5 Kisah Sukses Para Penyandang Down Syndrome

Walau perjuangannya lebih berat dibanding anak-anak reguler, anak-anak down syndrome bisa sukses juga, lho.

Setiap tanggal 21 Maret adalah peringatan Hari Down Syndrome sedunia. Tanggal tersebut dipilih karena melambangkan Trisomi-21, yaitu kelainan pada kromosom 21 yang sering ditemukan pada anak-anak down syndrome. Yuk, kita simak beberapa penyandang down syndrome yang kini sukses. Bisa jadi inspirasi, lho, moms.

Ferdi Ramadhan, Mahasiswa IPB yang Bisa Bikin Selai Nanas dan Sirup

Menjalani perkuliahan di jurusan Ilmu Pangan, Institut Pertanian Bogor, bukan berarti Adi (sapaan akrab Ferdi) tidak menemui kendala. Menurut ibunya, Adi memang menemui kesulitan di kelas teori, namun karena dari usia 9 tahun Adi selalu punya semangat belajar yang tinggi, Adi bersinar di kelas praktik. Saat ini Adi sudah bisa bikin selai nanas dan sirup sendiri, yang rencananya akan dijual di warung keluarga. “Sungguh saya terharu melihat Adi yang gigih, ia tak kenal lelah untuk selalu menguasai apa yang dia suka,” terang Ernim Ilyas, ibunya. Adi adalah mahasiswa luar biasa yang mendapatkan beasiswa dari Kementerian Sosial pada tahun 2015.

Laura Green, Pengusaha Aksesoris Fashion yang Sudah Punya Anak Buah

5 Kisah Sukses Para Penyandang Down Syndrome - Mommies Daily

Image dari bbci.co.uk

Bertahun-tahun dilirik sebelah mata dan ditertawakan ketika mengambil kuliah bisnis, tidak membuat penyandang down syndrome asal Cheshire Inggris ini minder. Setelah ia tak lagi kuliah, ia bersama keluarganya kemudian berpikir, apa yang harus ia lakukan untuk masa depan. Ia pun beride untuk membuat aksesoris dan dijual secara online. Laura mendesign sendiri aksesorisnya, bahkan websitenya. Saat ini perusahaannya sudah makin berkembang, berjalan lancar selama lima tahun, dan Laura memiliki 2 anak buah yang juga menyandang down syndrome.

Madeline Stuart, Model Sekaligus Pemilik Brand Fashion

5 Kisah Sukses Para Penyandang Down Syndrome - Mommies Daily

*Image dari hearstapps.com

Madeline Stuart adalah contoh nyata, betapa kini fashion dunia tak lagi hanya didominasi oleh peragawati-peragawati langsing, tinggi, dan putih. Ibu Madeline tahu, di detik putri kesayangannya menyampaikan niatnya untuk menjadi seorang model, Madeline harus bekerja keras dan punya mental sekuat baja, karena sudah pasti berbagai penolakan akan diterimanya. Selang 2 tahun, setelah niat dan kerja kerasnya diuji, di tahun 2017, model kelahiran Brisbane Australia ini melenggang di runway New York Fashion Week. Bulan Februari 2017, Madeline meluncurkan label fashion-nya sendiri, yaitu, 21 Reasons Why by Madeline

Tim Harris, Pemilik Restoran Tim’s Place di New Mexico

5 Kisah Sukses Para Penyandang Down Syndrome - Mommies Daily

Sejak usia 13 tahun, Tim Harris tergabung dalam Special Olympics bagi para anak berkebutuhan khusus. Spesialisasinya adalah basket, hockey, volley ball, hingga golf. Walau Tim menyandang down syndrome, ia berhasil menyelesaikan kuliahnya di Eastern New Mexico City dan membuka sebuah restoran. Uniknya restoran ini menjanjikan pelukan bagi pelanggannya dan dijuluki restoran paling friendly di dunia. Sayangnya restoran ini kemudian ditutup, but for a beautiful reason. Cinta. Ya, Tim Harris kemudian pindah ke Denver, Colorade demi tinggal di dekat kekasihnya. Hei, mereka juga bisa jatuh cinta, menikah, dan punya keluarga, lho.

Stephanie Handojo, Atlet dan Pianis Pemecah Rekor MURI

5 Kisah Sukses Para Penyandang Down Syndrome - Mommies Daily

Penyandang down syndrome yang kini sudah berusia 25 tahun ini, ternyata adalah atlet berprestasi. Ia mampu menyabet berbagai medali, mulai dari emas hingga perak, di cabang olahraga renang pada World Special Olympics, pesta olahraga untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Tahun 2011, Stephanie meraih medali emas cabang olahraga renang di ajang Special Olympics World Summer Games, Athena, Yunani, untuk nomor 50 meter gaya dada. Medali emas berikutnya disabet Fani, panggilan akrabnya, di nomor gaya dada 50 meter dan gaya bebas 100 meter di Los Angeles, AS, masih dalam pesta olahraga yang sama.

Menurut ibunya, sejak kecil Stephanie memang terlihat lebih cepat saat berenang dibanding teman sebayanya. Sehingga akhirnya sang ibu pun memanggilkan pelatih renang khusus untuknya. “Yang paling menantang adalah cibiran orang-orang, tapi saya yakin, Stephanie mampu melakukannya.” Bukan hanya atlet, Stephanie pun tercatat di MURI sebagai pianis yang mampu memainkan 22 lagu secara berturut-turut tanpa jeda.

When you judge someone based on diagnosis, you miss out on their abilities, beauty and uniqueness.


Post Comment