Jangan Malas Kena Sinar Matahari, Kan, Ada Sunblock

Ditulis oleh: Dewi Warsito

Sebagai mantan karyawan, yang sekarang lebih banyak bekerja freelance di dalam rumah, bikin saya sedikit abai soal pemakaian tabir surya. Jelas, karena sekarang nggak setiap hari saya kena sinar matahari langsung.

Kita semua tahulah, sinar matahari bisa bikin kulit menggelap, rusak, bahkan yang lebih parah, sinar ultra violet yang dihasilkan matahari bisa menyebabkan kanker kulit.

Sebenarnya, matahari itu bagus, sih, untuk kesehatan. Karena pada dasarnya sinar matahari merangsang tubuh memproduksi vitamin D. Vitamin D ini sangat dibutuhkan untuk pembentukan tulang, serta gigi agar lebih kuat, dan nggak gampang keropos. Apa lagi kita perempuan, kan? Dibanding laki-laki, perempuan lebih gampang terkena osteoporosis.

Jangan Malas Kena Sinar Matahari, Kan, Ada Sunblock - Mommies Daily

Nggak Perlu Dihindari

Sebenarnya kebiasaan malas terkena sinar matahari itu nggak baik juga. Toh, efek negatif sinar UV sangat bisa dicegah, yaitu dengan selalu menggunakan sunblock, alias tabir surya minimal 15 – 30 menit sebelum terkena matahari langsung. Asal menggunakan tabir surya yang tepat, kita nggak perlu takut akan efeknya ke kulit.

Di Dalam Ruangan

Lebih sering berada di dalam ruangan daripada kena sinar matahari langsung? Sebaiknya, sih, nggak langsung merasa aman sehingga melewatkan pemakaian sunblock. Karena ternyata, sinar UVA dan UVB itu sangat mampu menembus kaca jendela ruangan. Jadi tetap saja, walau di dalam ruangan, sebaiknya kita nggak abai untuk mengaplikasikan sunblock. Kecuali kalau kamu selalu ada di dalam ruangan tanpa kaca, dan nggak pernah keluar rumah.

Sunblock Yang Benar

Sunblock atau tabir surya yang benar, akan memiliki fungsi optimal dalam melindungi kulit dari sinar matahari, hingga dapat mencegah kulit menggelap, bersisik, kering dan kusam. Karenanya kita juga mesti aware dengan kandungan yang ada di dalam sunblock.

Kita bisa pilih sunblock yang bisa melindungi kulit dari sinar UVB dan UVA, atau biasa yang disebut dengan perlindungan multi-spektrum. Dan sebaiknya pilih sunblock yang mengandung ecamsule, seng oksida, avobenzon, oksibenzon, titanium dioksida, salisilat, atau sulisobenzon supaya optimal melindungi kulit.

Mau Yang Oles Atau Semprot?

Sampai saat ini saya masih menggunakan sunblock yang penggunaannya dioles di seluruh permukaan kulit. Buat saya, sunblock dalam bentuk losion atau krim, lebih bisa menjangkau area-area yang sulit seperti ujung cuping hidung, belakang telinga, hingga leher. Saya lebih pilih yang water base supaya kulit wajah nggak terlalu mengilap, dan biasanya nggak akan terlalu susah dalam mengaplikasikan makeup setelahnya.

Tapi ada juga yang prefer menggunakan tabir surya semprot atau sun spray. Alasannya karena tabir surya yang berbentuk losion teksturnya terasa terlalu lengket dan berat. Sehingga saat diaplikasikan ke wajah terasa sangat berminyak, terutama bila diaplikasikan sebelum menggunakan make-up.

Sebenarnya mana saja, sih, sama bagusnya, fungsi dan perlindungannya akan tetap optimal, kok. Yang penting, aplikasikan minimal 15-30 menit sebelum beraktivitas. Kasih waktu untuk tabir surya meresap ke kulit, supaya manfaat perlindungannya maksimal. Jangan lupa juga pilih tabir surya yang sesuai dengan jenis kulit.


One Comment - Write a Comment

Post Comment