Kiat Mempersiapkan Dana Pensiun untuk Stay At Home Mom, Working Mom dan Single Working Mom

Siapa di sini yang sudah mempersiapkan dana pensiun? Baik itu Stay At Home Mom, Working Mom dan Single Working Mom. Jika belum, simak deh bagaimana mempersiapkannya, karena dana yang satu ini bisa “menyelamatkan” hidup Anda di masa tua.

Kiat Mempersiapkan Dana Pensiun untuk Stay At Home Mom, Working Mom                           dan Single Working Mom

Kalau sudah menyebut dana pensiun yang ada di benak saya adalah komitmen mengumpulkan sejumlah dana untuk menjamin masa depan kita di hari tua. Nggak mau dong ya, saat tua nanti tidak menikmati hasil kerja keras selama bertahun-tahun. Mau tidak mau ini harus dilakukan karena mengingat usia produktif seseorang itu ada batasnya. Kalau perempuan biasanya, usia 45 tahun adalah batas ia sudah tidak bisa lagi bekerja aktif di kantor.

Kalau kata Prita Hapsari Ghozie, Chief Financial Planner di ZAP Finance . “Dana pensiun adalah alokasi dana yang dipersiapkan untuk digunakan di masa sudah tidak produktif lagi. Biasanya untuk perempuan mulai terjadi di usia 45 tahun, saat sudah tidak bekerja lagi secara aktif. Sebagai pengganti penghasilan maka dibutuhkan adanya aset yang bisa memberikan penghasilan untuk menutup kebutuhan biaya harian.”

Secara garis besar, Prita memberikan kiat-kiat sederhana dalam mempersiapkan dana pensiun:

  • Hitung kebutuhan bulanan saat ini. Lalu, tentukan kira-kira berapa besar dari kebutuhan saat ini yang perlu dipenuhi di masa pensiun. Biasanya kita gunakan asumsi 70%-80% dari biaya saat ini. Misalnya saat ini biaya hidup Rp10 juta, maka di masa pensiun menjadi Rp8 juta.
  • Proyeksikan berapa nilai masa depan Rp8 juta ini dimasa pensiun. Karena, adanya inflasi tahunan atau kenaikan harga.
  • Tentukan berapa lama dana pensiun yang dipersiapkan akan memenuhi kebutuhan hidup. Hal ini artinya Anda harus tentukan hingga usia berapa kira-kira butuh dana pensiun. Umumnya, angka harapan hidup yg digunakan adalah 80 tahun.
  • Berdasarkan asumsi kebutuhan biaya dan angka harapan hidup tersebut, secara matematis dapat dihitung berapa kebutuhan dana pensiun yang perlu disiapkan.
  • Lalu, lakukan investasi per bulan untuk mencapai target saldo dana pensiun.

Sementara itu untuk beberapa kondisi tertentu seorang ibu, ada hal-hal spesifik yang mesti diperhatikan. Untuk Stay at home mom sebaiknya menyiapkan dana kesehatan terpisah dari dana pensiun, menghitung kebutuhan dana pensiun untuk periode pasangan berhenti bekerja – hingga harapan hidup pasangan yang lebih muda. Dan bagi working mom, juga harus menghitung kebutuhan pertanggungan asuransi jiwa untuk tanggungan. Selain itu tak ketinggalan bagi single working mom juga harus menghitung kebutuhan pertanggungan asuransi jiwa untuk tanggungan yang ditinggalkan. Oiya, Mommies dana pensiun ini tidak perlu dipisah dengan pasangan ya, alias memang dipersiapkan untuk kelangsungan masa pensiun berdua.

Dana pensiun ini menurut saya sifatnya hampir saya seperti dana pendidikan, makin cepat dipersiapkan semakin baik. Setiap tahun, sebaiknya saldo dana pensiun meningkat minimal 10% dari tahun sebelumnya. Produk investasi yang bisa Mommies pilih untuk dana pensiun bisa disesuaikan untuk profil risiko dan usia. Khusus untuk Stay at home Mom dan Single Working Mom lebih harus disiplin dalam mempersiapkan dana pensiun. Alasannya, karena umumnya mereka hanya punya satu sumber penghasilan di masa produktifnya. Sehingga, memiliki dana pensiun dengan jumlah yang ideal sebaiknya dipenuhi.

Ada yang punya pengalaman sudah mempersiapkan dana pensiun? Silakan, berbagi cerita ke kami, Mommies :)


One Comment - Write a Comment

  1. duhhh…kalau baca informasi gini, bawaannya mau pegang kalkulator terus deh yaaa…
    apalagi kalau ada cicilan (ntah rumah ntah kendaraan), potongan asuransi dan reksadana dkk. Jadinya sisa untuk disisihkan sebagai tunjangan hari tua tipiiissss banget :D

Post Comment