Trofoblas Gestasional, Bisakah Disembuhkan?

Jauh sebelum saya hamil, saya sering mendengar istilah hamil anggur. Sebuah kondisi kehamilan yang berkembang secara tak wajar di mana tidak ditemukan janin. Tahukah Mommies hamil anggur ini dapat berisiko menyebabkan Trofoblas Gestasional yang ganas?

Belum lama ini saya mendengar berita yang tidak mengenakan. Bahkan bisa dibilang membuat saya sedih dan prihatin. Salah satu teman saya, sesama pekerja media mengalami Trofoblas Gestasional. Ada yang pernah mendengar penyakit ini?

Vaksin Influenza untuk Ibu Hamil, Sepenting Apa, sih?

Terus terang saja, penyakit ini juga masih asing di telinga saya. Setahu saya, sebelum dinyatakan mengalami Trofoblas Gestasional, teman saya ini mengalami hamil anggur. Rupanya, Trofoblas Gestasional merupakan salah satu penyakit tumor ganas yang dapat menyerang para perempuan diakibatkan hasil kehamilan yang tidak normal, seperti hamil anggur.

Kemarin saat bertemu dengan dr. Azen Salim Sp.Og di acara ‘Inovasi Teknologi Medis RSPI dari Masa ke Masa’ saya sempat bertanya soal penyakit ini. Menurutnya, trofoblas gestasional disease dalam bahasa Indonesianya itu sering disebut PTG, atau penyakit trofoblas ganas.

“Jadi begini, trofoblas gestasional disease sangat berkaitan dengan hamil anggur. Ketika seorang perempuan mengalami hamil anggur kadang semua ari-arinya seperti buah anggur. Hamil anggur ini bisa hamil anggur thok tanpa janin, ada juga hamil anggur dengan janin.  Jadi kita bilangnya ada yang komplet dan tidak komplet yang ada janinnya  Mana yang mana yang lebih bahaya? Kalau yang komplet yang tidak ada janin, 21% punya kemungkinankan terjadi keganasan,” ungkapnya.

Artinya, meskipun sudah dibersihkan, si pasien harus terus dimonitor, dan harus dites darahnya, tes urin positif untuk tahu homon kehamilan sampai dokter dapat yakin kalau sudah tidak ganas lagi. Menurur dr Azen, biasanya dokter akan terus melakukan pemeriksaan selama  4 minggu, berkala ke 8 minggu, “Setelah itu, baru 3 bulan kemudian akan saya cek kembali,” katanya.

Oleh karena itulah dr. Azwin mengatakan kalau perempuan yang mengalami Trofoblas Gestasional yang ganas memang perlu diterapi, seperti lewat kemoterapi. “Sebenarnya jika dideteksi sejak dini dan setelah diterapi juga bisa sembuh, kok. Termasuk bisa mempertahankan fungsi reproduksinya dan kalau memang ingin hamil lagi, tentu saja masih bisa karena banyak sekali pasien saya yang mengalaminya.

Dr. Azwin melanjutkan, memang angka kasus Trofoblas Gestasional di Indonesia cukup banyak. Sayangnya kemarin, ia belum bisa mengeluarkan data yang pasti berapa jumlah penderita. Soalnya, data registrasi kanker ataupun tumor di Indonesia masih perlu banyak dibehahi termasuk mengenai soal riset-riset yang berkaitan.

Hal ini pun termasuk dengan penyebab pasti mengapa penyakit trofoblas bisa menjadi ganas  memang belum ada jawabannya. Menurutnya yang mendasari adalah adanya kelainan genetic, selain itu ada dugaan bahwa kurangnya Vitamin A. Untuk memastikan PTG tentu saja lebih dulu dilakukan diagnosis klinik misalnya dengan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan kadar β HCG. Soalnya, memang banyak sekali kriteria diagnosis untuk menegakkan PTG.

Lebih lanjut, dr. Azwin juga mengatakan dengan teknolgi  yang kian berkembang seperti teknologi USG 4 Dimensi yang sudah dimiliki oleh beragam Rumah Sakit seperti yang disediakan oleh Rumah Sakit Pondok Indah. Kondisi Trofoblas Gestasional bisa dideteksi dengan lebih cepat, sehingga pengobatan dan segala terapi yang dibutuhkan juga bisa cepat diberikan. Di artikel berbeda, saya juga akan menulis mengenai kapan sebaiknya seorang ibu hamil meminta dokter kandungan untuk menggunakan USG 4D, dan apa saja manfaatnya.


Post Comment