Kerja, Kuliah, dan Mengurus Anak, Bisa Nggak Ya?

Menjadi workingmom saja terkadang membuat saya merasa kewalahan membagi waktu. Bagaimana kalau harus kuliah lagi, ya? Apa yang perlu diperhatikan?

Kalau lagi pillow talk berdua suami, kami sering ngobrol ngalur ngidul. Termasuk megungkapkan mimpi masing-masing seperti punya rumah dengan konsep kece, menyekolahkan anak ke jenjang palng tinggi di Universitas terkemuka di luar negeri, termasuk bermimpi untuk meneruskan pendidikan kami sendiri.

Suatu kali suami saya pernah bertanya,”Kamu nggak  mau kuliah lagi, Dis?”. Sambil menatap wajahnya dalam-dalam, saya pun menjawab, “Maulah… tapi kayaknya aku nggak bakal sempat, deh. Mending, kalau memang ada kesempatan, kamu aja duluan yang sekolah lagi”.

kerja kuliah dan mengurus anak bisa nggak ya

Sebagai perempuan yang sudah berkeluarga dan punya anak, saya sendiri sangat sadar kalau untuk melanjutkan pendidikan bukan perkara yang mudah. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Tapi saya juga cukup sadar kalau sebagai ibu, pendidikan punya pengaruh besar dalam menentukan kualitas pola asuh terhadap anak-anaknya.

Saat mendidik anak atau dihadapkan permasalahan, ilmu adalah modal untuk ‘melawannya’. Ibu yang berilmu tentu punya peluang yang sangat besar untuk menghasilkan anak-anak yang cerdas. Seperti pepatah lama kuno yang menyatakan karena  ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya.

Dari sini pikiran saya pun mulai menerawang dan mengingat bahwa banyak sahabat dan saudara yang mampu mewujudkan mimpi untuk sekolah lagi. Iya, saya sangat salut dengan perempuan seperti ini. Lalu, kalau mereka bisa kenapa saya nggak? Ya, walaupun keinginan ini bukanlah keingan jangka pendek, tapi nggak ada salahnya saya mulai belajar dari pengalaman mereka lebih dahulu. Pengalaman yang  membuktikan nggak ada salahnya, kok, kuliah lagi meskipun sudah jadi ibu, bahkan sibuk dengan pekerjaan kantor.

Supaya sukses dan bisa berjalan dengan lancar, tentu saja perlu strategi khusus. Apa saja, ya?

Punya support system

Kebayang, nggak bagaimana seorang perempuan harus bisa membagi waktu dan mejalankan peran sebagai istri, ibu, karwayan dan mahasiswa? Wiiih… belum menjalankan saya, saya sudah membayangkan bagaimana riwehnya. Oleh karena itulah, kita perlu support system yang baik. Maka, selain punya niat yang besar, ada baiknya agar menyakinkan diri apakah orang-orang terdekat kita mendukung langkah kita untuk melanjutkan kuliah lagi. Dengan begitu, saat kita menjalankannya tentu akan terasa lebih ‘ringan’ dan ada orang-orang yang bersedia membantu dan memahani kondisi yang tengah dijalani.

Manfaatkan teknologi

Sekarang inilkan sudah era digital, ya. Semua bisa dilakukan dengan jalan yang lebih praktis. Termasuk ketika kita ingin mendapatkan informasi dan ilmu. Oleh karena iulah nggak ada salahnya untuk memilih pendidikan formal yang bisa dilakukan secara online. Saat ini ada, lho, perkuliahan yang dilakukan secara online. Dengan kuliah online semacam ini tentu bisa menjembatani jarak, dan mempermudah mahasiswa menyesuaikan diri dengan jadwal kuliah.

Perlunya fokus

Meskipun seorang perempuan sudah ditakdirkan untuk multitasking, tapi tetap saja perlu fokus dalam menjalankan peran. Ketika kita sedang berperan jadi ibu, ya, fokus saja untuk bermain dan menghabiskan waktu bersama anak-anak. Jangan malah sibuk, mengerjakan yang lainnya. Ketika bekerja, pastikan juga hanya mengerjakan tugas kantor, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu buat saja jadwal kegiatan. Ini penting, kita harus memperkirakan hal-hal yang perlu segera diselesaikan berdasarkan skala prioritas. Dengan adanya jadwal kegiatan, pasti sangat membantu. Kalau perlu set timer di smartphone sehingga kita pun nggak kebablasan dan bisa melakukan tugas berikutnya.

Pastikan kecukupan tidur terpenuhi

Dari pada menghabiskan waktu luang untuk kegiatan yang nggak ada gunanya, bagaimana kalau waktu yang ada digunakan untuk beristirahat saja? Dengan padatnya jadwal kegiatan, tubuh tentu saja perlu istirahat. Nggak perlu memaksakan diri untuk kerja lembur demi tugas-tugas kantor ataupun kuliah karena hasilnya pasti nggak akan maksimal. Kurang tidur justru dapat membuat pekerjaan lebih sulit karena dapat memicu gangguan kesehatan mental, fisik, meningkatkan stres dan seluruh jadwal kerja dan kuliah terganggu. Oh, ya, minum kopi atau mengonsumsi sumplemen jalan keluar saat harus mengerjakan tugas kuliah dan kantor bersamaan. Makanya penting untuk membuat jadwal kegiatan.

Jadi, kalau memang masih punya keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, nggak perlu ragu untuk mewujudkannya. Toh, sebenarnya ada cara supaya mimpi ini  bisa terwujud tanpa perlu berbenturan dengan kepentingan keluarga.


Post Comment