Stop Lakukan Hal Ini atau Anda Tidak Pernah ‘Kaya’

Ditulis oleh Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance.

Ada beberapa penyebab yang mungkin kerap dilakukan yang dapat menghambat tercapainya kondisi keuangan yang sejahtera. Mau kaya? Yuk, stop lakukan hal di bawah ini.

Kaya merupakan sebuah kondisi keuangan dimana berbagai kebutuhan hidup dasar kita terpenuhi sekaligus masih memiliki dana untuk mewujudkan berbagai tujuan keuangan yang dimiliki keluarga. Hanya saja, meskipun penghasilan bertambah, ternyata belum tentu juga saldo dana tabungan bertambah.

Jika Anda tidak mau hal ini terjadi, tidak ada salahnya coba menghentikan kebiasaan buruk seperti di bawah ini.

kaya

  1. Stop Berutang Buruk

Mudah berutang dengan kartu kredit dan hanya membayar tagihan minimum saja akan sangat menghambat bertambahnya aset investasi. Gemar mencicil 0% untuk segala pembelian juga dapat membuat gaya hidup bertambah tinggi tanpa sadar. Jadi, biasakan untuk membayar tunai menggunakan uang kas atau dengan menggesek kartu debit untuk melakukan transaksi pembelian.

  1. Tidak Punya Jaminan Keuangan

Asuransi kesehatan serta dana darurat fungsinya sangat penting dalam pengelolaan keuangan. Tanpa memiliki dua hal ini, maka keuangan sulit menjadi baik karena adanya hal-hal yang bersifat tak terduga.

  1. Tergiur Gaya Hidup Tinggi

Hidup di kota besar memang cukup menggoda setiap orang untuk menjadi lebih konsumtif. Beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari seperti Rela berutang untuk liburan atau nonton konser, karena merasa berhak menikmati hidup setelah bekerja keras. Kemudian, punya perangkat gadget lebih dari dua (kecuali Anda adalah seorang reporter). Apalagi selalu hadir dan selalu menghabiskan uang setiap ada promosi penjualan atau diskon di toko favorit.

  1. Malas dan Menunda Investasi

Kebiasaan selalu menunda dalam hal berinvestasi untuk dana pensiun akan membawa bencana di masa depan. Bisa jadi kita berpikir “Ah, masih bisa besok!”. Namun, tidak menyisihkan minimal 10% dari penghasilan setiap bulan untuk investasi dana pensiun hanya akan menghambat diri sendiri untuk menjadi kaya di masa depan.

  1. Mengutamakan Barang Konsumsi

Usahakan untuk tidak mengambil uang dari dana tabungan darurat, padahal bukan untuk kebutuhan yang bersifat darurat. Misalnya untuk kebutuhan harian atau sekedar biaya hiburan akhir pekan. Saat punya dana lebih, hindari juga memilih untuk beli kendaraan daripada membayar uang muka pembelian rumah. Ingatlah, kendaraan umum jumlahnya banyak, tetapi tidak ada rumah umum. Jika bukan kita yang menyiapkannya, siapa lagi?

Live a Beautiful Life!

 Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.


Post Comment