Waspada Serangan Bakteri Leptospirosis di Musim Hujan

Health & Nutrition

?author?・16 Sep 2021

detail-thumb

Waspadai infeksi bakteri leptospirosis yang berasal dari urine binatang. Risiko terburuk bisa menyebabkan perdarahan spontan, sesak napas hingga batuk berdarah.

Menjadi seorang ibu ternyata mesti punya banyak pengetahuan dan tahu tentang segala hal, termasuk urusan bakteri leptospirosis. Leptospirosis adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospirosis. Bakteri ini menyebar melalui urine hewan atau darah hewan yang terinfeksi. Umumnya, bakteri leptospirosis ini marak terjadi di musim hujan pada negara tropis seperti di Indonesia.

Waspada Serangan Bakteri Leptospirosis, di Musim Hujan - Mommies DailyImage:www.samuitimes.com

Penularan leptospirosis

Bakteri leptospirosis ditularkan lewat media air, tanah, dan lumpur yang terkontaminasi oleh urine binatang seperti pada tikus. Bisa juga yang berasal dari gigitan binatang, seperti tikus, babi, anjing dan sapi yang kabarnya juga bisa menularkan bakteri leptospirosis. Apalagi pada musim hujan, banyak sekali genangan air di sekitar kita.

Dan entah apa saja yang sudah terkandung di dalam genangan tersebut. Cara masuk bakteri ini bisa dari kulit yang terluka, atau selaput lendir pada mata, hidung, bibir dan mulut.

Gejala leptospirosis

Adapun gejalanya berupa:

  • Demam menggigil, dan terjadi mendadak
  • Nyeri kepala
  • Pegal-pegal
  • Nyeri otot, gejala khas yaitu nyeri tekan pada otot betis
  • Nyeri perut, mual dan muntah
  • Iritasi dan kemerahan pada mata disertai fotofobia (takut terhadap cahaya)
  • Ruam pada kulit
  • Masa inkubasi bakteri ini adalah 7-14 hari, umumnya selama 10 hari. Sebetulnya gejala di atas ada kemungkinan menghilang dalam 5-7 hari. Namun, harus tetap waspada karena 10% dari pasien bisa mengalami keadaan yang lebih buruk.

    Risiko leptospirosis

    Seseorang yang terinfeksi bakteri leptospirosis dan keadaannya memburuk berpotensi terkena penyakit “Weil”. Umumnya terjadi dalam 1-3 hari setelah gejala ringan di atas muncul. Gejala “Weil” akan timbul dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Demam kuning, terlihat dari kulit dan mata yang menguning dan disertai pembesaran hepar dan limfa.
  • Gagal ginjal, tidak berfungsinya sel ginjal.
  • Perdarahan spontan, mimisan, bintik-bintik perdarahan di kulit. Apabila ada menjalar ke paru, pasien dapat mengeluh sesak napas, nyeri dada, hingga batuk berdarah.
  • Pada keadaan yang lebih berat, infeksi bisa menyebar sampai ke otak dan berujung meningitis (peradangan selaput otak) dan ensefalitis (peradangan otak), ditandai kaku kuduk, nyeri kepala, muntah, sampai kejang-kejang.

    Berhubung leptospirosis disebabkan oleh bakteri, maka jika sudah terinfeksi dibutuhkan pengobatan dengan antibiotik selama kurang lebih 5-7 hari dengan tetap mengamati respon penyakit. Intinya, antibiotik harus dihabiskan. Hindari berhenti mengonsumsi antibiotik, saat gejala membaik, ini akan menyebabkan bakteri yang belum terbunuh dapat kembali menginfeksi tubuh. Semua pengobatan ini tentu saja harus sesuai dengan pengawasan dari dokter.

    Pencegahan leptospirosis

    Membasmi sumber penyakit tentu harus dari sumbernya dan harus sampai ke akar-akarnya agar penyakitnya tuntas dan tidak meninggalkan bakteri sisa yang sewaktu-waktu bisa meradang atau muncul kembali.

    Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjangkit bakteri leptospirosis.

  • Basmi tikus di lingkungan rumah mommies.
  • Pastikan binatang peliharaan mommies di rumah tidak memakan tikus yang berkeliaran.
  • Vaksinasi binatang peliharaan mommies secara berkala.
  • Menghindari genangan air, yang berpotensi tercemar urin binatang yang terinfeksi leptospirosis.
  • Selalu kenakan alas kaki jika keluar rumah.
  • Hanya gunakan sumber air bersih untuk dikonsumsi.
  • Pastikan tidak ada luka pada bagian tubuh. Jika ada segera obati dengan bersih dan benar.
  • Jangan lupa cuci tangan dan kaki, dilengkapi dengan cairan disinfektan.
  • Mandi setelah berkegiatan dari luar.
  • Bersihkan rumah hingga bagian tersembunyi secara berkala.
  • BACA JUGA: 

    Kiat Menjaga Kesehatan Selama Musim Hujan

    10 Tips Usir Kecoa dan Tikus yang Sering Muncul di Musim Hujan