Sesak Napas Pada Anak, Jangan Sepelekan!

Ada beberapa hal yang perlu diketahui saat anak mengalami sesak napas. Berikut penjelasan dr. Meta Hanindita, SpA.

Keluarga besar saya punya sejarah asma. Dimulai dari kakeknya Mama saya, akhirnya menurun pada beberapa cucu-cucunya, termasuk saya. Makanya, ketika punya anak, saya sudah siap kalau asma menurun pada anak saya, Bumi. Apalagi kalau ingat suami saya pun asma. Lengkap kan? Jadi nggak mengherankan kalau akhirnya anak saya saat ini juga asma.

Beberapa waktu lalu, banyak sekali pemberitaan yang menuliskan kasus kematian lantaran sesak napas. Mama saya pun sempat cerita, salah satu cucu temannya ada yang meninggal lantaran sesak napas. Sebegitu berbahayakah sesak napas? Sebagai orangtua yang punya anak sering mengalami sesak napas, jelas membuat saya khawatir.

bayi tidur

Hal ini pun akhirnya menggerakan saya untuk bertanya pada dokter dr Meta Hanindita, SpA. Salah satu dokter yang pro-ASI ini menjelaskan bahwa sebenarnya sesak napas hanya merupakan gejala, memang berisiko pada kematian namun perlu dipahami bahwa semua memang sangat tergantung dari penyebabnya atau underlying disease-nya.

Sesak napas ini juga dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Mulai dari infeksi, alergi, contohnya asma misalnya, selain itu juga dikarenakan kelainan bawaan saluran napas sampai tersedak benda asing. Sampai saat ini, salah satu penyebab kematian tertinggi pada balita adalah pneumonia,  infeksi paru-paru yang gejalanya adalah sesak napas.

Seperti yang kita ketahui, sesak napas pada umumnya muncul secara mendadak, untuk itulah perlu perhatian ekstra. Namun ternyata sesak napas ini memang disebabkan beberapa penyakit, seperti asma, penggumpalan darah pada paru-paru, sampai pneumonia.

Sebenarnya apa yang yang membedakan sesak napas biasa atau yang dikarenakan kelainan penyakit dengan asma? Apakah gejala asma dengan penyakit penapasan lain bisa dibedakan? Apa saja bedanya?

“Untuk itu, harus melalui pemeriksaan odokter yang akan mendengar suara napas anak melalui stetoskop, mungkin juga akan dibutuhkan pemeriksaan foto rontgen. Namun umumnya, kalau asma akan terdengar suara ngik ngik pada anak”

Lalu, apa saja yang perlu dilakukan orangtua sebagai pertolongan pertama?

“Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan orangtua saat anak sesak napas. Penampilan, usaha napas dan perederan darah anak. Di awal sesak, penampilan anak akan rewel, menangis terus sehingga menolak makan, malas minum atau tidak mau tidur. Usaha napas akan terlihat frekuensi napas lebih cepat dari biasanya, cuping hidung bisa jadi terlihat kembang kempis.  Sedangkan sesak yang lebih berat membuat anak tampak lemah dan mengantuk terus. Usaha napas justru terlihat frekuensi napas melambat, namun pada kondisi sesak yang berat, kulit anak mulai pucat sampai kebiruan terutama di ujung jari, telapak tangan dan kakinya. Saran saya, segera ke UGD untuk mendapat pertolongan.

 


One Comment - Write a Comment

Post Comment