Hati-hati, Hepatitis A Pada Anak Sering Kali Tidak Bergejala

Penyakit Hepatitis A pada anak sering kali tidak bergejala. Mengapa? Yuk, ketahui lebih lanjut mengenai penyakit Hepatitis A pada anak.

Beberapa waktu lalu saya sempat datang ke acara Community Fair 2017 yang dilangsungkan oleh Kalbe di bilangan Ancol, selain ada perluncuran beberapa produk kesehatan, serta bazaar yang mewadahi beberapa komunitas, acara tersebut juga diisi dengan ragam talkshow. Salah satunya adalah ‘Penyakit Hati dan Nutrisi yang Tepat pada Pasien dengan Penyakit Hati” yang dipaparkan oleh Dr. dr Rinaldi A Lesmana SpPD-KGEH, FACG, FINASIM.

Sebenarnya banyak sekali bahasan yang diulas oleh dr. Rinaldi, namun saya cukup tertarik dengan bahasan mengenai Hepatitis A pada anak. Hepatitis sendiri merupakan salah stu penyakit yang sering dilaporkan di dunia, termasuk hepatitis A. Seperti yang diungkapkan dr. Rinaldi, “Penyakit ini jika dibiarkan dan kronis akan menyebabkan kematian,”.

Hepatitis A- mommiesdaily

Yang menyedihkan, secara global ternyata penyakit Hepatitis A lebih banyak dialami anak-anak, terutama yang tinggal di lingkungan yang kurang bersih, khususnya area yang kondisi sanitasinya masih buruk.

Lebih lanjut, dr. Rinaldi menjelaskan bahwa Virus Haptitis A menyebar secara fecal oral. Misalnya, nih, jika seseorang yang sudah terinfeksi virus Hepatitis A kemudian ia meyiapkan masakan untuk orang lain tanpa mendindahkan kebersihan, risiko penularan begitu tinggi. Intinya, virus Hepatitis A lebih mudah menyebar di area yang tidak bersih.

Meskipun penyakit ini sering dialami oleh anak-anak, namun sering kali anak-anak yang mengalaminya tidak menunjukan gejala apa-apa, Namun, tentu saja bisa menularkan pada orang lain. “Anak-anak sering tidak bergejala karena infeksinya sebenarnya bukan akibat langsung dari visrus tersebut, namun karena respon imun tubuh pada anak untuk mengeluarkan virus pada sel hati. Munculnya gejala sebenarnya merupakan pertanda respon imun tubuh seseorang sudah bekerja dengan baik. Sedangkan untuk anak-anak respon imunnya tubuhnya belum begitu sempurna sehingga gejala sering tidak terlihat,” papar dr. Rinaldi.

Adapun gejala yang mungkin dapat timbul yaitu, demam, sakit perut, muntah, sering merasa lelah atau letih, warna BAK yang cenderung seperti teh, selain itu kulit dan mata yang terlihat menguning. Mengingat penyakut Hepatitis A npada anak sering kali tidak bergejala, dr. Rinaldi pun menyarankan agar orangtua lebih waspada, untuk memastikannya bisa melakukan pemeriksaan IgM anti HAV lewat darah.

Selain itu tentu saja melakukan beberapa pencegahan, dengan menjega kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekitas, khususnya dengan meningkatkan sanitasi lingkungan.b “Jangan lupa cuci tangan dengan benar dan mengolah makanan dengan mejaga kebersihan. Jangan lupa juga melakukan pencegahan spesifik, berupa melakukan imuinisasi Hepatitis A.”


Post Comment