Dokumen Untuk Pindah Sekolah, Apa Saja?

0 share

Kira-kira setahun lalu kami pindah dari Semarang ke Jakarta karena mengikuti pindahnya lokasi pekerjaan Ayah. Untungnya saya ngga kerja juga, ya, jadi tinggal ngikut aja. Waktu itu Darris sudah kelas 2 SD dan Dellynn TK B. Agak tanggung untuk Dellynn karena tinggal setengah tahun ajaran mestinya sudah lulus TK. Jadinya waktu pindah terpaksa bayar uang pangkal TK full hanya untuk sekolah 5 bulan *elus-elus dompet*.

Dari segi anak-anak, syukurlah ngga ada drama yang saya khawatirkan. Seperti meninggalkan teman yang sudah akrab, terlalu attached dengan lingkungan sekolah atau salah satu guru, atau adaptasi di tempat baru yang rumit. Semua nampak seperti keluar gerbang sekolah yang satu, dan masuk gerbang yang lain. As simple as that. Bahkan dalam seminggu saya dengar logat Darris sudah ala Jakarta :D. Malah salah satu teman Dellynn katanya yang khawatir gimana nanti mainnya kalau ngga ada Dellynn lagi. Nampaknya anak-anak saya tipe kemana saja hayuk asal ngintil emak-bapaknya, urusan lain nomor sekian hihihi..

Sejak kabar kepindahan sampai pindah beneran, ada selang waktu dua bulan. Saya sengaja menunggu sampai semester selesai baru kami pindah. Nah, dua bulan itu saya pakai untuk sounding ke anak-anak bahwa kita semua akan pindah ke Jakarta. Sebelumnya kami sudah dua kali ke Jakarta, jadi anak sudah ada bayangan Jakarta itu ‘kayak apa’. Termasuk macetnya :p..

Saat itu, sih, anak-anak ngga ada pertanyaan atau kekhawatiran apa-apa. Tapi saat saya menulis ini, saya tanya kembali apa yang dipikirin saat itu, Darris bilang khawatir kalau teman-teman barunya nggak baik dan nggak punya teman dekat. Sementara Delllynn seperti biasa, go show aja whatever happens :D.

Soal surat-surat pindah sekolah, nah, ini, nih, yang agak aneh. Sebelumnya kami sudah menanyakan pada salah satu teman kantor Ayah yang baru pindah juga dari Semarang ke Jakarta. Katanya untuk siswa SD keatas harus mengurus surat pindah/mutasi siswa dari Dinas Pendidikan tingkat Kelurahan sampai Provinsi. Tapi ketika kami kroscek ke calon sekolah di Jakarta, katanya nggak perlu, cuma perlu rapor dari sekolah asal dan keterangan nomor induk nasionalnya saja. Ya, sudah, akhirnya kami cuma urus SK NISN-nya saja.

Tapi ternyataaaaa…setelah lewat setahun, lha, kok, sekolah mengirim daftar dokumen-dokumen persyaratan pindah sekolah Darris Darris yang belum lengkap. Yang di-list adalah:

1. Surat Pernyataan dari Orang Tua/Wali Murid.

2. Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) dari sekolah asal.

3. Fotocopy Piagam Akreditas sekolah asal.

4. Fotocopy Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dari sekolah asal.

5. Fotocopy Format 8355 dari sekolah asal.

Ketika saya forward daftar ini kepada kepala sekolah di Semarang, ternyata pihak sekolah Semarang tidak mengenal dokumen poin 5. Katanya dokumen mutasi Semarang tidak memerlukan dokumen seperti ini. Wah, bisa beda-beda, ya, tiap daerah. Untung saja saya bisa meminta contoh dokumen dari sekolah yang di Jakarta untuk dikirimkan ke Semarang sebagai contoh. Saat menyerahkan dokumen yang lain, saya sempat protes juga pada pihak sekolah Jakarta kenapa baru sekarang ada daftar dokumen yang perlu diserahkan padahal sebelumnya katanya tidak ada. Ternyata permintaan dokumen-dokumen persyaratan Mutasi siswa DKI/Luar DKI ini baru ada sekarang *hadeh, kok bisa, ya?*.

Tentang surat pindah dari Dinas Pendidikan seperti yang pernah diinformasikan teman kantor Ayah juga ternyata diperlukan, tetapi syukurlah katanya pihak sekolah Jakarta bisa menguruskannya.

Untuk Dellynn, waktu itu cuma diminta rapor dari sekolah asal dan semacam surat pernyataan pindah sekolah dari TK asalnya. Sampai lulus TK di Jakarta alhamdulilah tidak ada dokumen lain yang diperlukan.

Moga-moga setelah ini semua benar-benar beres, deh. Kemarin saya sempat khawatir apa data-data anak masih ada setelah lewat setahun? Jangan-jangan sudah dihapus atau masuk arsip yang ribet lagi carinya. Untunglah nampaknya semua masih on-hand dan pihak sekolah Semarang juga sangat membantu dan komunikatif dalam pengurusan dokumen-dokumen ini.

Mudah-mudahan membantu, ya. Apakah ada Mommies yang pernah mengurus pindah sekolah anaknya?

sumber foto dari sini

 

 

Share this story:

Recommended for you:

Leave a Reply