Essential Oil; Apa Dan Bagaimana

IMG_2564

Belakangan ini, saya sering mendengar essential oil - atau kerap disingkat EO – disebut-sebut dalam obrolan para member di Female Daily forum. Kebetulan sekali, beberapa waktu lalu, Female Daily mengadakan workshop untuk membahas kegunaan essential oil, khususnya untuk mengatasi masalah hormonal, yang bertajuk “Finding Hormonal Balances with Essential Oils.”

Gangguan hormon bisa dibilang masalah yang paling umum dialami oleh perempuan. Cuma, kadang-kadang kita tidak menyadari kalau keluhan seperti sulit menurunkan berat badan, merasa lesu, migren, kerontokan rambut, mood yang naik-turun, dan sebagainya, adalah tanda hormon kita sedang terganggu.
Mungkin seperti saya, banyak Mommies yang belum tahu kalau ternyata hormon memainkan peran yang penting untuk kesehatan fisik dan emosional kita. Hormon juga mengatur setiap fungsi metabolis dalam tubuh kita. Ketidakseimbangan hormon (hormone imbalance) dapat meningkatkan risiko terkena penyakit, termasuk kanker, penyakit cardiovascular, oesteoporosis, athritis, diabetes, dan lain-lain.

Racun dari lingkungan, makanan, maupun produk perawatan tubuh yang biasa kita gunakan dapat mengandung bahan-bahan yang berpotensi mengacaukan hormon kita. Jika ini terjadi, segala hal pada diri kita bisa terpengaruh secara negatif, baik tingkat energi, kondisi emosional, fungsi syaraf, fungsi reproduksi, tingkat gula darah, berat badan, dan seterusnya.

Narasumber yang dihadirkan dalam workshop ini adalah Frances Fuller yang merupakan seorang pakar kesehatan, spa, dan aromaterapi dari Amerika Serikat. Ia menjelaskan bagaimana essential oil telah digunakan selama ribuan tahun, tidak hanya untuk tujuan bersifat kosmetis, tapi juga untuk mendapatkan efek terapi dan pengobatan, baik secara fisik, spiritual, maupun emosional. Essential oil diekstrak secara seksama melalui proses distilasi dan juga cold pressing; dari sini, dihasilkan essential oil berkualitas tinggi yang disebut sebagai pure theurapetic-grade essential oil.
Essential oil dapat digunakan dengan berbagai cara, antara lain dengan dihirup, dioleskan pada kulit, dibaurkan (diffused), bahkan juga diminum. Tapi, perlu diingat bahwa hanya essential oil yang tergolong theurapetic-grade yang dapat digunakan dengan berbagai cara tadi.

Hal lain yang juga baru saya tahu, yaitu bahwa tubuh kita tahu dengan pasti apa yang dibutuhkan agar menjadi seimbang kembali. Therapeutic-grade essential oils tidak menciptakan keseimbangan, tapi bekerja untuk menjadikan kondisi tubuh seimbang. Essential oil bekerja dengan mengaktivasi sistem limbik, yang merupakan pusat pengaturan emosi dan memori, melalui cara pemakaian yang bermacam-macam tadi.

Selanjutnya, Frances menjelaskan mengenai endokrin, yaitu kelenjar yang bertugas mengatur fungsi tubuh dengan memproduksi hormon. Sistem endokrin terdiri dari kelenjar-kelenjar yang mengeluarkan hormon ke dalam darah agar kondisi tubuh menjadi seimbang. Frances menjelaskan apa saja kelenjar-kelenjar tersebut sekaligus menunjukkan essential oil apa yang cocok untuk mengatasi permasalahan pada kelenjar tersebut. Wah, di sini rasanya saya seperti kembali ke Biologi lagi, hehehe. Yuk, kita simak satu persatu di halaman selanjutnya!


9 Comments - Write a Comment

  1. nenglita

    Gue baru nyobain nih kemarin beli, Ris. Itu juga gegara sinusnya suami gue kambuh dan dia kaya yang “Obat apaan aja sini deh gue pake!” Hahaha, baru 2x make, entah karena emang waktunya sembuh atau apa, sekarang lumayan membaik sih :)

    1. That’s what she said! :D
      Kalo gue, nggak suka banget nyium aromanya lavender (dari sedikit yang baru dimiliki hehe). Karena udah tau ‘wejangan’ ini dari Frances Fuller, gue coba deh aplikasiin EO ini di mana-mana. Emang sih, begitu merhatiin kondisi badan sendiri, kayaknya ada masalah-masalah yang bisa dibantu sama khasiatnya si lavender, misalnya rambut rontok sama jerawat, hehe.

Post Comment