Waspada Difteri Pada Anak

Difteri pada anak – penyakit yang 20 tahun lalu menjadi penyebab kematian bayi dan anak ini kembali merenggut nyawa 3 anak di awal tahun 2016 ini.

Pagi ini saya melihat beberapa teman saya yang dokter dan juga membaca di harian Kompas mengenai ‘kembalinya’ Difteri yang telah merenggut nyawa 3 anak di daerah Cirebon hanya dalam waktu satu bulan. Biasa kan, kalau sudah berita tentang penyakit radar parno saya sebagai seorang ibu langsung mencuat setinggi mungkin.

Baru juga kelar mencari tahu tentang virus Zika, sekarang kembali saya harus mengulik tentang Difteri ini. Saat saya bertanya ke dr Opy Dyah Paramita, SpA, beliau menjelaskan kalau Difteri yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium dipththeriae umum ditemukan di daerah beriklim sedang dan tropis. Biasanya bakteri ini menyerang tenggorokan dan hidung dan terkadang juga kulit. Bagaimana dengan gajalanya? Mereka yang terkena Difteri biasanya mengalami demam serta batu dengan masa inkubasi dari bakteri ini adalah 3-7 hari.

Kok gejalanya sangat umum ya, bagaimana cara kita membedakan dengan demam karena penyakit lain? Mereka yang terkena Difteri pangkal tenggorokannya akan berwarna putih. Untuk membedakan warna putih yang disebabkan oleh jamur dengan warna putih yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium dipththeriae, biasanya dokter akan mencoba mengecek apakah warna putih di pangkal tenggorokan itu mudah lepas dan berdarah? Jika iya, maka sudah bisa dipastikan itu Difteri. Jika tidak segera mendapat penanganan yang tepat, dikhawatirkan akan merembet ke komplikasi jantung.

difteri pada anak

*Image dari www.kompas.com

Salah satu penyebab mengapa seseorang rentan terkena Difteri karena tingkat imun yang dimilikinya sangat rendah. Maka dari itulah pemberian imunisasi WAJIB diberikan kepada anak-anak kita. Mungkin cari tahu dulu fakta mengenai imunisasi sebelum merasa takut untuk mengajak anak imunisasi. Percaya deh Imunisasi itu halal dan baik.

Untuk Difteri sendiri imunisasi yang harus dilakukan adalah imunisasi DPT pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan. Kemudian booster alias diulang kembali pada saat usia anak 18 bulan serta 5 tahun. Terakhir di usia 10 tahun anak perlu mendapatkan imunisasi DP.

Salah satu wujud sayang kita kepada anak yaitu pemberian imunisasi yang lengkap dan tepat waktu. Karena ini tandanya kita peduli dengan kesehatan buah hati kita.

Jadi, sudahkah si kecil Imunisasi?


Post Comment