Pole Dance, Bukan Sekadar Tarian ‘Seksi’

Beberapa tahun belakangan pole dance mulai banyak  diminati masyarakat. Apa saja, sih, manfaat dan syarat untuk bisa melakukan pole dance?

pole dance 

Ada yang pernah melihat pole dance? Atau justru sudah mengikuti kelasnya? Ya, belakangan ini pole dance memang mulai banyak dilirik sebagai salah satu alternatif mendapatkan kebugaran.

Saya masih ingat sekali, beberapa tahu lalu tanpa sengaja melihat video mengenai pole dance di You Tube. Terus terang, begitu melihatnya cukup takjub. Gimana nggak, gerakan pole dance ini kan sulit banget. Soalnya, pole dance merupakan seni pertunjukan yang menggabungkan tarian dan akribat menggunakan tiang sebagai alat.

Sepengetehuan saya, sampai sekarang juga belum banyak tempat kebugaraan yang menawarkan kelas pole dance. Mungkin hal ini dikarena keterbatasan instruktur yang masih sedikit. Menurut beberapa berita yang sudah sempat saya baca, untuk menjadi instruktur olahraga yang satu ini memang tidak gampang karena harus belajar dan mendapatkan sertifikat resmi terlebih dulu.

Yang pasti kalau Mommies berminat untuk mencoba pole dance bisa mengikuti kelas yang diadakan oleh Indonesia Pole Dance Association’s (IPDA), yang dirintis oleh Vicky Burky dan Joko Agus. Dulu, sih, studio IPDA ini berada di kawasan Kemang, nggak jauh dari kantor Female Daily Network. Namun, saat ini studionya sudah pindah ke bilangan Serpong. Informasi ini saya dapatkan dari salah satu teman saya, Rizka Agustina yang sudah lama mengikuti pole dance.

Belum lama ini saya pun sempat ngobrol dengan Rizka, bertanya lebih banyak mengapa dia jatuh cinta dengan pole dance dan tentunya saya juga penasaran sebenarnya apa saja sih, manfaat yang bisa didapatkan setelah mengikuti pole dance.

pole dance1

Rizka, ceritain dong gimana awalnya tertarik dengan pole dance?

Aku mulai ikutan pole dance semenjak IPDA buka di Kemang. Sebenarnya aku sudah lama tertarik dengan pole dance, kalau nggak salah tahun 2010. Awalnya, sih, karena lihat video pole dander dari Aussie, Felix Cane di You Tube. Dari sana berharap kalau ada pole class di Jakarta.

Dari dulu aku, tuh, sudah tanya ke sana ke sini mengenai kelas pole dance, tapi ternyata memang belum ada. Saking penasarannya, aku sampai kirim pesan ke FB-nya Yohhana, finalis Indonesia Mencari Bakat. Ternyata dia belajar pole dance di Singapore dan nggak ngajar pole dance. Makanya, begitu tahu IPDA buka, aku seneng banget.

Dari dulu memang sudah suka dance, ya?

Iya, awalnya aku memang suka dance, dari kecil sudah ikut balet, wushu, modern dance. Mama memang suka sekali anaknya les nari.

Jadi, untuk mengikuti pole dance harus punya basic bisa nari?

Sebenarnya kalau mau ikutan pole dance nggak harus punya basic nari,  kok. Modalnya itu cuma nekat dan berani, hahahaa. Teman-teman aku yang ikutan pole dance rata-rata nggak ada background dance. Tahapan belajarnya sama, lama-lama akhirnya jadi bisa.  Buat aku pole dance itu magical banget. Bisa muter-muter dan jungkir balik di tiang.

Bagaimana kalau badannya subur kaya gue? Bisa ikutan pole dance, nggak?

Hahaha… perempuan yang badannya besar juga bisa ikutan pole dance, kok. Di kelas aku,  ada juga yang beratnya lebih dari 60 kg tapi mereka tetap bisa mengikuti pole dance dengan baik.

Setelah mengikuti pole dance, apa saja sih kesulitannya?

Susah karena berat angkat badannya. Buat manjat tiang sekali saja ternyata perlu kekuatan tangan, core dan kaki, semuanya harus kuat. Karena pole dance ini merupakan akrobatik dan anti-gravity jadi termasuk aerial sport. Kalau mau coba ikutan pole dance harus siap jatuh, lecet, tulang kering kena dan lebam.

Oh, ya, bagaimana dengan stigma masyarakat yang menganggap pole dance ini tarian erotis. Memang apa, sih, bedanya?

Hahahaha….. sudah biasa, kok, dianggap seperti itu. Tapi coba, deh, perhatikan foto-foto dan video pole dance, gerakannya ini sama sekali beda dengan striptis. Kalau tarian erotis kan cuma menari meliuk-liuk di tiang. Bahkan sama sekali nggak  perlu memanjat dan jungkir balik di tiang. Mungkin persepsi ini karena orang melihatnya dari baju yang digunakan juga, bajunya serba mini.

Nah, ngomongin masalah outfit, memamg harus pakai yang mini-mini, ya?

Sebenarnya baju mini seperti ini ada fungsinya juga supaya nggak jatuh. Kalau pakai baju yang salah, malah bisa bahaya, karena bisa bikin  kita jatuh dan susah untuk melakukan gerakan tertentu.  Jadi nggak bisa bermanuver. Jadi bukan untuk terlihat seksi. Gerakan-gerakannya pole dance ini tumpuannya di kulit paham punggung dan pinggang. Kulit juga harus menempel dengan pole untuk ‘mengunci’.

Setelah ikutan pole dance, manfaat apa saja sih yang Rizka dapatkan?

Manfaatnya banyak banget! Badan jadi lebih lentur dan kebentuk, berotot tapi bukan berotot kaya bodybuilder gitu. Ototnya lebih lebih lean, bukan bulky. Kalau orang fitness kan bebannya bisa ditambahin sesuka kita, kalau pole dance sebenarnya bebannya akan segitu-gitu aja, jadi menurut aku nggak mungkin bulky. Tapi malah jadi lean karena otot kan sebenarnya bikin badan kita jadi lebih padat.

Katanya, ikutan pole dance ini bisa bikin tambah PD, yah?

Sebenarnya menurut aku pribadi, semua tarian itu bikin kita tambah PD. Soalnya, bikin kita happy dan lebih ekspresif. Apalagi pole dance ini lama-lama bikin badan kita makin lean, jadi otomatis badan makin kebentuk dan bikin kita PD.

Bagaimana Mommies, tertarik untuk ikutan pole dance?

 

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Post Comment