Bersihkan Jakarta, Harus Dimulai dari Diri Sendiri

Sampah di Jakarta kian membludak. Ya, kalau bukan dimulai dari diri sendiri membersihkannya, kapan kota Jakarta ini bisa bersih dan bebas dari sampah?

Seperti yang sudah sempat saya tuliskan di artikel ‘Clean Up Jakarta, Ajang Seru Bersihkan Kota Jakarta’,  ajang tahunan seperti ini sangat bermanfaat sekali. Nggak cuma untuk lingkungan sekitar, tapi termasuk buat si kecil. Di mana lewat event seperti ini kita bisa memperlihatkan kepada anak-anak, betapa pentingnya menjaga kebersihkan lingkungan. Dan hal ini tentu saja harus dimulai dari diri sendiri, hal kecil, sehingga bisa berdampak secara luas.

clean up Jak1*Pelajar Labschool semangat membersihkan area GBK, Jakarta bersama Mike Lewis* 

Yah… ngomongin masalah sampah di Jakarta, kita semua pasti sudah sangat paham bagaimana kondisinya. Di mana Jakarta memproduksi kurang lebih 6.700 ton sampah setiap harinya, di mana sebagian besar sampah tersebut berakhir di jalanan dan di sungai-sungai, yang akhirnya terbawa ke lautan dan mencemari rantai makanan kita.

Apabila kita membuang sampah sembarangan di jalanan, tanpa sengaja kita pun punya kontribusi menambah polusi dan membuat banjir. Saya sendiri cukup sering dibikin gemas, tiap kali ada orang yang berkoar-koar menyalahkan pemerintah lantaran tidak bisa menyelesaikan urusan banjir di Jakarta. Lah, kok, menyalahkan pemerintah terus kalau diri sendiri masih buang sampah sembarangan? Mirisnya, sampai sekarang saya masih sering melihat orang yang naik di mobil ‘mentereng’ tapi dengan seenaknya saja buah bungkus makanan kecil, minuman botol atau kaleng di pinggir jalan. Main lempar begitu saja di pinggir jalan. Duh!

Jadi, sudah sepantasnya kegiatan Clean Up Jakarta Day yang melibatkan banyak pihak seperti bisa kita aplikasikan setiap hari. Dengan begitu, tujuan utama diselenggaraknnya Clean Up Jakarta Day, yaitu untuk meningkatkan kesadaran tentang permasalahan sampah di Jakarta pun bisa segera diwujudkan.

Saya sendiri cukup takjub melihat banyak sekali masyarakat yang ikut terlihat dalam kegiatan Clean Up Jakarta Day tahun ini yang diadakan minggu lalu, 18 Oktober 2015. Baik secara individu, komuitas serta beragam sekolah serta perusaahan besar. Minggu lalu, semuanya kompak memberihkan Jakarta di 27 lokasi di seluruh Jakarta. Selain ingin mengedukasi masyarakat mengenai dampak buruk dari membuang sampah sembarangan, Clean Up Jakarta Day juga untuk bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tiga ‘R’: reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur ulang).

clean up Jak*melibatkan si kecil secara langsung dalam kegiatan gotong royong Clean Up Jakarta Day

Semua relawan yang terlibat dalam Clean Up Day Jakarta ini akan di brefing dan diberikan “alat tempur” untuk membersihkan Jakarta. Meskipun event ini merupakan ajang gotong royong membersihkan sampah, tp tidak semua sampah akan diambil. Sampah seperti apa saja, sih, yg akan dibersihkan? Sampah yang dibersihkan tentu saja sampah yang sulit terurai atau didaur ulang seperti plastik dan putung rokok. Sampah daun dan ranting bukan sampah jalanan yang harus dibersihkan relawan. Soalnya, sampah-sampah seperti  ini akan terurai dengan sendirinya.

Kalau bukan kita, siapa lagi yg membersihkan kota Jakarta? Yuk, mulai dari diri sendiri dan tularkan semangat ini pada si kecil. Lagi pula saya percaya kalau kebersihan merupakan salah satu faktor kunci untuk menjaga kesehatan manusia. Untuk itulah nilai-nilai kebersihan ini juga harus diprioritas dan ditanamkan sejak dini di tengah keluarga kita.

 

*foto diambil dari Facebook Clean up Jakarta Day


Post Comment