7 Cara Menciptakan Bonding dengan Rekan Kerja

Membangun hubungan harmonis tanpa konflik di lingkungan kerja memang susah-susah gampang, tapi bukan berarti  bonding dengan rekan kerja tidak bisa diciptakan.

Buat saya, membina hubungan dengan rekan itu nggak jauh beda dengan membina hubungan keluarga. Perlu mengusahakan adanya bonding. Alasanya tentu nggak terlepas karena kedua hal ini adalah bagian dari hidup saya. Bahkan, dalam kesehariannya saya bisa lebih banyak menghabiskan lebih banyak waktu di kantor.

Jadi, kebayang, ya, kalau hubungan dengan teman-teman kantor nggak akrab? Kalaupun dalam kesehariannya ada sedikit konflik, ya, nggak masalah juga, sih. Saya percaya, masalah sebesar apapun kalau dikomunikasikan dengan baik pasti bisa menemukan titik temu. Singkat kata, teman-teman sudah selayaknya dianggap sebagai keluarga sendiri.

cara menciptakan bonding dengan rekan kerja*Wefie bareng setelah nyobain lipstik baru bisa meningkatkan bonding dengan rekan kerja, lho :)

Nah, kalau kemarin Thatha baru saja menulis soal bagaimana membangun bonding working mom dengan anak-anaknya, sekarang giliran saya menulis beberapa cara menciptakan bonding dengan rekan kerja. Bukan apa-apa, saya sendiri sangat sadar kalau hal ini memang perlu dilakukan supaya kerja jadi lebih menyenangkan.

1. Sediakan waktu untuk ngobrol

Setelah ngobrol dengan beberapa teman, ternyata banyak yang bilang kalau kunci utama bonding dengan rekan kerja itu, kita perlu menyediakan waktu untuk ngobrol.Jadi nggak ada salahnya untuk membuka percakapan lebih dahulu. Buat saya, sih, hubungan yang baik antara rekan kerja nggak perlu saling jaim. Dalam artian nggak kebabalasan sehingga jadi teman yang sok akrab dan terlalu banyak basa basi. Tapi mesti lihat waktu dan situasi juga, lho, ya.

2. Ngobrol di luar masalah pekerjaan

Salah satu penghuni FDHQ, Nadia, bilang, salah satu kiatnya menciptakan bonding dengan rekan kerja, adalah ngobrol di luar masalah pekerjaan. “Karena menurutku, dengan kita ngobrol lebih intim sama dia, kita jadi lebih tahu tentang kehidupan pribadinya, keluarganya dan cara pandang dia tentang apapun. Nambah wawasan juga pastinya terus juga lebih ngerti karakter dia deh. Oh ya, kalau ngobrol masalah pribadi  nggak perlu juga mengorek yang terlalu dalam dan sensitif“. Senada dengan Nadia, Thatha ‘penjaga gawang Mommies Daily juga punya kiat yang serupa. “Kalau gue biasanya berusaha ngobrol hal-hal di luar pekerjaan, misalnya diawali dengan pertanyaan – anak keberapa? Tinggal di mana, dan asalnya dari mana. Kalau untuk rekan kerja yg sudah lebih dekat, gue akan melempar isu-isu yang lagi hangat dibicarakan“.

3. Saling membantu pekerjaan

Nah, kalau Amanda sang komandan di kantor FDHQ punya cara yang berbeda dengan untuk menciptakan bonding dengan rekan kerja. “Kalau gue, sederhana saja, sih. Coba bantu rekan kerja, kapan pun kita bisa. Namanya juga kerja tim, ya, kita nggak pernah tahu kapan kita butuh bantuan dari si A atau si B butuh bantuan dari kita. Toh, semua tujuannya, kan, sama, menyukseskan project kantor jadi nggak ada salahnya we walk the extra mile to help our co-worker. Dengan catatan, rekan kerjanya nggak tuman, yaaaa … apa-apa bergantung sama teman. Hahaha.

Masih ada beberapa cara ampuh lainnya yang bisa Mommies coba lakukan. Klik laman selanjutnya, ya!