahun lalu. Saat sedang menunggu giliran interview, seorang OB membawakan saya minuman. Mungkin muka boleh judes setelannya, tapi Alhamdulillah saya dididik dengan baik oleh orangtua untuk selalu bersikap santun. Jadi, nggak lupa saya angkat wajah saya dari layar smartphone, melihat ke arah muka mas-mas OB dan mengucapkan terima kasih sambil tersenyum. Ternyata it berbekas lho dalam diri si mas OB dan dia ngomong ke sekretaris bu bos yang mewawancara saya, kemudian mbak Sekretaris laporan ke bu bosnya.

Pertemuan berikutnya, ibu Bos menyampaikannya ke saya. Dan ibu Bo situ bilang gini “Saya yakin orang itu bisa dilihat baik sungguhan atau tidak dari cara dia bersikap ke orang kecil yang secara status ekonomi berada di bawah orang itu.” Asli hidung saya kembang kempis nggak karuan :D.
Nah, lima point itu kan nggak butuh waktu yang gimana kan. Bisa kita lakukan sambil lalu namun dampaknya cukup membantu. Mau coba?


Post Comment