Tips ‘Penyelamat’ Saat Memiliki Bayi Baru

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Setidaknya trik-trik kecil yang tak disangka-sangka ini membuat saya lebih mudah merawat si bayi kecil.

Nyaris semua orang menganggap punya bayi itu asyik. Eh, tapi memang asyik, kok! Buktinya saya mau lagi dan lahirlah Giavana satu tahun yang lalu. Hahahaha.

Baca juga:

Memerah ASI Tanpa Tangan

Tips Memiliki Bayi Baru - Mommies Daily

Saya akui sih, punya bayi memang asik, namun tetap saja ada momen lain di luar si asik tadi yang membuat saya kewalahan dan kadang ingin menyerah. Nggak heran, beberapa teman saya pernah bilang, mereka mau punya bayi lagi, hamil dan melahirkannya nggak masalah, tapi bisa nggak si bayi langsung lompat ke usia 2 tahun? Ahahaha. Karena katanya, mengerti bayi usia di bawah 2 tahun lebih susah darupada mengerti apa maunya perempuan (kata teman cowok saya, :D). Apalagi kalau ternyata bayi kita memiliki masalah kesehatan, seperti apa yang dialami Anggi, yang baby-nya mengalami Congenital Anomalies.

Makanya, banyak banget tips-tips tentang merawat bayi yang bertebaran di mana-mana kan. Dan, saya juga nggak mau kalah, ingin berbagi trik agar ibu baru nggaj stress:

1. Pakai baju berkancing
Saat Gia baru lahir, perasaan takut mengangkat badannya membuat saya canggung saat menggantikan baju. Rasanya saat melihat bidan yang merawat Gia menggantikan baju, kok, enak betul. Saat praktek sendiri, deg-deg-an! Jadilah saya siasati dengan lebih banyak memilih baju berkancing depan yang lebih mudah dipakaikan untuk newborn. Caranya letakkan baju berkancing dalam keadaan terbuka, lalu letakkan bayi di atasnya, dan pasangkan bajunya.

2. Menidurkan bayi dengan cara selonjoran
Banyak teman-teman saya, sesama ibu baru yang mengeluhkan betapa sulitnya menidurkan bayi. Buat saya, ada cara mudah agar bayi terasa nyaman dan bisa langsung tidur, tanpa harus menggendong-gendong sampai pegel. Yap, saya menidurkan Gia di kaki saya (sudah dikasih alas tidur dulu tentunya, di atas kaki saya), lalu goyang-goyangin, deh! Tidak lama, Gia tidur, dan saya bisa sambil baca buku, hehe. Selain itu penting juga sih memahami kebiasaan bayi agar tidurnya lebih nyenyak.

4. Tak buru-buru menanggapi bayi menangis
Begitu bayi lahir, biasanya saya gercep (gerak cepat), menghampiri bayi dan menggendongnya. Ini biasanya terjadi saat saya meninggalkan Gia yang tertidur, dan tiba-tiba terbangun. Ternyata, saat saya tidak bereaksi cepat menghampiri bayi, ia malah diam dengan sendirinya dan lanjut tidur. Kalau kata orang Jawa, si bayi nglilir atau terbangun sesaat.

5. Gunakan lipatan kain sebagai bantal
Bagi bayi, bantal sebetulnya justru tak diperlukan. Keberadaan bantal seringkali membahayakan bayi. Untuk memberikan rasa nyaman, saya mengganti bantal dengan kain yang saya lipat. Sehingga, posisi kepala Gia tidak terlalu tinggi, namun tetap nyaman saat tidur.

6. Gunakan alas bayi yang empuk untuk memindah bayi saat tidur
Sejak lahir Gia tidur bersama saya dalam satu tempat tidur. Ada kalanya ia tidur di ujung kasur, atau di sisi yang bukan tempatnya. Agar saya tak membangunkan tidurnya, saya menambahkan alas tidur yang tipis namun empuk, yang bisa saya geser-geser perlahan saat Gia tidur.

7. Pakai popok yang berganti warna
Teknologi popok saat kini sudah berkembang pesat (kaya gadget, ya, hihi). Terdapat beberapa merek popok sekali pakai yang memudahkan kita untuk mengetahui apakah popok tersebut sudah penuh atau belum tanpa harus mengintip-intip dari bokong bayi. Penanda ini tepat berada di bagian bawah, dan akan berubah warna jika popok sudah penuh.

8. Potong kuku bayi saat tidur
Umumnya, pertumbuhan kuku bayi terjadi dengan cepat. Saya merasa baru kemarin memotong kukunya dengan susah payah, taka lama kukunya sudah panjang lagi. Padahal memotong kuku bayi tak semudah yang dibayangkan. Gerakannya yang belum terkontrol kadang-kadang membuat saya canggung. Jadi, saya pun memilih memotong kuku bayi saat ia tidur.

Bagaimana dengan Mommies? Apakah punya trik khusus saat merawat bayi yang baru lahir?

Baca juga:

5 Kejutan yang Saya Dapat di Hari Melahirkan si Kecil


Post Comment