Empowering Other Woman

Ditulis oleh: Waristi Amila

Sudah bukan masanya lagi sesama perempuan saling menjatuhkan. Saatnya sekarang untuk saling dukung agar kehidupan perempuan semakin maju.

Wanita dijajah pria sejak dulu, dijadikan perhiasan sangkar madu“. Pernah dengar potongan lirik ini, Moms? Lirik dari lagu “Sabda Alam” karya Ismail Marzuki yang dirilis tahun 50-an. Saya teringat lagu ini ketika ngopi di suatu sore bersama teman yang merasa kalau dia dikekang oleh pasangannya. Tapi kemudian saya berpikir lagi, kadang bukan hanya pria yang “menjajah” wanita dan membuat wanita sulit berkembang dan lepas dari berbagai tekanan hidup, tapi – percaya atau tidak – kita, sesama wanita juga memiliki andil yang sama dalam “menjajah” wanita lain.

Kok bisa? Nah, yuk coba kita jujur pada diri sendiri, berapa banyak dari kita yang (secara sadar maupun tidak) senang menjadikan wanita lain sebagai bahan pembicaraan saat kita berkumpul dengan teman-teman kita? Seberapa sering kita membicarakan kesulitan teman wanita kita, tapi alih – alih membantu dan mendukung (atau setidaknya melihat sisi positif), kita malah memberikan lebih banyak komentar yang pada akhirnya justru meletakkan posisi mereka menjadi lebih negatif dan seolah-olah masalah mereka hadir karena kesalahan mereka sendiri?

Saya (dan kehidupan) saya adalah “kue“ enak untuk dikonsumsi, saya tahu itu. Jalan hidup saya, pernikahan dan perceraian saya, cara berpikir saya – semua adalah paket lengkap untuk jadi bahan gossip. Saya tidak melawan tapi justru bekerja lebih keras dan membalas mereka dengan cara yang lain – membiarkan mereka melihat pencapaian saya. Tapi tidak semua orang seperti itu, banyak yang kemudian menjadi malu bahkan tertekan. Hingga akhirnya mereka memilih menyembunyikan apapun masalah mereka supaya tidak ada orang yang tahu – bukan cuma tidak menyelesaikan masalah, ini bahkan bisa berakhir ke hal yang jauh lebih buruk. Contoh? Para wanita korban kekerasan dalam rumah tangga, seringnya mereka bahkan menutupi hal ini dari keluarga dan teman. Wanita korban pelecehan di tempat kerja, mereka memilih diam karena malu, takut kalau pada akhirnya malah mereka dianggap genit dan pantas saja kalau dilecehkan.

Padahal ya moms, menurut saya, sesama wanita itu harusnya jadi pendukung satu sama lain, lho! Bagaimana caranya? Yuk mulai dari hal-hal sederhana ini:

Empowering other woman

1. Bercermin
Saya tidak pernah berhenti mengatakan bahwa kita punya kontrol penuh atas diri kita sendiri, dan untuk mampu melakukannya maka kita harus mengerti diri kita. Nah! Dalam hal ini, kita butuh cermin sebagai pengingat kalau kita sendiri juga tidak sempurna dan kita selalu butuh bantuan orang lain.

2. Ubah cara berpikir
Setelah kita bercermin dan menyadari kalau kita juga punya masalah dan membutuhkan bantuan, langkah selanjutnya adalah mengubah cara berpikir kita. Jangan berpikir kalau wanita lain adalah musuh yang harus dikalahkan. Entah karena mereka lebih cantik, lebih sukses, suami mereka lebih kaya, atau anak mereka berbakat, mereka tetap wanita – yang seperti kita, punya kelemahan dan masalah sendiri. Dan di sinilah kita harus maju membantu bukan malah makin menjatuhkan.

3. Berhenti bergossip
Moms, ada banyak sekali bahan pembicaraan seru. Banyak sekali! Mulai dari fashion, make up, film, musik, cara mengasuh anak, review sekolah, buku mewarnai, dan entah berapa banyak lagi. Jadilah lebih kreatif untuk menemukan bahan pembicaraan selain teman wanita kita sendiri. Pembicaraannya sudah berlangsung dan tidak bisa berhenti? Pilihannya mudah, diam atau pergi.

4. Pilih dan jalani
Setelah bercermin, mengubah cara berpikir, dan berhenti bergossip, ini saatnya melakukan sesuatu. Mulai dari hal-hal kecil. Daripada membicarakan teman wanita kita di belakang dia, bicara langsung dengan dia. Perlahan buat dia percaya kalau kita memang ada untuk dia. Dengarkan, beri dukungan positif bahkan jangan ragu untuk mendampingi apabila dia membutuhkan teman ketika melaporkan kekerasan yang dia alami.

Saya senang menulis, dan di blog saya, saya senang menulis cerita di mana pembaca bisa merasa kalau mereka tidak sendirian dan saya selalu senang ketika mereka menghubungi saya lalu bercerita. Jadi silahkan menemukan cara sendiri, Moms.

Mommies, sudah terlalu banyak kekerasan (baik fisik ataupun emosional) yang dialami wanita di sekitar kita. Jangan diam, dan paling penting jangan menjadi alasan kenapa mereka juga memilih untuk diam. Saling dukung, atau setidaknya tidak saling menjatuhkan.

Percaya deh, sangat menyenangkan ketika kita tahu, kita bisa membuat seseorang kembali merasa kalau memang mereka tidak sendirian, dan mereka berhak untuk bahagia.


Post Comment