Pentingnya “Time Alone” Bersama Anak

Time Alone alias meluangkan waktu khusus bersama anak ternyata memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembangnya hingga ia dewasa kelak.

file_106826_0_100908-mom-hugging

*Gambar dari sini

Pernah menonton sirkus dan melihat seorang juggler yang beraksi melempar banyak barang dan harus memastikan semua barang tidak akan terjatuh? Kira-kira seperti itulah saya menggambarkan diri saya sebagai seorang ibu sekaligus perempuan bekerja. Banyak hal yang harus dipikirkan dan memastikan semua berjalan lancar. Di antara semua hal, tentu saja urusan anak memiliki prioritas utama dalam hidup saya. Dan, harus diakui bahwa waktu yang terbatas sempat menjadi kendala bagi saya menciptakan bonding dengan si kecil yang berusia 5 dan 8 tahun. Saya sadar, bahwa memiliki waktu yang berkualitas antara orangtua dan anak sangatlah penting. Maka, saya sempat bertanya kepada Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi, bagaimana menyiasati keterbatasan waktu ini.

Menurut Psikolog yang akrab dipanggil Vera ini, sebenarnya melakukan Time Alone cukup dengan 10-15 menit setiap hari. Time Alone sendiri merupakan waktu khusus antara orangtua dan anak di luar rutinitas harian yang biasa mereka lakukan. Jadi mengobrol di saat memandikan atau memberi makan itu tidak termasuk Time Alone. Benar-benar luangkan waktu khusus, Mommies. Penting juga untuk orangtua pahami, kalau memiliki anak lebih dari satu, masing-masing anak harus mendapatkan Time Alone yang berbeda. Jadi jangan gabungkan Time Alone untuk kakak dan adik.

Beberapa kegiatan sederhana yang dianjurkan oleh Vera adalah:

  • Berbicara alias mengobrol. Saat seperti ini, buang dulu sifat pengatur kita sebagai orangtua. Benar-benar bersikaplah menjadi pendengar dan bebaskan si anak untuk berbicara apa saja. Hal ini akan membuat anak merasa nyaman berbicara dengan kita dan dapat meminimalkan masalah komunikasi yang kerap terjadi saat anak memasuki usia remaja.
  • Berpelukan, mengelus atau saling memijat. Di usia 3- 8 tahun, anak masih membutuhkan sentuhan fisik. Sentuhan fisik berguna untuk menstimulasi taktil si kecil. Dan, karena di usia ini anak belajar dengan sesuatu yang konkrit, maka tak cukup hanya mengucapkan kalimat “Mama sayang kamu,” tapi harus ditunjukkan juga. Nah, bentuknya bisa melalui pelukan ini.

Lalu, bagaimana jika orangtua benar-benar tidak memiliki waktu untuk melakukan Time Alone setiap hari? Maka, dua sampai tiga kali dalam seminggu bisa menjadi solusinya. Rutin menelepon si kecil dari kantor juga bisa menjadi pilihan ketika Anda hanya bisa melakukan Time Alone sebanyak 2-3 kali setiap minggunya. Hal ini akan membuat si kecil merasa tetap diperhatikan di tengah-tengah kesibukan orangtuanya.

Tak ada salahnya, lho, orangtua juga mengatur jadwal kegiatan khusus di akhir pekan.

Apa contoh kegiatannya?  Pilih kegiatan yang benar-benar akan meningkatkan interaksi dan bonding dengan anak. Jadi nonton atau jalan-jalan ke mal sebaiknya hilangkan dalam pilihan ya, hehehe. Kenapa nggak coba yoga? Rasanya seru yoga bersama si kecil, kan. Dan, teryata, yoga juga memiliki banyak manfaat, lho, bagi anak-anak. Selain untuk melatih fleksibilitas tubuh, yoga juga ternyata bisa membantu melatih pernapasan si kecil. Melalui yoga, anak juga dilatih kemampuannya untuk fokus dan berkonsentrasi. Bahkan, yoga juga bisa membantu meningkatkan rasa percaya diri anak.

Menyadari pentingnya Time Alone dengan anak, Mommies Daily dan Baygon akan mengadakan acara untuk ibu dan anak, nih. Ingin mencoba serunya yoga bersama anak? Mommies bisa bergabung di acara “Mom and Me Yoga, cek di halaman selanjutnya, ya.