Amankah Oral Seks Saat Hamil?

Semua sudah paham, dong, ya, kalau melakukan hubungan seks saat hamil boleh saja dilakukan. Namun, bagaimana dengan oral seks sebagai variasi bercinta?

Namanya juga ibu-ibu, kalau lagi ngumpul pasti salah satu topik yang hangat dibicarakan nggak jauh dari masalah seks. Paling nggak, hal inilah yang sering saya alami kalau lagi kumpul beberapa sahabat dekat. Nah, beberapa waktu lalu, salah satu obrolan kami adalah bagaimana mencari variasi seks. Maklum, deh, rata-rata pernikahan kami sudah di atas 5 tahun, jadi masalah variasi seks memang sangat diperlukan. Biar hubungannya nggak monoton dan cepat bosan. Jangan sampai gairah tenggelam di bawah kegiatan mengurus anak dan bekerja.

seks1

Ngomongin soal variasi seks sebenarnya bisa dilakukan lewat berbagai cara. Mulai melakukan dirty talk sebagai pemancing, mewujudkan imajinasi seks bersama pasangan, cari tempat yang nggak biasa, hingga melakukan hubungan seks secara oral.

Saat saya dan beberapa sahabat kumpul dan ngomongin masalah oral seks, pandangan kamu pun nggak seragam. Ada yang mengaku setuju kalau orak seks bisa dijadikan salah satu pilihan variasi seks, tapi ada juga teman yang bercerita kalau dia menolak mati-matian ketika suaminya mengajak oral seks. Memamg nggak bisa dipungkiri kalau oral seks dianggap bisa berisiko menularkan penyakit.

Tapi saya sempat membaca sebuah artikel yang menuliskan data yang dikeluarkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 90 persen pria dan wanita pernah melakukan oral sex dalam hidup mereka. Data lain yang dituliskan dalam buku The Pocket Idiot’s Guide to Oral Seks, sang penulis yang berprofesi sebagai seks terapis, Dr Ava Cadell, menyebutkan kalau oral seks merupakan salah satu aktivitas seksual yang paling erotis dan menyenangkan dan memuaskan. Bahkan katanya, oral seks dianggap memberikan rasa intim dari afterplay ataupun intercourse.

bumil

Bahkan katanya, aktivitas seks ini pun aman dilakukan bagi ibu yang sedang hamil. Catatannya, kondisi kehamilan juga harus dalam kondisi yang normal. Selain itu, pantang bagi pasangan untuk meniup bagian dalam vagina. Soalnya, udara tersebut bisa menyebabkan terjadinya emboli udara. Di mana gelembung udara tersebut akan masuk ke darah sehingga memblokir jalannya pembuluh darah. Hal ini tentu saja bisa membahayakan janin bahkan diri kita sendiri.

Aaaah, ngeri juga, ya? Biar bagaimana pun juga ketika hamil kita memang wajib lebih waspada. Termasuk mencari posisi bercinta yang paling aman.

Mengingat masalah oral seks masih pro kontra, saya yakin kalau semua pasangan punya preferensi yang berbeda-beda. Tapi yang jelas, tentu saja butuh kompromi dengan pasangan lebih dulu. Jangan sampai melakukannya karena terpaksa. Biar bagaimana pun, berhubungan intim dengan suami akan lebih nikmat jika dilakukan sepenuh hati. Setuju, dong, ya?