Motherhood Monday: Aya Prasetyo – Usaha Keluarga Berkonsep Organik Lifestyle

Setelah 10 tahun bekerja kantoran, akhirnya ibu dari dua anak ini mantap mengundurkan diri untuk fokus mengurus anak dan usaha keluarganya. Usaha yang dijalankan tak sekadar menguntungkan dari segi finansial, tapi juga bernilai mulia – mengajak masyarakat luas bergaya hidup sehat.

IMG_2905

Adalah Aya Prasetyo seorang perempuan berdarah asli Jawa yang menjalankan usaha keluarga – Songolas Local Twist. Memanfaatkan sebagian area rumahnya seluas 3000m2 yang dipenuhi dengan pepohonan, aneka tumbuhan sayur mayur dan tumbuhan rambat untuk mendirikan tempat singgah dan restoran khusus vegetarian. Songolas sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti 19, sama persis seperti nomor rumah Aya. Kesan pertama kali datang ke sana, tak seperti ada di Jakarta loh Mommies, menenangkan dan fresh!  Suatu saat nanti ia  berharap dua anaknya Pranaja (6) dan Pradipta (4) bisa meneruskan usaha keluarganya ini. Simak cerita lengkapnya ya tentang Songolas berikut ini.

Ceritakan dong, Mbak asal muasal Songolas lahir?

Sebenarnya nama Songolas itu baru kita pakai di Maret tahun 2014, yang berarti 19 dalam bahasa Jawa. Tadinya kami menamakan tempat ini hanya rumah 19 saja. Tapi kayaknya kurang catchy. Selain itu kami juga bekerja sama dengan Burgreens, restoran yang berkonsep makanan sehat karena menawarkan menu yang terbuat dari bahan-bahan organik. Saya pikir harus membuat tempat ini menjadi suatu area yang mudah diingat orang – nah, itu kenapa sebabnya kami menamakannya Songolas. Itu dari segi penamaan.

Sementara dari gagasan yang lebih besar, awal terbentuknya area Songolas ini, karena dari kecil kami sudah lahir dan tinggal di sini. Nah, pas orangtua kami berpulang – kami merasa harus mengembangkan area tempat tinggal ini. Ayah saya dulu bekerja di dinas pertamanan, jadi otomatis Ibu juga suka tanaman. Awalnya dari mereka saya jatuh cinta dengan hal-hal yang berbau alam. Oh, iya, awalnya Kakak saya juga sempat membuka penyewaan tanaman, lalu usaha itu membutuhkan human resource yang lebih, dan itu agak susah tercapai, jadi kami mencari jalan lain supaya lahan ini bisa tetap dimanfaatkan tanpa menjualnya ke orang lain. Akhirnya kami memutuskan untuk tidak membuang pohon-pohon dari usaha Kakak saya itu – kami membangun semacam kost-kostan – intinya kami nggak mau menebang pohon-pohon yang sudah ada. Kami pun sepakat untuk membuat residence dengan konsep: orang tetap bisa menikmati udara luar, jadi semua kamar yang kami buat mempunyai jendela. Yang membedakan kost kami dengan yang lain adalah, begitu penghuninya membuka pintu atau jendela mereka bisa menikmati pemandangan pepohonan yang rindang. Dan, kami tidak memaksakan jumlah kamar harus sekian, atau harus berapa lantai, singkatnya kamilah yang menyesuaikan dengan alam sekitar. Karena itu, kamar yang terbangun hanya 19 di atas area 3000m2

Di website Songolas, tertulis: “Songolas Local Twits”, tolong jelaskan Mbak artinya apa?

Kami inginnya masih ada unsur lokal, tidak semua berbau modern. Tapi bagaimana mengemas itu semua menjadi lokal, seperti Burgreens itu. Misalnya mereka mengeluarkan produk makanan, Karedok ala vegan tapi diracik sehingga bercita rasa western – itu  namanya local twist. Kami inginnya di setiap elemen Songolas harus ada unsur lokal.

Apa saja yang Mommies bisa temui di Songolas? Cari tahu di halaman selanjutnya yuk Mommies.


One Comment - Write a Comment

Post Comment