Merayakan Hari Pernikahan, Perlu Nggak Sih?

Saya percaya merayakan ulang tahun pernikahan mampu memberi efek positif bagi kesehatan psikologis.

Setuju nggak, sih, kalau saya bilang menjalani fase pernikahan itu mirip saat kita naik roller coaster? Ada ada rasa tegang, rasa senang, rasa panik, dan tentu saja ada rasa puas dan bahagia. Ketika sudah bisa melewati momen pernikahan seperti ini, nggak ada salahnya, dong, kita merayakan hari ulang tahun pernikahan.

Toh, merayakan hari pernikahan ini nggak melulu dengan sesuatu yang sifatnya ‘wah’. Mengadakan pesta besar ataupun mengharapkan dapat hadiah istimewa dari pasangan, misalnya. Kalau memang suami inisiatif mau kasih hadiah, anggap saja bonus, hahaha.

merayakan hari penikahan

Buat saya, merayakan hari pernikahan menjadi bagian rasa syukur atas kehidupan pernikahan yang sudah saya miliki.  Nggak berbeda jauh dengan apa yang sudah Fia tulis dalam artikel Let’s Celebrate Our Life. Dengan merayakan hari bersejarah, saya pun bisa lebih menghargai apa yang sudah dimiliki. Mengingatkan kalau sudah banyak peristiwa indah yang sudah lewati bersama-sama.

Banyak hal yang bisa kita lakukan saat merayakan hari pernikahan. Contohnya, nih,  bisa menjadi momen yang tepat untuk mengaudit pernikahan. Harapannya, segala masalah yang sering memicu pertengkaran bisa diatasi lebih cepat. Jadi, nggak ada salahnya, dong, kalau kita merayakan momen yang mengawali titik awal kehidupan berkeluarga?

Kalau kata Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psikolog yang lebih akrab dipanggil Nina Teguh, pada dasarnya merayakan hari pernikahan merupakan salah wujud mensyukuri apa yang sudah terjadi dalam hidup. “Kita bisa bersyukur dengan pernikahan yang sudah kita jalani,” ungkapnya. Psikolog yang punya minat besar terhadap masalah keluarga ini pun menambahkan, kalau merayakan ulang tahun pernikahan juga memberikan kesempatan kita saling meneguhkan komitmen pernikahan.

Masalahnya, nih, para suami sering kali lupa kalau merayakan hal bersejarah seperti ini. Boro-boro kasih hadiah atau ngajak makan di restoran romantis, lah wong ngucapin aja nggak. Nah, siapa yang pernah merasakan hal ini? *ngacung*

Hahahha….

Kondisi seperti ini memang sering kali dihadapi, ya. Saya pun sempat bertanya pada Nina Teguh, apabila menemui kondisi seperti ini, hal apa yang  baiknya perlu dilakukan?

“Memang nggak semua suami peka dan ngeh mengenai masalah ini. Kalau pun kita sebagai istri ingin merayakan hari ulang tahun pernikahan, nggak ada salahnya, kok, kasih kode ke suami beberapa hari sebelumnya. Kalau memang suami belum sadar, lebih baik katakan saja. Nggak lucu juga kan kalau malah kesal dan ngambek cuma gara-gara ini?”

Lebih lanjut, Nina Teguh memaparkan kalau merayakan ulang tahun pernikahan juga merupakan salah satu wujud ataupun ekspresi kasih sayang. Apabila ada pasangan yang memang sudah terbiasa bahkan setiap hari mengekspresikan rasa sayangnya, mungkin perayaan ulang tahun pernikahan akan dianggap sepele.

Apa kata mereka?

Terus terang saja, nih, saya cukup penasaran sebenarnya apa pendapat pasangan lain mengenai perayaan ulang tahun pernikahan. Oleh karena itu saya pun akhirnya mengajukan pertanyaan ke beberapa teman. Mau tahu jawabannya apa?

Oscar Hariman,  Loss Adjuster PT Pandu Halim Perkasa

“Menurut gue, sih, nggak perlu ya anniversary-an kaya begitu, karena yang terpenting buat gue adalah bisa nyenengin pasangan. Misalnya begini, lebih baik mana cuma ingat anniversary setahun sekali, atau perhatian kecil tapi selalu dilakukan? Selalu bilang, hati-hati kalau di jalan, beliin makanan kesukaan, saat istri pulang kerja dan bilang pegel lalu dielus-elus dan dipijat? Anniversary buat gue cuma momen ingetin sudah berapa lama gue nikah.”

Arninta Puspitasari, Public Relations Manager Nutrifood

merayakan hari penikahan1

“Buat aku, perlu banget ada perayaan apapun bentuknya. Mungkin nggak harus ada acara, hadiah atau sejenisnya. Aku sendiri punya ‘ritual’ tiap ulang tahun pernikahan aku dan suami saling nulis surat untuk satu sama lain. Gunanya buat refleksi perasaan masing-masing seama terakhir dan bisa dibaca lagi seterusnya. Dua tahun terakhir, aku dan suami tiap anniversary cuti kantor buat pergi berdua. Soalnya pas ada anak yang  usianya masih kecil susah banget dapetin waktu berduaan.”

Ade Prananda, Budget and Finance Eagle High Planantion, tbk

“Wah…. gue nggak berani jawab, nih, Dis… takut istri gue ngambek, hahahaha… Soalnya segala perayaan gue, sih, lupa melulu. Mau ulang  tahun ataupun hari pernikahan.Tapi buat gue, bentuk perhatian ke istri bisa ditunjukin kapan pun. Nggak perlu nunggu ulang tahun pernikahan. Tiap akhir pekan juga bisa ngajak jalan keluarga biar mereka happy.”

Siti Sofia, Ibu Rumah Tangga

merayakan hari penikahan2

“Merayakan ulang tahun pernikahan seperti apa dulu, nih? Tapi aku setiap bulan memang selalu dapat ucapan dan kado kecil dari suami. Kalau pas hari pernikahan baru kadonya boleh pilih sesuai keinginan. Biasanya, sih, kami berdua nyempetin makan bareng berdua. Paling nggak bisa lebih leluasa ngobrol. Sempat, sih, tanya ke suami buat apa kasih kado setiap bulan, katanya sebagai wujud terima kasih sudah melakukan pekerjaan rumah tangga, buat dia, anak-anak dan mertua.”

Lewat obrolan dengan Mbak Nina dan beberapa teman dekat, saya bisa menyimpulkan kalau merayakan hari pernikahan sah-sah saja dilakukan. Kalau memang pasangan cuek bebek, kenapa kita tidak berinisiatif lebih dulu? Belajar menurunkan gengsi perlu dilakukan, baik dengan anak ataupun suami. Kuncinya adalah komunikasi dengan pasangan. Setuju?

 

 


Post Comment