P!nk, From Bad-Ass Girl to Hot Momma

Sekitar setahun yang lalu, ada kontroversi yang dipicu oleh tweet seorang motivator terkenal. Sang motivator menyatakan bahwa perempuan yang suka merokok, dugem, dan minum alkohol tidak akan mampu menjadi ibu dan istri yang baik. Langsung dong, ya, sang motivator kebanjiran protes dan komplain.

Meski akhirnya ia menghapus tweet tersebut dan meminta maaf, namun tetap saja pernyataannya masih tertancap di kepala. Kenapa? Tak bisa dimungkiri, pernyataan sang motivator tadi mewakili stigma masyarakat umum yang melekat pada sosok perempuan.

Saya sendiri menjadi salah satu yang sempat tersinggung dan komplain berat terhadap pernyataan sang motivator. Waktu muda dulu (ceileh), saya termasuk golongan perempuan yang, jika menggunakan kacamata sang motivator, tidak akan bisa menjadi ibu yang baik. Merokok, checked. Dugem, checked. Minum, meski hanya social drinker karena saya nggak doyan minuman yang pahit, tapi checked lah. Lalu, sekarang, apakah saya jadi ibu dan istri yang nggak baik?

Kalo menurut teman-teman, keluarga dan suami saya, sih, kayaknya saya cukup baik ya. Nggak sempurna sih, tapi lumayan lah. Bahkan banyak lho teman-teman dan saudara yang kaget melihat perubahan saya sekarang. “Soalnya dulu lo nggak ada potongan untuk jadi ibu sama sekali, Ra,” begitu kata seorang teman kuliah saya. Hahaha…

And I know lots of women out there who experienced what I did, and struggle to be a good mom like I also do now. Salah satu contohnya adalah idola saya sejak ABG dulu, P!nk.

Kalo ngomongin P!nk, semua orang pasti tahu ya betapa “brutal” image-nya di media massa. Sudah tatoan di sekujur tubuh, suka bersumpah serapah bahkan di lagu-lagu ciptaannya sendiri, doyan mabuk-mabukan, gemar tampil dengan aksi ekstrem di atas panggung, dan suka bertingkah sesuka hati tanpa memikirkan orang lain.

Alhasil saat ia hamil, banyak yang menyangsikan, is she gonna be a good mom? Apalagi menurut ibunya sendiri, P!nk was a very difficult person when she was a kid. Sering berantem sama ibunya sendiri sampai diusir dari rumah di usia belasan tahun. Makanya, saat janin dalam perut P!nk diketahui berjenis kelamin perempuan, ibu P!nk langsung gembira karena “That’s good because now she (Pink) will know how it feels to raise a difficult daughter like herself.”

*gambar dari instagram P!nk

Yang bikin surprised, begitu Willow Sage Hart lahir, P!nk yang tomboi, langsung berubah jadi keibuan. Ia mengumumkan akan rehat sebentar dari dunia musik karena ingin mengasuh Willow. Lalu, nggak seperti selebriti lain yang terobsesi dengan bentuk tubuh, dia menghindari diet dengan alasan “I’m breastfeeding”.

Untuk urusan menyusui, bisa dibilang, P!nk amat militan. Saat ini, putrinya sudah berusia hampir 2 tahun dan ia masih menyusuinya. Padahal banyak selebriti lain yang memilih mendahulukan diet dan enggan menyusui supaya bentuk badan cepat kembali (batuk-batuk ke J-Lo). Nggak percaya? Baca di sini deh.

Yang saya juga suka dari P!nk, meski ia militan dalam mengurus anaknya, untuk karier, ia tak serta merta berubah jadi keibu-ibuan. Ia tetap mampu menjaga identitas dirinya sebagai P!nk, the bad ass singer who has great talents in music. Album barunya, The Truth About Love, pun tidak memberikan sedikit hint pun tentang identitas barunya sebagai seorang ibu. Isinya tetap edgy, “kencang” dengan lirik-lirik yang fun namun ‘dalam’.

Ini sesuai dengan prinsip saya untuk mempertahankan identitas saya sebagai sebuah entitas pribadi di satu sisi, dan sebagai seorang ibu serta istri di sisi yang lain. Jadi tidak dicampur-campur karena menurut saya, penting untuk menjaga beberapa sisi dari diri saya dalam kotak-kotak yang terpisah. Seperti yang dilakukan P!nk.

Btw, her husband is also verrryyyyy lovable. Tatoan dari ujung kepala sampai ujung kaki dan berprofesi sebagai pebalap motorcross yang berkali-kali mengalami patah tulang dan kecelakaan, tapi cinta banget sama anak dan istrinya. Such a great example for the proverb “Don’t judge a book by its cover” right?

Anyway, ada yang sama-sama mengidolakan P!nk seperti saya? Atau mengalami apa yang dialami P!nk dan saya juga (nyama-nyamain ah, hehehe..)?

*gambar dari sini


11 Comments - Write a Comment

  1. hahahaha..
    sampe sekarang pun masih gak percaya kalo bisa jadi ibu2 secara, walopun familiar sm anak2, tapi personally gw sangat bebas dan jauh dari disiplin..
    Dan bener lagi, to be a good mum, gak bisa kita mencampur adukkan semua dan menjadi yang terbaik. Ada saat2nya aku jadi ibu yg kurang baik, keluar ampe malem sama temen2 cewek (yg sebagian besar single) (anak titip nyokap)..
    Setelah refresh, kembali menjadi ibu yang baik lagi deh,. hehehe..
    Me happy, baby happy.. :D

  2. Yang komen di artikel ini pasti ada yang pernah merasa kesindir sama tweet-nya pak motivator *ngacung tinggi-tinggi* hahaha..

    Idem sama Chuwey, gue juga kadang2 masih nggak percaya sudah melalui masa hamil, menyusui, ribet cari sekolah, dsb dst. LOL. Dan merasa beruntung punya support system yang memahami bahwa menjadi ibu bukan berarti urusannya hanya dapur sumur dan kasur :D

  3. Thank you for this article!!!! yg dulunya “Bad Ass” belum tentu a BAD MOM…ehehehe…Klo dulu mulai jumaat sampe minggu gak pulang rumah clubbing (whoooppp confession) skrg jumat sampe minggu waktu keluarga..ehehehe.
    Bad Assnya (baca: keraskepala) skrg disulap jadi Bad ass soal breastfeeding :D apalagi ngadepin godaan sufor ;)

    Ps: Another Pink Fan here!!!!

  4. gue bisa dibilang ga kenal rokok, dugem, ato minum2. tapi ngga alim, tomboy, dan i swore a lot during my college years :D dan iya sama, no one ever thought I’d be a mom…of four. paling dipikirnya satu aja udah maksa kali yak hahhaha

  5. hahahaha jadi inget tweetnya si motivator. Ya 11-12 deh ama Ira :p Bahkan masih sempet clubbing pas usia hamil 4 minggu kalo gak salah (ini gue belom tau kalo gue hamil, bok!) Ya tapi semua bisa dilalui, walau naluri keibuan harus diasah.. :D

  6. Oia konon pas grammy awards yg kemarin si pink dpt nominasi but she chose not to come to the grammy and went for a holiday with her hubs and kid. But even before she had a child gw kok udah feeling ya kalo si mbak pink ini orgnya penyayang, opo sehhh hahahaha

  7. ahh gue juga ngefans sama si P!nk ini.. Dan jd salah 1 orang yg amazed banget dgn perubahan dia begitu punya anak, sempet takut musikalitasnya berubah.. Amazingly, dia bisa mengaktualisasikan dirinya sebagai penyanyi dan sebagai ibu bersamaan..

Post Comment