7/24, Potret Pernikahan Masa Kini

724*Gambar dari sini

Saat film 7/24 dirilis, saya cukup penasaran. Kenapa? Sebab, film ini adalah film yang jadi ajang come back-nya Dian Sastrowardoyo ke dunia akting. Plus, di sini, Dian beradu akting dengan Lukman Sardi pula. Selama ini, Lukman adalah salah satu aktor yang selalu menawan hati saya di tiap penampilannya. Total abis lah!

Terus, dalam sinopsisnya, film ini berkisah tentang sepasang suami istri masa kini yang sama-sama super sibuk dan gila kerja. Bahkan, untuk bertemu saja mereka sulit. Namun, kesibukan itu tidak membuat mereka saling cuek. Mereka mengatasi masalah itu dengan rutin berkomunikasi via ponsel atau media sosial.

Tantangan terjadi saat mereka sama-sama jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit selama 7 hari. Apakah peristiwa ini bisa mendekatkan keduanya, atau justru membuat rumah tangga mereka retak?

Saya pun langsung bergegas membeli tiketnya dan menonton bersama beberapa teman. Soalnya, saya merasa akan mendapatkan pencerahan karena, kok masalah yang ditampilkan dalam film itu gue banget ya, hahaha.. Maklum, namanya juga pasangan suami istri masa kini. Meski enggak seekstrem kehidupan Tyo dan Tania di film 7/24, tapi ada beberapa aspek dalam rumah tangga saya yang membuat saya merasa memiliki kesamaan dengan apa yang ditampilkan dalam film.

Ada satu hal yang paling saya sukai dari keseluruhan film ini. Selain menampilkan “huru-hara” yang biasa dialami pasangan suami istri modern, 7/24 juga menghadirkan isu tentang wanita bekerja dan beberapa kontroversinya. Aha, ini gue banget, nih!

Dikisahkan, Tania adalah seorang wanita karier yang perfeksionis dalam bidang pekerjaan. Setiap hari, ia berusaha menyeimbangkan pekerjaan dan keluarganya semaksimal mungkin.

Pilihan Tania untuk berkarier didukung penuh oleh Tyo, sang suami. Saat Tyo masih meniti karier di dunia sutradara, Tania lah satu-satunya orang yang percaya bahwa Tyo bisa menjadi seorang sutradara hebat kelak. Kini setelah Tyo menjadi sutradara peraih penghargaan, ia ingin memberikan dukungan yang sama kepada sang istri.

Di kehidupan nyata, saya sendiri cukup beruntung memiliki pasangan yang sedikit banyak mirip dengan Tyo. Bagaimana bentuk dukungan suami saya terhadap pilihan saya untuk menjadi ibu bekerja? Lihat di halaman selanjutnya, ya!


2 Comments - Write a Comment

  1. “Bentuk dukungan utama yang saya dapatkan dari suami bukanlah tepukan di pundak, kata-kata cinta atau hal-hal romantis lainnya. Bagi saya, bentuk dukungan utama yang ia lakukan adalah, ia mau berbagi tugas rumah tangga serta pengasuhan anak. Ini, menurut saya, adalah salah satu bentuk dukungan yang bukan sekadar ngomong belaka, atau NATO (no action talk only).”

    suka bgt bagian ini..dan sy pun punya yg begini..alhamdulillah..

Post Comment