I’m a Craft Addict!

ina1

..begitu juga dengan banyak pengunjung lain (yang sebagian besar ibu-ibu) yang tidak pernah melewatkan event tahunan INACRAFT. Tagline tersebut beberapa tahun belakangan memang dipopulerkan di pameran kerajinan terbesar di Indonesia ini. Tahun ini merupakan penyelenggaraan Inacraft ke-16, dan digelar di Jakarta Convention Center (JCC). 

Event pameran kerajinan serupa memang terus menerus hadir sepanjang tahun dengan bermacam nama dan penyelenggara, tetapi tidak ada yang sebesar dan selengkap Inacraft. Bayangkan, pameran ini menempati seluruh hall yang ada di JCC, dengan jumlah 1290 stan. Jadi banyak pengunjung yang memang menunggu datangnya bulan April untuk hunting berbagai macam produk di Inacraft.

Biasanya, tidak cukup satu hari untuk memuaskan diri berkeliling melihat semua stan disini. Tetapi banyak juga pengunjung yang sudah memiliki ‘sasaran’ booth dan produk tertentu yang akan dicarinya. Saya sendiri penikmat Inacraft sejak 5 tahun yang lalu. As years go by, kini saya menikmati Inacraft dengan cara yang berbeda. Bukan saja sekedar mencari produk bagus untuk di-feature menjadi produk pilihan atau menjadi koleksi pribadi, but I wanna take the most out of it, explore and get more values, insights and knowledge from it.

Karena itu saya sengaja memilih datang pada hari pertama atau kedua di pagi hari saat pameran baru dibuka, sehingga suasananya lebih kondusif dan tidak terlalu berjejalan. Pada hari pertama pula, biasanya pemilik booth dan pengrajinnya sendiri ada di sana, sehingga saya manfaatkan untuk bertanya lebih jauh mengenai produk kerajinan yang mereka hasilkan, bagaimana proses pembuatannya, apa yang unik dari produk tersebut, dan sebagainya. Bagaimana sebuah besi yang sudah berkarat bisa menjadi produk hias yang eksotis, atau mengapa produk berbahan dasar kulit yang sama harganya bisa sangat bervariasi.

Seringkali menarik pula untuk mengamati perilaku pengunjung dan pembeli. Saya masih tidak mengerti mengapa ada satu booth keramik peralatan makan yang selalu ramai diborong pembeli, dan sebagian besar pembelinya adalah turis Jepang/Korea! Atau mendengarkan seorang pengrajin yang menjelaskan corak batiknya kepada seorang pembeli mancanegara.

Dan walaupun saya akhirnya tidak membeli apapun (oke, kalau ini memang lebay sih. Saya biasanya tetap membeli sesuatu dari Inacraft), tetapi kepuasannya tetap optimal. Dan saya pikir faktor ini juga yang membuat banyak turis asing yang memasukkan Inacraft dalam itinerary kunjungannya.

So, masih belum ke Inacraft 2014? Masih ada 3 hari lagi kok, sampai hari Minggu nanti. And maybe these little gallery of pictures will give you more reason to go ;)

Selanjutnya: Foto-foto sebagian produk di Inacraft >>


Post Comment