Puasa Anak ala ‘Food Combining’

Mulai Ramadan tahun lalu saya menjalani puasa dengan sahur dan berbuka (sebisanya) mengikuti pola food combining. Untuk sahur, tahun lalu dengan eksklusif buah. Tapi tahun ini tentu saja saya kombinasi dengan makanan lengkap lainnya untuk memenuhi kebutuhan kehamilan.

Di luar bulan puasa pun kebiasaan mengawali sarapan dengan buah juga berlanjut untuk saya dan suami. Pelan-pelan, anak-anak saya juga hapal sendiri dengan kebiasaan ini. Hal ini membuat relatif mudah penerapannya ke mereka.

Saat sahur, begitu bangun Akhtar mengikuti pola untuk minum segelas air putih, kemudian dilanjutkan dengan jus buah segar dan potongan buah. 15 menit setelah itu baru makan nasi, sayur dan lauknya. Biasanya dia jadi agak kenyang setelah makan buah, sehingga makan nasinya  tidak banyak. Kalau melihat kombinasi nasi dan lauk protein seperti foto di bawah, memang kurang sesuai dengan pola food combining yang ‘benar’ ya, karena itu judul diatas masih saya beri ‘quote’ :D

 

contoh menu makan sahur Akhtar

Puasa baru 5 hari berjalan, tapi saya benar-benar melihat perbedaannya dibanding tahun lalu (saat ini Akhtar 9 tahun). Menjalani aktivitasnya seperti biasa, menghabiskan sisa liburan di rumah dan bermain di rumah teman, dan sama sekali tidak ada keluhan lapar dan lemas! Saya juga heran, beberapa kali saya tanya, “Akhtar hebat sekali puasanya, gak lemes ya?” “Enggak”. Ngantuk? Tidak juga. Karena biasanya tidak pernah tidur siang, saat puasa ini pun juga tidak dihabiskan dengan tidur siang.

Saat berbuka di rumah, sekarang dia juga sudah mulai terbiasa dengan ‘tahapannya’. Pertama adalah minum air putih pelan-pelan, dilanjutkan dengan segelas jus buah. Setelah itu sholat maghrib dulu, baru makan takjil atau makan nasi. Kalau buka di luar, well.. dinikmati saja lah ;)

Ada kekhawatiran kalori yang tidak terpenuhi pada anak? Saya sendiri tidak khawatir, karena saya pastikan Akhtar masih tetap mendapat asupan nutrisi yang seimbang.

Yang menjadi berubah signifikan adalah pola makan buahnya, yaitu hanya pada saat perut kosong, dan jumlahnya yang lebih banyak. Apalagi untuk puasa pada anak-anak, mereka kerap lupa untuk sering minum air putih, atau pada saat sahur, kadang hanya sempat minum 1.5-2 gelas. Nah dengan ‘bekal’ buah yang banyak ini, kebutuhan cairan selama puasa juga akan terpenuhi.

 


Post Comment