Arisan Sama Dengan Menabung?

Etc

adiesty・07 Aug 2014

detail-thumb

Siapa yang masih suka ikutan arisan? Belakangan ini, saya mulai kembali melakukan kegiatan ‘undian uang’ ini bersama teman-teman kampus. Tujuannya, sih, nggak terlepas dari menjalin silaturahmi pertemanan yang lebih solid. Intinya, sih, buat saya arisan ini jadi ajang senang-senang.

Ngomongin soal arisan, banyak orang yang bilang kalau arisan itu banyak manfaatnya. Tapi ada juga yang menganggap bahwa arisan kurang bermanfaat dan nggak begitu terlalu penting untuk diikuti. Tapi buat saya pribadi, sih, penting atau nggaknya, tergantung pada masing-masing orang. Tapi rasanya, nggak salah, ya kalau saya bilang arisan ini sudah seperti budaya masyarakat kita?

arisan1*kocok arisan sekaligus buka puasa bersama bersama teman-teman kampus

Saya sendiri mulai mengenal kegiatan arisan ini dari Mama saya. Sejak saya kecil, sampai detik ini, Mama saya masih doyan ikutan arisan. Ada arisan RW, ada arisan RT, ada juga arisan ibu-ibu pengajian. Bentuk arisannya juga nggak nggak cuma uang, melainkan berupa barang alat rumah tangga. Kalau kata Mama saya, sih, arisan produk rumah tangga seperti ini lebih bermanfaat karena bisa langsung dipakai. Berbeda dengan uang, yang terkadang tidak jelas ‘larinya’ ke mana.

Saya jadi ingat, nggak lama setelah menikah saya sempat ikutan finansial check up bersama Aidil Akbar dengan beberapa rekan jurnalis lainnya, waktu itu salah satu financial planner-nya sempat bilang kalau arisan sebenarnya merupakan salah satu ajang untuk bersosialisasi. Jadi, memang nggak kurang cocok kalau dijadikan sebagai alternatif menabung karena nggak ada ‘bunga’ yang diperoleh. Terlebih kalau ada yang menganggap arisan ini sebagai bentuk investasi. Biar gimana kan, dari segi 'time value of money', jumlah uang arisan yang yang dikumpulkan dalam setahun nggak akan berkembang.

arisann

Zaman sekolah dulu, saya termasuk perempuan yang doyan ikut arisan, di mana kegiatan ini saya pilih sebagai alternatif untuk menabung. Mengingat saya termasuk boros dan nggak pintar mengelola keuangan, jadi saya pikir arisan merupakan salah satu cara yang tepat untuk menyimpan uang. Dengan ikut arisan, mau nggak mau saya jadi diajarkan  untuk disiplin menyisihkan uang. Apalagi kalau ingat saat sekolah, orangtua saya memberikan jatah ongkos satu bulan sekali. Jadi saya pikir, ketimbang uangnya menguap begitu saja lebih baik saya ikut arisan.

Walaupun saat ini tujuan arisan sudah bergeser, buat saya pribadi ajang arisan memang nggak terlepas dari ajang jumpa kangen dan silaturahmi. Makanya, ketika teman-temen dekat di kampus dulu ngajakin arisan, saya menyambut dengan senang.  Di samping itu hasil uang arisan juga bisa digunakan gunakan untuk hal-hal yang bisa bikin saya dan keluarga happy.  Misalnya, nih, ketika saya punya incaran tas, jam tangan atau bahkan gadget idaman, saya bisa menggunakan menggunakan uang arisan tersebut. Uang arisan ini juga bisa dialokasikan untuk dana liburan, lho. Intinya, buat saya uang arisan saya anggap bukan suatu institusi untuk berinvestasi.

Buat saya pribadi, sih, sebelum ikutan arisan saya memang harus menentukan lebih dulu tujuan ikutan arisan. Untuk apa uang arisan tersebut? Harapannya, dengan mengetahui tujuan pengalokasian dana arisan tersebut. Dan, yang nggak kalah penting sebelum mengikuti arisan, persiapan pengalokasian dana khusus yang harus dikeluarkan secara rutin setiap bulannya hingga periode arisan usai.

Kalau Mommies yang lain bagaimana? Masih ada nggak sih yang suka ikut arisan?

arisan*Arisan juga bisa jadi ajang playdate yang seru!