Menjadi Supplier Sampah

Menyambung tulisan sebelumnya, memilah sampah itu pekerjaan yang sederhana tapi biasanya kita malas karena ribet. Mesti sedia dua tempat sampah, kering dan basah; waktu buang sampah pakai mikir, ini masuk basah atau kering; belum lagi untuk sampah basah sebaiknya nggak dibungkus dengan kantong plastik. Tapi coba, ya, mampir ke Facebook Sawo Kecik ini. Barang-barang lucu-lucu ini sebagian besar berasal dari bahan sampah kotak susu, lho.

Sejak bertemu dengan Sawo Kecik, saya yang kebetulan mengonsumsi susu dan jus dalam kotak plastik sejenis jadi rajin memilah sampah kemasannya untuk dikirim ke Sawo Kecik, atau disetorkan saat ada Craft Day bersama pengrajin yang lain. Senang rasanya sampah kotak susu ini nggak berakhir di TPA, tapi malah jadi barang-barang lucu. Saya sendiri belum pernah kebagian karyanya, lho. Setiap ‘Panen’ selalu ludes. Betul-betul ‘senggol bacok’ pokoknya, haha. Sudah menyerah saya berjibaku saat ‘Panen’, mending pantau kapan Craft Day berikutnya lalu datang pagi-pagi biar bisa puas pilih-pilihnya :D.

Setahu saya, selain kotak susu plastik ini, bekas pouch sachet isi ulang minyak goreng, pembersih lantai, pewangi pakaian, dll, juga bisa didaur ulang menjadi barang-barang seperti tas atau kantong belanja cantik.

O, ya, di Craft Day biasanya ada sesi tutorial pembuatan barang-barang daur ulang juga. Saat Craft Day terakhir, 9-10 Februari 2013 lalu di Kedai Tjikini, Darris sempat ikut belajar membuat tempat koin dari kotak susu yang biasa dia minum. Agak hesitant, sih, dia. Katanya malu soalnya peserta lain perempuan semua dan nggak ada yang masih anak-anak. Tapi saya bilang,”kan, jadinya kamu paling kecil, paling hebat, dong?” “O, iya, ya, Ma..”

Yuk, kurangi sampah dengan mengirim sampah kotak susu ke Sawo Kecik sekalian ikut Panennya!

sumber foto: Facebook Sawo Kecik

 


6 Comments - Write a Comment

Post Comment