Semua Tentang UHT

Saat pertama punya anak, selepas usia pemberian ASI  1 tahun, saya mulai bingung melihat aneka ragam jenis susu yang ditawarkan di pasar. Kenapa ada susu pertumbuhan, susu kental manis, susu UHT, susu pasteurisasi dan sebagainya.  Mana susu yang harus saya pilih? Saya rasa masih banyak Mommies yang mengalami kebingungan seperti  saya.

Saya bertanya kepada seorang pakar teknologi pangan yang menjabat sebagai Direktur SEAFAST IPB, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi MSc. Beliau memberikan saya informasi sebagai berikut yang pasti akan berguna untuk Mommies..

*gambar dari sini

Kenapa susu harus diolah?

Mikroba akan cepat sekali berkembang biak pada makanan dan minuman apalagi di negara beriklim tropis seperti Indonesia dengan suhu dan kelembaban udara yang tinggi. Oleh sebab itu proses pengolahan makanan sangat diperlukan dalam menjamin keamanan pangan dan memungkinkan distribusi produk sampai ke tangan konsumen di seluruh pelosok Indonesia. Pada susu, mikroba yang berkembang biak di dalamnya akan membuat susu sangat mudah basi atau rusak. Untuk menjaga kondisi susu tetap baik, susu perlu diolah dan salah satunya dengan proses pemanasan. Tujuan utama proses pemanasan adalah membunuh mikroorganisme penyebab penyakit dan/atau penyebab kerusakan bahan pangan; sehingga produk menjadi lebih awet dan aman. Selain proses pemanasan untuk membuat susu menjadi steril, diperlukan juga proses pengemasan yang steril, yang dilakukan pada ruang steril, jadi produk yang dihasilkan adalah produk steril yang aman, berkualitas dan tetap terjaga kandungan gizinya .

Dalam hal produk susu cair, maka ada 3 jenis proses pengolahan yaitu susu yang diolah dengan teknologi pasteurisasi, Ultra High Temperature (UHT) dan sterilisasi konvensional. Apa bedanya?

Berikut gambarannya secara umum :

Nah, dari sekilas informasi tadi tentunya masih banyak hal yang Mommies ingin ketahui lebih jauh. Bagaimana memilih produk susu yang tepat untuk balita Mommies? Apakah susu UHT cocok untuk balita? Bagaimana kandungan gizi pada susu UHT ? Apakah susu UHT menggunakan pengawet? dan sebagainya. Kabar baiknya, Mommies akan bisa bertanya langsung kepada pakar teknologi pangan dari IPB Prof. Purwiyatno, pakar teknologi pangan dan dokter spesialis anak dari FKUI dr. Yoga Devaera SpA (K) di forum diskusi Female Daily selama beberapa minggu ke depan.

Kali ini topik diskusi kita akan mengulas tentang Mengenali Susu UHT untuk Balita. Bagi Mommies yang ingin berpartisipasi dalam diskusi ini, silahkan mengunjungi thread ini, ya.


12 Comments - Write a Comment

  1. Berarti kalau minum susu UHT kotakan kecil, misalnya gak habis bisa ditaro di kulkas lagi lalu diminum besoknya? Karena kalau kotakan kecil kan dibukanya pakai sedotan, jadi pastinya gak higienis lagi kan kalau disimpan di kulkas. Atau gimana yah? Bingung.

  2. Nadira dari umur 1 thn juga pake UHT. Gue sih emang cari praktisnya aja, gak perlu nyeduh2 dan bawa termos kemana2 hehehe.. Alhamdulillah anaknya doyan. Skrg kalo nyoba susu bubuk malah gak suka. Lagian gizinya lebih bagus UHT kan? :)

  3. Haduuhhh, Menik masih on-off nih dikasih susu selain ASI. Kenapa yaaa? Padahal anak-anak temen gue yg seumuran tampak gak ada masalah pas dikenalin sama UHT.. (biasa, sindrom mamak sibuk banding-banding)

    Btw, tabelnya berguna banget, jadi tahu deeeehhh apa tuh bedanya UHT sama pasteurisasi aja :))))

    1. Kii, dulu Langit juga gitu, kok. Emang tampaknya nggak terlalu suka susu. Tapi sekarang ini, pas di atas 4 tahun, deh, baru tuh kalo lagi mau susu, ya mauuuu terus. Kalo lagi nggak mau, ya nggak disentuh. Nggak apa2 juga sih, IMHO, susu kan bukan superfood :D

  4. Rasya malah lagi stop UHT pasca tipes bulan puasa kemarin. Dokter bilang sementara minum susu formula yg soya-based, dicurigai Rasya intoleransi laktosa. padahal sejak 1 tahun, susu tambahannya ya UHT itu. sekarang sih sesekali aja UHT dicampur ke kue/masakan, tapi belum diminum langsung lagi.mungkin pas 2 tahun mau coba kasi lagi.

    beda sama Menik-nya Sazqueen, Rasya mah susu apa aja doyan. ASI jalan, susu formula mau, UHT pun kalau ada depan matanya pasti disamber *anak peminum segala* tapi nggak apa2 kok Menik masih on-off susu UHT. yg penting asupan gizinya seimbang :)

Post Comment