Apa yang Ingin Dikatakan Oleh Anak dengan Orangtua Bercerai?

Ditulis oleh: Waristi Amila

Memasuki usianya yang ke-14 tahun, saya mulai memahami bahwa anak sulung saya juga memiliki isi hati yang ingin dia sampaikan sebagai anak dari orang tua yang bercerai. Dan, ternyata ungkapan isi hatinya sangat mengejutkan untuk saya :).

Tiga belas tahun yang lalu, saya berpisah dari pasangan saat anak tertua saya masih berusia 1 tahun. Pernikahan saya selanjutnya, 10 tahun kemudian pun tidak berhasil saat anak kedua saya berusia 2 tahun. Kadang saya merasa sangat khawatir – dengan apa yang ada di dalam pikiran anak saya – terutama yang tertua, yang menjadi bagian dari pengalaman pahit pernikahan saya.

Sejak si Abang berusia 12 tahun, saya sering menghabiskan waktu sambil makan malam atau ngopi sore sambil mencoba mencari tahu apa yang dia pikirkan, atau ingin dia katakan pada saya. Setelah saya menuliskan perasaan saya sebagai single mother, sekarang saya ingin menyampaikan apa yang ternyata dirasakan oleh anak tertua saya. Dan, beberapa hal membuat saya tidak bisa lupa.

Anak dari orangtua bercerai

1. Jangan selalu menyalahkan diri sendiri untuk segala hal buruk yang terjadi Mom. Nggak semua hal buruk itu terjadi karena salah Mommy.

2. Aku memang ingin tahu apa yang terjadi pada diri Mommy, tapi tidak semuanya.

3. Kalau nanti Mommy punya pasangan lagi, aku pasti akan super protektif.

4. Kenapa Ayah tidak pernah ingin sering-sering ketemu aku? Mommy tahu kalau kadang aku ingin melihat bagaimana Ayah berjuang untuk bisa bertemu aku.

5. Kalau aku habis bertemu ayah, jangan paksa aku bercerita detail apa yang terjadi antara aku dan ayah. Kalau aku merasa nggak nyaman, aku pasti akan cerita sendiri, kok.

6. Jangan saling menyalahkan, aku nggak suka berada di tengah-tengah pertengkaran.

7. Berhenti bersikap seolah semuanya selalu baik-baik saja. Aku tahu menjadi single mom itu nggak mudah.

8. Kenapa Mommy dan Ayah nggak bisa menjadi teman? Memang setelah bercerai sudah pasti harus musuhan ya? Bukannya kita bisa menjadi satu tim?

9. Kalau Mommy punya pacar, jangan kenalin ke aku kalau memang belum yakin.

10. Jangan juga terus-menerus bersikap bahagia, karena saat Mommy nggak bahagia, aku bisa ngerasain Mom.

11. Jangan bohong sama aku dengan bilang kalau teman Mommy yang itu hanya sekadar teman. Aku bisa ngebedain kok.

12. Kalau Mommy bertemu Ayah saat ada aku, jangan diam-diaman, aku nggak nyaman dan aku sedih melihat orang tuaku seperti itu.

13. Jangan terus-terusan mengambil keputusan sepihak untuk aku. Tolong libatkan Ayah juga. It makes me feel special.

14. Jangan suruh aku memilih antara Ayah atau Mommy.

15. Kalau aku senang menghabiskan waktu bersama Ayah, Mommy jangan marah. Bukan berarti aku lebih sayang Ayah.

16. Apapun yang terjadi, aku sayang sama Mommy.

Ini mungkin sedikit dari apa yang telah anak saya katakan pada saya – dan saya bersiap untuk mendengar lebih banyak seiring dia dewasa atau apa yang akan dikatakan anak perempuan kecil saya nantinya. Untuk saya, anak-anak berhak mengungkapkan apa yang dia rasakan walau mungkin dengan bahasa atau cara penyampaian yang membuat kita kurang nyaman.

Setelah perpisahan orang tua, anak perlu merasa kalau dia tidak ditinggalkan. Seberat apapun perjalanan kita menjelang dan setelah perpisahan, anak kita tidak perlu menjadi korbannya. Kita mungkin tidak berhasil sebagai pasangan, jadi jangan membuat kita gagal menjadi orang tua.


One Comment - Write a Comment

Post Comment