Saatnya Melek Informasi Diabetes Melitus

Kini akses masyarakat untuk mendapatkan informasi seputar diabetes melitus dengan lengkap dan valid akan lebih mudah lewat Poliklinik Edukasi Diabetes Melitus Terpadu di RSCM.

Saya pernah mendengar bagaimana perjuangan Alm Papa mertua sembuh dari diabetes melitusnya, tapi sayang takdir berkata lain. Salah satu penyebabnya karena DM Alm sudah menyebar menjadi komplikasi sehingga menyerang organ lainnya, seperti paru-paru. Secara data statistik dari WHO, Alm Papa mertua saya termasuk ke dalam 5,7% penduduk Indonesia yang menderita DM, atau sekitar 8.426.000 juta orang pasien DM di tahun 2000. Dan diprediksi akan melonjak menjadi 21.257.000 pada 2030, angka ini cukup mencengangkan untuk saya pribadi, dan pastinya pantas diwaspadai.

Saatnya Melek Informasi Diabetes Melitus

Image: www.claycountyhospital.org

Pencegahan bisa dilakukan melalui melek informasi mengenai penyakit ini – secara garis besar DM dipengaruhi oleh pola hidup, seperti yang disinggung oleh Dr. dr. Dadang Makmun, SpPD-KGEH dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo. Beruntung kini semakin banyak pihak yang peduli dengan edukasi informasi, di antaranya baru-baru ini RSCM bersama dengan Sunlife meresmikan Poliklinik Edukasi Diabetes Melitus Terpadu. Tujuannya mengurangi jumlah munculnya kasus DM, dan yang tak kalah penting adalah meningkatkan kualitas hidup para pasien penderita DM lewat edukasi dini. Yang diedukasi bukan hanya pasien,tapi juga keluarga, bahkan masyarakat bisa datang jika ingin mencari tahu lebih banyak tentang DM ini.

Cara mudah saja, Mommies bisa datang ke RSCM dan mendaftar terlebih dahulu sebagai pasien baru (jika belum terdaftar sebagai pasien.) Lalu bilang ingin ke bagian Poliklinik Edukasi Diabetes Melitus Terpadu. Salah satu target diadakannya edukasi ini adalah menurunkan angka amputasi kaki sampai 85% yang sering terjadi pada DM tipe 2, dan pemberian insulin yang baik untuk menurunkan risiko hipoglikemik dan pengendalian gula darah. Tata laksana pembersian insulin ini dirasa sangat penting, karena menurut dr. Dadang masih ada saja pasien yang menelan langsung cairan insulin, bukannya dengan cara disuntik.

Dalam edukasi tersebut nantinya pasien, keluarga pasien atau masyarakat umum akan diberikan beragam materi di antaranya informasi mengena:

  • Penyakit dan tatalaksananya
  • Manajemen nutrisi ke dalam gaya hidup sehari-hari
  • Aktivitas fisik sehari-hari
  • Penggunaan obat-obatan anti diabetes
  • Memonitor glukosa darah dan parameter komplikasi
  • Mencegah, mendeteksi dan tata laksana komplikasi akut
  • Mencegah, mendeteksi dan tata laksana komplikasi kronik
  • Mengembangkan strategi untuk masalah psikososial
  • Mengembangkan strategi untuk promosi kesehatan dan perubahan perilaku
  • Dan lain-lain.

Sekadar mengingatkan lagi, Poliklinik Edukasi Diabetes Melitus Terpadu ini tak terbatas untuk pasien dan keluarga pasien saja. Tapi juga masyarakat umum dipersilakan datang dan mencari tahu lebih jauh mengenai DM. Sementara itu, jangan menunggu sampai sakit, ya, Moms. Kita bisa mencegah diabetes dengan mempraktikkan cara-cara sehat mengelola berat badan, menjaga pola makan – misalnya dengan menjalankan clean eating yang menitikberatkan pada  pemilihan bahan makanan yang menyehatkan, bukannya semata-mata rendah kalori. Dan last but not least, adalah olahraga secara rutin, yaaa kalau saya minimal seminggu 2-3 kali. Karena sekarang nggak ada alasan sibuk, lho. Mommies bisa memanfaatkan aplikasi olahraga yang bisa dimanfaatkan untuk Mommies yang super sibuk.

Kalau ada yang sudah mengunjungi Poliklinik Edukasi Diabetes Melitus Terpadu di RSCM dan mengikuti edukasi mengenai DM – boleh banget kami diceritakan pengalamannya. Kami tunggu :)


Post Comment