Yuk, Jadi Pengemudi Pintar!

Meskipun saya jarang menyetir mobil sendiri, belakangan ini, tapi saya suka gemas kalau melihat pengendara mobil lain. Saya sering membatin, semua pengendara jadi mengesankan urusan masing-masing lebih penting daripada yang lain.

Hal ini selain membuat jalanan (yang sudah semrawut ) makin kacau, juga banyak terjadi kecelakaan/ pelanggaran karena pengemudi yang nggak menerapkan smart driving. Hal kecil, nih, nggak menyalakan lampu sein jika harus belok, atau nggak sadar bahwa lampu rem nggak nyala. Ini bahaya, lho!

Pengendara mobil perempuan, bukan lagi hal yang baru. Tapi sayangnya, sering banget saya mendengar komentar, “Ih, pasti yang nyetir ibu-ibu, nih” kalau melihat mobil yang jalannya nggak mengikuti marka jalan. Atau, “Pasti yang parkir cewek”, kalau melihat mobil yang parkirnya semena-mena. Saya, sih, gemas mendengarnya. Memang kalau perempuan yang nyetir/ parkir, sudah pasti berantakan? Enak saja!

Beberapa waktu lalu saya mengikuti workshop Smart Driving yang diselenggarakan oleh Nissan Motor Indonesia, sekaligus memperkenalkan Nissan Evalia seri terbarunya. Ada beberapa  hal penting yang harus diperhatikan bagi para ibu yang juga mengemudi mobil.

How to Eco Drive?

  • Menginjak pedal dengan tekanan ringan, nggak perlu sampai penuh. Kan kita nyetir mobil di jalan umum, bukan di sirkuit :D
  • Ketika ingin memindahkan gigi (bagi yang menggunakan mobil manual), pindahkan ketika di tanda 2000RPM.
  • Jaga kecepatan atau putaran mesin agar tidak lebih dari 3000RPM.
  • Pada saat menemui jalanan menurun, nggak usah injak gas.
  • Kalau menyetir, santai saja. Sekali lagi, kita bukan sedang dalam lomba balap mobil, hehe. Jika memang terburu-buru untuk tiba di tempat tujuan, maka lebih baik jika kita sudah memperkirakan waktu tempuh, sehingga di jalan lebih santai. Kondisi terburu-buru juga sering mengakibatkan kita lebih ceroboh saat mengemudi.
  • Eco driving ini bukan semata-mata penghematan bahan bakar atau atas nama mencintai lingkungan, tapi juga bisa memperpanjang umur part kendaraan, mengurangi emisi gas buang dan polusi udara. Dan yang terpenting, mengurangi risiko kecelakaan.

Aturan dasar mengemudi:

  • Posisi tangan yang benar saat mengemudi adalah 9-3, tangan kiri di angka 9, tangan kanan di angka 3. Posisi ibu jari harus tegak di atas setir dan tidak masuk dalam lingkaran.
  • Selalu scan area sekitar. Adakah marka jalan? Motor? Rambu lalu lintas? Pejalan kaki? Atau mungkin, hewan yang lewat?
  • Sering baca tulisan ‘Jaga Jarak Aman’? ini harus dijaga beneran, lho, bukan sekedar pajangan yang mempermanis  jalanan, hehe. Menjaga jarak aman, mencegah risiko kecelakaan jika sewaktu-waktu kendaraan di depan kita melakukan pengereman mendadak.
  • Jika bawa anak, pastikan si kecil ‘terkunci’ di car seat-nya, untuk menghindari risiko yang disebabkan oleh kecelakaan. Menurut AAP, car seat atau booster seat harus digunakan hingga anak berusia kira-kira 13 tahun, lho!

Pernah mengalami kondisi darurat?

Saat rem blong, hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan panik. Kedengarannya sederhana, ya. Tapi kalau sudah dalam kondisi tersebut, pasti kita nggak kepikiran apa-apa lagi. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan saat rem blong:

  • Pindahkan pompa pedal rem untuk mengembalikan kemampuan system rem.
  • Pindahkan gigi ke posisi yang lebih rendah untuk memperoleh efek engine break.
  • Gunakan parking break (rem tangan) perlahan-lahan dan halus, sambil menahan tombol pengunci.
  • Arahkan kendaraan ke rempat yang relatif lebih aman.

Poin di atas bisa juga diaplikasikan saat kondisi pecah ban. Intinya sama, jangan panik!

Catatan penting lainnya bagi pengemudi perempuan adalah, wajib mengecek kendaraan sebelum digunakan. Agak malas, ya, biasanya kita hanya memakai. Urusan perbengkelan, diserahkan ke suami. Betul begituuu? Hahaha.

Hal-hal yang wajib diperhatikan mulai dari ban, kondisi mesin, posisi setelan kursi yang dibuat senyaman mungkin, spion. Jangan lupa juga periksa juga fungsi-fungsi lain, seperti lampu indikator, lampu rem, lampu jauh dan lain sebagainya.

Saya pribadi, merasa workshop Smart Driving kemarin sangat bermanfaat. Thank you, Nissan Motor Indonesia! Yuk, sama-sama kita belajar jadi Smart Driver, biar nggak ada lagi yang ngomong kalau pengendara perempuan itu nggak terpercaya!


11 Comments - Write a Comment

  1. IMO jalanan Jakarta tuh ngga terlalu semrawut dan driver2 jakarta tuh sabar2 lho. jarang klakson, barisan rapi, gak saling nyerobot. tp memang volumenya luar biasa ya pas jam pulang-pergi kantor/sekolah. cuma motor emg suka di tengah & kanan jalan, bahkan masuk ke jalur TJ ya :D
    di surabaya lebih rapi krn bbrp tahun belakangan ada kampanye lalu lintas.
    tapi di semarang….wadooww, klo sampe macet kayak di jakarta mah sikut2an srobot2an dah. gak mobil gak motor sama aja x_x

    TFS ya Ta eco drivingnya. baru tau ternyata nyetir santai, pasrah dan sabar berkontribusi ke eco juga :D

Post Comment