5 Cara Alami Mengubah Posisi Bayi Sungsang

Ditulis oleh: Nayu Novita

Posisi bayi sungsang bisa membuyarkan cita-cita mommies untuk menjalani persalinan normal. Apa yang bisa dilakukan untuk mengoreksinya?

Memasuki usia kehamilan 34 minggu, janin di dalam kandungan biasanya sudah mulai menempati posisi ideal, yaitu kepala berada di bawah dan siap meluncur keluar jika waktunya telah tiba. Hanya saja, dalam kondisi tertentu, ada ibu hamil yang mendapati posisi bayi sungsang (kepala berada di atas dan bokong berada di dekat jalan lahir), sehingga menjadi kendala untuk bisa melahirkan secara normal.

Untungnya, menurut praktisi persalinan, Bidan Ika Susanti, AMd.Keb dari Pasar Minggu, Jakarta Selatan, masih ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk mengoreksi posisi.

Mengapa bisa sungsang?

Ada banyak kemungkinan, mulai dari ukuran janin yang terlalu besar ataupun terlalu kecil, jumlah air ketuban yang berlebihan atau justru terlalu sedikit (makanya penting juga bagi kita menjaga agar jumlah air ketuban tetap normal), serta posisi penanaman plasenta pada rahim yang menghalangi gerakan janin. Faktor lain seperti kelainan bentuk rahim, tumor pada panggul atau rahim ibu hamil, kehamilan kembar, serta kondisi bawaan pada bayi (misalnya bentuk tulang tengkorak yang tidak sempurna atau kepala janin yang terisi cairan), juga bisa menyebabkan kehamilan sungsang.

Ini cara mengoreksinya…

Tak perlu cemas jika Anda mengalami kehamilan sungsang, karena hingga usia kehamilan 36 minggu, masih ada kemungkinan bagi janin untuk membalik posisinya sendiri. Tetapi, daripada sekadar menanti, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

1. Breech Tilt
Jenis latihan ini banyak direkomendasikan karena sifatnya yang tidak invasive dan relatif aman. Sebelum melakukannya, Anda bisa merangsang janin untuk aktif bergerak dengan cara minum segelas jus jeruk manis.

breech-tilt-alternative-health-solutions-of-nj (1)

Cara melakukannya: Dalam posisi terlentang, tekuk kedua lutut dan letakkan telapak kaki di atas matras. Perlahan, angkat panggul Anda hingga ketinggian bokong kira-kira 30 cm di atas matras, lalu minta bantuan pasangan untuk menyangga punggung Anda dengan bantal. Tahan posisi ini selama sekitar 10-20 menit. Sebagai alternatif, Anda juga bisa berbaring miring ke kiri membentuk sudut 45 derajat dengan memakai penyangga. Pose ini berguna membuat jaringan-jaringan ligament penyangga rahim menjadi lebih relaks dan longgar, sehingga ruangan di dalam rahim meluas dan tubuh bayi lebih mudah melakukan gerakan berputar. Jika merasa pusing, segera hentikan latihan dan beristirahatlah.

2. Knee Chest

handkneedown
Knee chest dilakukan dengan posisi menelungkup, mirip dengan posisi saat bersujud. Caranya, posisikan tubuh Anda seperti sedang merangkak, dengan tumpuan bobot tubuh pada kedua lutut dan kedua telapak tangan. Perlahan, tekuk kedua siku hingga dada dan kepala Anda menyentuh matras. Tahan posisi ini selama 10-20 menit, lalu beristirahatlah. Sama seperti breech tilt, pose ini berguna memanfaatkan gaya gravitasi untuk membalik posisi janin di dalam kandungan.

3. Elephant walk
Yang dimaksud elephant walk sebenarnya mirip dengan cara bayi merangkak. Bedanya, bayi merangkak dengan menggunakan kedua telapak tangan dan lutut, sedangkan elephant walk dilakukan dengan menggunakan kedua telapak tangan dan telapak kaki. Ketika berjalan dalam posisi ini, punggung dan tungkai kaki Anda akan membentuk sudut lancip dengan posisi bokong menukik ke atas. Agar lebih “fun”, Anda bisa melakukannya dengan iringan musik.

4. Olahraga
Jenis olahraga yang terbilang ampuh adalah renang, senam hamil, dan yoga. Kala berenang, lakukan gerakan menyelam agar tekanan air membantu si kecil memutar posisinya. Latihan yoga dan senam hamil berguna meningkatkan fleksibilitas otot-otot di sekitar rahim, sehingga rahim lebih elastis dan janin lebih mudah bergerak. Pose yoga dan gerakan senam hamil juga bisa disesuaikan agar mampu memicu janin melakukan gerakan memutar ke bawah. Pilih kelas yoga khusus ibu hamil dengan instruktur yang sudah berpengalaman.

5. Metode tambahan
Metode lain seperti kompres panas-dingin (panas di sisi bawah perut dan dingin di sisi atas perut), mengajak bicara atau mendengarkan musik kepada si kecil melalui sisi perut bagian bawah, bermain cahaya (menyorotkan senter ke permukan perut bagian bawah), dilakukan dengan tujuan menarik perhatian janin dan “membujuknya” melakukan gerakan memutar ke bawah.

Tak kalah penting untuk diingat, konsultasikan selalu rencana latihan Anda kepada dokter atau bidan yang akan mendampingi persalinan. Ini berguna untuk menyesuaikan jenis dan porsi latihan dengan kondisi kehamilan.


Post Comment