Motherhood Monday: Fery Farhati Ganis – “Mas Anies Baswedan adalah Sosok yang Sangat Dirindukan Keluarga”

Parenting & Kids

?author?・07 Dec 2015

detail-thumb
Fery Farhati Ganis, ibu beranak empat ini Tiara (18), Mikail (15), Kaisar (9), Ismail (7), sosok suami tercintanya – Anies Baswedan sangat dekat dengan buah hati tercinta, meski predikat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melekat padanya. Untuk Fery, Anies tak sekadar ada untuk anak-anaknya tapi juga berusaha sepenuh hati untuk bisa dekat dan memahami masing-masing karakter buah hati mereka dengan teknik “one on one”

Mas Anies adalah Sosok yang Sangat Dirindukan Keluarga

Beberapa waktu lalu, Mommies Daily sempat berkunjung ke Peluncuran Materi Pangayaan Orangtua dan Guru PAUD di kediamannya di daerah Lebak Bulus Raya. Di kediamannya yang sangat asri itu Ibu Fery bersama timnya sangat terbuka dengan kegiatan yang sifatnya memberikan informasi berharga mengenai pola asuh anak dan program pelatihan untuk para orangtua. Hal ini tak lepas dari dukungan suaminya yang memang memiliki perhatian khusus pada kepentingan masyarakat – seperti yang dilontarkan pada awal pertemuan ketika mereka berkomitmen untuk menjalin hubungan yang serius.

Mau tahu selengkapnya mengenai sosok Anies di mata isteri dan anak-anak tercinta? Silakan simak petikan wawancaranya beriktu ini, ya Mommies.

Bagaimana sosok Anies Baswedan di mata Anda sebagai Ayah dan suami?

Sosok ayah yang sabar dan perhatian kepada anak-anaknya supaya mereka bisa mengalami hal yang bisa mengembangkan potensi diri anak-anak. Dan dia selalu meluangkan waktu di tengah-tengah kesibukannya.

Bagaimana pendekatan Anies sebagai ayah terhadap anak-anak, mengingat Anies adalah sosok menteri yang sangat sibuk?

Secara fisik mungkin Bapak memang jarang bertemu dengan anak-anak – tapi kami mempunyai kebiasaan di pagi hari berkumpul keluarga. Dan di sisi lain dia sangat bisa diandalkan sebagai kepala keluarga, artinya ketika anaknya membutuhkan dia pasti ada untuk meluangkan waktunya untuk anak-anak. Jadi dia bukan tipe ayah yang kalau sudah bekerja tidak ingat waktu – karena komunikasi kami juga berjalan dengan baik.

Apakah Pak Anies tipe ayah yang hands on terhadap anak-anaknya?

Mas Anies kalau ada tugas keluar kota sebisa mungkin membawa anak-anak – jika memang situasi dan kondisi mendukung hal tersebut. Bergantian antara anak no 1, 2 dan seterusnya, contohnya belum lama ini dia tugas ke Padang membawa dua anak. Artinya sebisa mungkin ada waktu “one on one” dengan setiap anak yang cukup panjang, karena disitulah kesempatan untuk menjalin bonding dengan setiap anak.

Hal apa yang fokus ditanamkan kepada anak-anak oleh Pak Anies?

Membaca, meski ada saatnya anak-anak memilih hal lain – tapi dia telaten untuk mengingatkan anak-anak untuk menyukai membaca. Salah satu caranya dengan rajin membelikan buku jika sedang ada dinas kemanapun itu. Buku yang dibeli juga menyesuaikan dengan kegemaran masing-masing anak, dan disesuaikan dengan buku yang sedang menjadi bahan pembicaraan di luar sana  - misalnya buku mewarnai yang akhir-akhir sedang menjadi buah bibir di masyarakat,

Me time apa yang biasanya dilakukan Pak Anies?

Dia suka nonton dan main dengan anak-anak, selain itu hal yang paling menyentuh buat dia adalah ketika pulang kantor lebih awal – anak-anak pasti berhamburan ke arah Mas Anies. Karena dia adalah sosok yang sangat dirindukan, dan karena Mas Anies juga sangat responsif, anak-anak juga jadi sangat cinta dengan Ayahnya. Mas Anies selalu berusaha hadir dalam setiap kesempatan penting di kehidupan anak-anak. Dan dia juga selalu menghadirkan anak-anak di pikirannya.

Di halaman selanjutnya, Ibu Fery bercerita kisah di balik hunian asrinya dan bagaimana kisah pertemuannya dengan Anies Baswedan

Motherhood Monday: Fery Farhati Ganis – “Mas Anies adalah Sosok yang Sangat Dirindukan Keluarga”

Berdirinya PAUD  di rumah ini, atas kenginan Anda atau bagaimana?

Adanya PAUD mulanya adalah keinginan saya, awal memiliki rumah yang masih ngontrak – mau memaksimalkan garasi supaya bermanfaat untuk orang banyak. Tapi memang belum sempat terlaksana, karena belum menjadi hunian milik sendiri. Kemudian ketika membangun rumah ini, dari segi desain kami memikirkan bahwa nantinya rumah kami bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik – ini adalah bagian dari cita-cita kami.

Dilihat dari desain rumah yang sangat hangat dan terbuka, apakah memang ini juga mewakili kepribadian Anda dan Mas Anies?

Iya betul, karena istilahnya Mas Anies itu – “Community is your security”. Kalau kita bisa terlibat dengan lingkungan kita, maka lingkungan kita juga akan menjaga kita. Jadi kalau kita baik dengan tetangga dan lingkungan, maka mereka juga akan menerima kita dengan baik. Kami saling jaga dan membutuhkan, dan kami sangat terbuka bagi mereka yang mau menggunakan ruangan ini (semacam pendopo berbentuk rumah joglo Jawa). Karena ketika kami beli tanah ini, tanah ini sudah lebih dulu dipakai oleh warga sekitar untuk anak-anak main bola, untuk tempat perkawinan. Dan setelah jadi Mas Anies bilang, Joglo ini bisa dipakai untuk kepentingan mereka. Dan baru-baru ini ada tetangga yang mau menikah, kami menawarkan tempat ini untuk dipakai, tapi mereka tidak mau. Alasan kami menawarkan tempat ini bisa dipakai, supaya mereka tidak merasa kehilangan dengan tempat ini, dengan adanya hunian kami di sini.

Awal mula dibangun tempat tinggal ini, ada pertentangan kah dari masyarakat?

Tidak, karena Mas Anies itu orang sangat pandai membaur, dari sejak awal dia suka ngobrol. Dan ketika kami ingin bangun rumah ini juga kami minta izin kepada warga sekitar. Sebelumnya sudah minta maaf, jika nanti banyak kendaraan yang hilir mudik di sekitar rumah.

Sekarang beralih ke soal hubungan Ibu dan Pak Anies, apakah Pak Anies termasuk pasangan yang romantis?

Iya, Mas Anies termasuk pasangan yang romantis – dia suka memberi kartu ucapan atau bunga di momen-momen spesial. Tapi buat saya yang romantis dan penting adalah kehadiran dia di tengah-tengah kami. Kami adalah tipe pasangan yang saling melengkapi.

Kalau boleh tahu, bagaimana si awal pertemuan ibu dengan Pak Anies?

Kami bertemu di akhir-akhir masa kuliah, ketika itu Mas Anies akan berangkat ke Jepang untuk melanjutkan studinya. Dan dia sampaikan niatkan, untuk mempersunting saya – dan dia itu tipe pria yang serius. Tipe dia tidak mau berpacaran, dia mau langsung serius. Bahkan pembicaraan kita sedari awal memang sudah menjurus ke pernikahan, dan mengingatkan saya bahwa ia adalah orang publik – artinya akan banyak bersentuhan dengan masyarakat, itu adalah bagian dari passion-nya dia.

Dari Ibu Fery dan Pak Anies saya belajar bahwa di sela-sela kesibukan atau aktivitas lainnya, anak dan keluarga tetap menjadi prioritas utama – dan banyak cara yang dapat ditempuh untuk mempertahankan kulitas hubungan anak dan orangtua. Di antaranya adalah “one on one” bersama masing-masing anak.