Motherhood Monday: Mutia Ribowo –Art Therapist yang Mengobati Pasien Lewat Media Seni

Berawal dari rasa penasarannya sebagai guru seni di Cikal, akhirnya Mutia Ribowo, SDs, MA memutuskan untuk mendalami profesi Art Theraphist. Sebuah profesi yang memanfaatkan media seni sebagai alat komunikasi dan metode penyembuhan untuk beberapa keluhan psikis pada anak maupun orang dewasa.

IMG_2244

Profesi yang dijalankan oleh Mutia Ribowo ini tergolong langka di Indonesia – masih dalam hitungan jari. Lain hal dengan di Singapura, Amerika dan beberapa negara Eropa, profesi ini sudah cukup popular. Bulan Maret lalu saya sempat berbincang dengan Mutia Ribowo ketika mewakili MD untuk menghadiri acara New Parent Academy – “The Artist In Me”. Pada saat itu Mutia juga bertindak sebagai narasumber. Untuk saya pribadi profesi ini tergolong baru, sekaligus sangat menarik untuk digali. Simak yuk Mommies obrolan saya dengan perempuan yang rela mengambil dua gelar S2 demi mendapatkan sertifikasi sebagai Art Therapist ini.

Bisa tolong dijelaskan apa Art Theraphy itu?

Art therapy itu sebenarnya sama dengan terapi-terapi lain, seperti psikologi, psikiatri. Art Therapist menggunakan media seni sebagai alat komunikasi, alat untuk memproses otak. Jadi mereka berpikir melalui proses kegiatan seni. Keunggulan metode ini menggunakan media seni sebagai intervensi. Jadi kalau anak-anak yang kurang bisa mengungkapkan perasaannya secara verbal atau takut dengan orang baru, mereka akan merasa aman dan nyaman mengekspresikannya melalui media seni ini. Media seni ini sangat penting artinya untuk menjadikan anak itu tidak terpojok , tidak merasa takut untuk mengungkapkan perasaannya.

Art therapy ini tergolong sesuatu yang baru di Indonesia. Diperkenalkan oleh Prof. Dr. Monty Satiadarma 10 tahun lalu – beliau adalah kepala jurusan Psikologi di Universitas Tarumanegara. Dia mengambil Master Degree Art Therapy di Amerika Serikat hanya saja dulu penerimaan Art Therapy di Indonesia kurang bagus, artinya belum ditanggapi secara serius dan belum terlihat seperti kegiatan klinis, jadinya orang melihat lebih ke aktivitas. Lalu karena Art Therapy belum teregistrasi di sini sebagai sebuah pekerjaan, jadi ia tidak bisa praktik sebagai Art Theraphist. Akhirnya ia sekolah lagi di Universitas Indonesia untuk mendapatkan sertifikasi. Sekitar 10 tahun yang lalu asosiasi Art Therapy mungkin belum terlalu banyak ya, jadi wajar belum terlalu dikenal juga, tapi sekarang sudah ada di Singapura, Malaysia, Melbourne dan akhirnya sekarang jurusan ini mulai menjamur. Hal ini disebabkan mungkin karena banyak orang yang melihat, banyak orang yang sukses disembuhkan dengan metode ini.

Art2

Salah satu metode art therapy melalui menggambar. Gambar dari sini

Apa yang melatarbelakangi Mutia memutuskan menekuni profesi yang masih tergolong langka ini? Cari tahu jawabannya di halaman berikutnya.