4 Pertanyaan yang Wajib Diajukan, Ketika Mommies Tidak Termasuk Anak Emas Atasan

Jangan langsung marah atau cemburu, ketika mendapati jika kita bukan jadi anak emas atasan. Bisa jadi memang mommies yang nggak menunjukkan performa yang maksimal. Ajukan 4 pertanyaan ini, ketika dalam kondisi tersebut.

Mungkin adakalanya mommies mengalami situasi ketika rekan kerja ternyata menjadi anak kesayangan atau anak emas atasan. Ia terlihat dekat atau sangat diandalkan oleh atasan, dan mendapat perlakuan yang seolah “berbeda” bahkan diistimewakan. Bukankah hal ini bisa menimbulkan kecemburuan di antara rekan kerja yang lain, termasuk mommies?

4 Pertanyaan yang Wajib Diajukan, Ketika Mommies Tidak Termasuk Anak Emas Atasan - Mommies Daily

Baca juga:

5 Hal yang Sebaiknya Jangan Dikatakan Atasan kepada Bawahan

Punya Atasan Otoritter? Hadapi dengan Cara Ini!

Sebelum kita terjebak di dalam asumsi yang tidak sehat tentang diri sendiri dan orang lain ada baiknya kita mengajukan beberapa pertanyaan untuk menguji asumsi-asumsi kita. Rugi juga kan, kalau langsung memutuskan untuk resign.

  1. Apa yang sesungguhnya menyebabkan rekan kerja mommies mendapatkan perlakuan yang lebih baik dibandingkan yang lain. Coba selami sudut pandang atasan mommies.
  2. Apakah memang ada faktor like dan dislike yang subyektif dari yang sang atasan.
  3. Mungkinkah si anak emas ini memang menunjukkan performa yang baik, atau paling tahu bagaimana menyesuaikan gaya komunikasinya terhadap atasan? Misalnya, mungkin saja si atasan senang dengan rekan mommies karena ia jarang mengeluh ketika dimintai tolong, atau mungkin dia bisa memberikan ide-ide alternatif kepada sang atasan. Bukankah itu hal yang baik dan patut ditiru?
  4. Pertanyaan selanjutnya, jika masalahnya adalah kinerja maupun kemampuan komunikasi, apa yang bisa mommmies pelajari dari di anak emas sehingga mommies juga bisa semakin memberikan kontribusi positif bagi atasan?

Baca juga: 5 Keterampilan yang Akan Membawa Anda ke Puncak Karier

Kalaupun penyebabnya lebih karena subyektifitas, tidak terkait kinerja dan bahkan tidak jelas apa penyebabnya, tentunya mommies tidak mau mengorbankan reputasi baik mommies untuk sekadar menjadi anak emas bukan? Bekerja adalah untuk menjadi yang terbaik dan memberikan kontribusi maksimal bagi organisasi. Jadi daripada sibuk memikirkan menjadi anak emas, akan lebih baik untuk jujur terhadap diri sendiri mengupayakan segala usaha untuk menghasilkan performa yang prima. Hal itu akan membawa manfaat pengembangan bagi mommies dan bagi organisasi. Kontribusi yang signifikan bagi kemajuan organisasi, ditambah kemampuan “menjual” atau mengkomunikasikan prestasi mommies akan menjadikan mommies bersinar. Hal yang baik akan menyusul kemudian.

Baca juga: Ibu Bekerja, Berhanti Melakukan 4 Hal Ini Agar Karier Tidak Jalan di Tempat

Artikel ini ditulis oleh: Billy Latuputty, salah satu konsultan dari Tim EXPERD


Post Comment