‘Kicauan’ Sosial Media Pengaruhi Perkembangan Karier

Sedang mencari pekerjaan baru? Selain harus memberbarui CV, coba review sosial media Mommies. Pasalnya, media sosial juga berperan dalam membantu perusahaan menemukan karyawan.

“Dis… kamu punya sosial media? Selama ini aktif di sosial media apa saja?”

Saya masih ingat benar, pertanyaan ini diajukan Mbak Nopai ketika sedang mewawancarai saya beberapa tahun lalu. Meskipun saya bukan tipe orang yang sering mengeluh ataupun menuliskan kata-kata yang kurang sopan di sosial media, tetap saja deg deg-an. Takut pernah khilaf saat ‘berkicau’. Tapi saya cukup sadar kalau ada banyak hal yang nggak perlu di share di sosial media.

sejauh mana sosial media pengaruhi permebangan karier

Ternyata, di era digital seperti sekarang ini, isi kicauan sosial media turut andil memberikan penilaian siapa diri kita. Bahkan menentukan tahapan karir kita. Sebuah perusahaan mencari tenaga kerja nggak hanya lewat aplikasi lamaran  atau  rekomendasi seseorang saja. Media sosial pun berperan dalam membantu perusahaan menemukan karyawan. Soalnya, image diri kita bisa tercermin dari isi time line sosial media.

Konon, industri pekerjaan yang mengandalkan sosial media dalam merekrut karyawan baru juga nggak hanya sebatas perusaahan media saja. Industri fashion, teknologi, ataupun jenis pekerjaan lainnya juga sering melihat sosial media.

Berikut ada beberapa alasan mengapa media sosial punya pengaruh besar dalam merekrut tenaga kerja.

Cara terbaik menemukan ahli

Suka nulis atau pun foto? Nah, isi sosial media pun bisa mencerminkan hal ini. Nggak bisa dipungkiri, ya, kalau banyak perusahaan yang suka bingung menemukan karyawan yang ahli di bidangnya. Terkadang keahlian yang dituliskan dalam Curriculum Vitae (CV) tidak sesuai dengan kenyataan. Tapi, lewat media sosial dapat terlihat kemampuan seseorang. Misalnya fotografer, dari hasil foto yang ditampilkan di media sosialnya tentu bisa lerlihat apakah dia memang mahir dalam merekam gambar. Sekitar 20-50 persen perusahaan melihat postingan orang untuk direktrut.

Perekrutan berjalan transparan

Mungkin, beberapa tahun lalu mecari pekerjaan bisa lewat nepostisme atau sistem menggunakan orang dalam untuk masuk ke perusahaan. Tapi zaman sekarang? Rasanya sudah sulit, ya. Lagi pula sistem nopotisme ini bisa menyesatkan kedua belah pihak. Sementara kalau melihat media sosial, perekrutan bisa berlangsung adil dan terbuka. Asal-usul orang yang direkrut jelas di media sosial dan tidak berdasarkan pilihan pemegang kuasa di suatu perusahaan.

Terlihat seberapa luas jaringan

Yakin, deh, kalau dunia kerja membutuhkan karyawan yang punya jaringan luas. Hal ini bisa jadi investasi tersendiri yang memberikan nilai tambah. Makanya, sesibuk apapun kita ngurus pekerjaan rumah dan kantor, jangan sampai melupakan sosial life. Hubungan kita dengan orang-orang penting atau yang ahli di bidangnya tentu harus dibangun, dan hal ini juga bisa dilihat di media sosial. Ini menjadi pertimbangan kuat oleh perusahaan.

Jadi, kalau memang ingin punya penilaian yang baik, tampilkan juga yang terbaik tentang diri kita di setiap halaman media sosial.

 *Artikel ini merupakan hasil agregasi Mommies Daily dengan Okezone.com