Pilih-pilih Sekolah

Mumpung menjelang tahun ajaran baru, saya mau kasih tulisan untuk orangtua murid, nih, dalam memilih sekolah anak, supaya nggak terlalu galau :)

Akhir-akhir ini, kan, memang sedang tren banget sekolah berlabel ‘National Plus’, ‘International’, ‘Bilingual’ dan yang sejenisnya. Ciri-ciri yang kasat mata pasti gedungnya yang supermegah, uang bayaran selangit, fasilitas yang (katanya) berstandar internasional, guru-guru yang (katanya) berstandar internasional, dan kurikulum yang (katanya) kurikulum internasional.

*gambar dari sini

Nah, sebagai seseorang yang juga bekerja di dunia pendidikan, saya berikan beberapa hal yang harus dicermati para orang tua, karena tidak selamanya sekolah megah dan bayaran yang mahal menjamin bahwa sekolah itu bagus:

1. Kualitas Guru

Jangan cuma terpana melihat guru ‘bule’ yang seliweran, tapi harus dicari tahu juga background guru yang bersangkutan. Ada, lho, sekolah mahal yang ambil bule dari jalan Jaksa!!

Expatriate yang berkualitas untuk mengajar di sekolah biasanya memang berasal dari faculty of education or at least dia punya teaching certificate. Orang tua murid harus berani bertanya ke pihak sekolah mengenai background guru-gurunya. Sekolah yang bagus pun biasanya tidak menutup-nutupi latar belakang guru mereka, malah biasanya hal tersebut dipampangkan di brosur atau dijelaskan panjang lebar ketika proses open house.

Selain faktor guru bule, perlu diliat juga kualitas guru lokalnya. Karena guru lokal zaman sekarang nggak kalah, lho, dari guru bule. Kami ini para guru produk lokal juga fasih mengajar dalam Bahasa Inggris (hehe … promosi).

Tapi bukan berarti orangtua nggak perlu melihat latar belakang guru-guru lokal ini, lho. Jangan lupa tanyakan misal, asal universitasnya, major pendidikannya, dan juga bagaimana dia menangani psikologis anak. Jadi nggak cuma cas cis cus Bahasa Inggris, tapi guru juga harus menguasai materi yang akan diajarkan dan bisa menyampaikannya dengan baik.

2. Kurikulum

Selain faktor guru, orangtua juga sebaiknya melihat juga kurikulum yang digunakan.

Sekolah National Plus, biasanya masih menggunakan kurikulum nasional tapi penyampaiannya dalam bahasa Inggris. Ada juga sekolah yang memang menggunakan kurikulum dari luar negeri. Kurikulum yang paling umum sekarang ini adalah IB dan Cambridge, walaupun ada juga sekolah yang menggunakan kurikulum HSC New South Wales.

Apa pun itu, kurikulum yang digunakan harus jelas panduannya. Jangan berhenti mencari tahu tentang kurikulum sekolah tersebut, Googling, tanya-tanya ke orangtua murid yang lain, atau konsultasi dengan pakar pendidikan untuk mengetahui lebih dalam tentang kurikulum yang digunakan.

Jangan sekedar ingin terlihat keren anaknya sekolah di sekolah internasional, padahal kita orang tua tidak paham sama sekali kurikulum yang digunakan.
3. Fasilitas

Setelah guru dan kurikulum, baru, deh, boleh kita tengok fisik gedung dan fasilitas sekolah.

Bukan berarti fasilitas tidak penting, tapi itu bukan penentu utama mutu anak-anak kita. Fasilitas hanya penunjang, tapi buat saya pribadi, yang tidak terlalu memaksakan anak untuk cemerlang secara akademis, jadi sedikit berharap sama fasilitas sekolah.

Misalnya begini, kalau di sekolah tersebut ada ekskul renang atau futsal, tentunya akan menjadi poin lebih bagi saya, karena siapa tahu anak saya menemukan dunianya di sana. But again, itu adalah pertimbangan kesekian setelah guru dan kurikulum.

Bagaimana dengan kalian, Mommies?


One Comment - Write a Comment

Post Comment