Mengembangkan Kemampuan Berpikir Dan Logika

Memang tidak bisa dipungkiri, untuk urusan hitung-menghitung menjadi momok yang menakutkan bagi anak-anak ketika di sekolah. Selain dituntut cepat, hasil yang didapat pun harus akurat – persis 1+1=2. Tentunya, dibutuhkan sarana aktivitas yang tepat bagi anak dalam upaya mengembangkan kemampuan berpikir dan logika anak, sekaligus aktivitas untuk tumbuh kembang anak.

Ya, sebagian orangtua masih menganggap matematika adalah mata pelajaran yang penting dan wajib bagi anak. Maka tak heran jika orangtua “menjejali” matematika kepada anak sejak dini–mulai dari SD, SMP, SMU, hingga perguruan tinggi. Di dunia sekolah sendiri, matematika memiliki peranan penting untuk mengembangkan otak kiri seperti kemampuan menganalisa, logika, bahasa,  maupun science dan matematika.

Ikat Rambut ala Luna

Maka tak heran jika pada zaman sekarang, matematika adalah salah satu mata pelajaran yang mendapat perhatian penuh dari orangtua dan lingkungan. Menurut Howard Gardner, kecerdasan matematika dan science merupakan satu dari sembilan kecerdasan majemuk. Untuk kecerdasan matematik dan logika, anak senang diajar melalui cara argumentasi dan menyelesaikan masalah.

Untuk mendukung kemampuan berpikir dan logika anak, sebaiknya disediakan tools yang mendukung aktivitas anak, misal:

Sediakan instrumen matematika. Biarkan anak bereksplorasi dengan kompas, penggaris, skala, dan gelas ukur.

Gunakan peralatan. Alat berhubungan dengan kecerdasan logika dan gerak tubuh anak. Setiap peralatan memerlukan pemahaman logika untuk menggunakannya. Dorong anak untuk belajar menggunakan banyak peralatan.

Komputer. Anak pasti senang memencet tombol atau bermain games. Pada anak usia sekolah sudah mulai bisa diajarkan membuat database, menjajal situs atau belajar Microsoft yang bisa membangun pengaturan logika dan struktur anak.

Menariknya, ada beberapa kiat bagaimana mengembangkan kemampuan berpikir dan logika anak tanpa harus memaksa. Kiat sederhananya adalah melakukan aktivitas dengan suasana riang dan senang. Misalnya, melalui permainan.

Ide Games untuk Anak 3-5 Tahun
• Lari. Menempel ke dinding berbagai bentuk geometri dan warna.
• Menghitung jumlah sendok, garpu, piring dan gelas di raknya.
• Menghitung “cookies” yang baru matang dari oven.
• Membuat daftar belanja sesuai kebutuhan anak dengan menggambarnya. Setelah itu, mintalah anak untuk memeriksa hasil belanjaannya–apakah sudah lengkap atau belum.

Ide Games untuk Anak 5-8 Tahun
• Anak-anak memotong karton tebal (warna bebas, tergantung selera) menjadi seukuran kartu hingga berjumlah 54 buah.
• Bagilah menjadi empat kategori “kategori visual”, masing-masing 13 lembar – tergantung kesukaan anak-anak. Misal Ben10, anak bisa menempelkan ikon-ikon Ben10 sebanyak 13 lembar tersebut.

Dari paparan Rustika Thamrin, psikolog anak dan keluarga dalam sebuah acara beberapa waktu lalu, saya sangat menyadari pentingnya kemampuan berpikir dan logika. Ya, saya ingin melewati proses ini bersama Luna dengan senang dan mudah sehingga dia mampu mengembangkan kecerdasan yang dimiliki tanpa beban :)


9 Comments - Write a Comment

Post Comment