Waspada Bahan Kimia Harian Untuk Buah Hati

Saya mau sharing tentang artikel penting, nih, Mommies. Artikel aslinya saya dapet dari www.naturalnews.com dengan judul: Are You Giving Your Child a Daily Dose of Toxins?

Setiap hari, produk kecantikan dan kesehatan kita mengandung zat kimia. Tidak terkecuali produk untuk anak-anak kita, mulai dari sabun, sampo, pasta gigi, lotion, bedak, baby cream, cologne, dll. Ketika terpapar racun, tubuh bayi dan anak-anak bereaksi berbeda dengan orang dewasa. Dalam dosis kecilpun akan berdampak pada perkembangan mereka, seperti rentan terhadap alergi, mudah terserang flu, atau bahkan ke depannya akan mengalami perilaku yang tidak biasa.

*gambar dari sini

Produk apa pun yang kita gunakan untuk anak kita, tetap berpotensi ‘memberi racun’, selama masih mengandung zat kimia. Jika hanya ada satu zat kimia dalam kandungan produk, maka sistem imun di tubuh mereka dapat mengeluarkan racun tersebut. Namun apabila secara terus-menerus si anak terpapar zat kimia dalam jumlah besar, coba saja dipikirkan sendiri akibatnya. Segala macam produk yang mengandung zat kimia, yang dipakai maupun yang dikonsumsi, dapat memicu terjadinya sakit kepala, asma, infeksi, dyslexia, autis, ADHD, dll.

Banyak orangtua, khususnya, yang tidak menyadari bahwa produk dengan label ‘bayi’ (sabun bayi, sampo bayi, dll), bukan berarti produk tersebut aman. Sodium lauryl sulfate merupakan kandungan zat kimia yang paling banyak ditemukan, baik dalam pasta gigi, sampo, produk perawatan kulit dan bubble bath.  Lain lagi dengan detergen dalam pasta gigi anak. Pada banyak industri, detergen digunakan sebagai penghilang minyak pada mesin mobil. Ini benar adanya. *wah, kalau bagian pasta gigi anak saya bisa untuk membersihkan mesin mobil, belum saya praktikkan. Itu baru kata artikelnya.

Pemanis buatan pada pasta gigi sepertinya juga menjadi bahan yang harus ada. Kebiasaan ini membuat anak-anak tergantung pada rasa manis, kadang, para orangtua sulit mengajak anaknya untuk sikat gigi kecuali ada rasa buah-buahan di dalamnya. Sakarin yang terkandung dalam pasta gigi sebagai pemanisnya telah dilarang penggunaannya di berbagai negara, namun di Amerika (oleh FDA–Food and Drug Administration), pemakaian sakarin dalam pasta gigi anak telah disetujui penggunaannya.

Kalau saya pribadi sudah mulai untuk beralih ke produk yang alami alias nonkimia. Kendalanya karena harganya yang belum bisa selalu cocok sama kantong. Tapi sebisa mungkin saya pakai produk alami. Apalagi saya punya bayi, kalau sudah tahu masalah ini tapi masih pakai produk pabrik, kok, ya, rasanya bersalah. Karena dampak zat kimianya bisa langsung dan bisa dalam jangka panjang. Pastikann dulu kandungan produknya, baca label dengan teliti. Hati-hati dengan mass production dengan label natural. Kalau saya lebih merasa nyaman kalau di mana tempat saya beli suatu produk, bisa juga tanya-tanya tentang produk tersebut, atau malah dapat tambahan ilmu, misalnya tentang dampak zat kimia.

Nah, semoga berguna, ya. Keep on reading and learning, Mommies =)

 

 


16 Comments - Write a Comment

  1. Hi mom! Kl yg suka saya baca2, produk dgn kandungan bahan alami misalnya ada campuran minyak kelapa, minyak zaitun, sayuran/buah2an, minyak esensial dari berbagai macam tumbuhan, beeswax (beeswax biasa ditemukan utk campuran kosmetik, dinyatakan aman. Yah kecuali yg alergi sama produk hewani. Silahkan browsing ya)
    Tanpa pewangi sintetis, jd wangi nya nga ‘nyegrak’/nyengat dihidung.
    Pengalaman saya pakai sabun alami (dari 2 merek berbeda), karakteristiknya moist n lbh gampang habis dibanding sabun komersil. Kl soal beli dimana, browsing ya. Ntar saya dikira jualan lg =p
    O iya, sorry jd panjang. Cm mo ksh info http://www.oghexpo.com ajang tahunan ber-green ria, produk food and non-food, weekend pertama bln okt.

  2. Kemaren gue ikutan pertemuannya KOI – Komunitas Organic Indonesia. Banyak dapet insight mengenai penggunaan bahan kimia dan lumayan nyeremin. Bahkan ngasih pemikiran baru, kalau masuk ke dalam perut, itu masih banyak ‘penghalang’nya maksudnya, makanan akan dicerna dulu baru nutrisinya diserap tubuh, kalau yang langsung kena kulit gimana? Hiya lhoooo, bener juga kan?

    Gue masih nggak konsisten sih, sempet beberapa kali makein Langit sabun organic, tapi kalau ga sempet repurchase sementara sabunnya habis, suka cuek aja pake yang ada :D

  3. @ nenglita: ho-oh, sama deh. Blm konsisten utk 100% pake green product. Paling nga byk2 ngurangin yg kimia, soale kl dipikir anak2 makin byk yg autis, ADHD, atau dll, tanpa tau sebabnya. Mending ganti produk alami aja, kl emang produk berkimia jd salah satu pemicunya.
    Kl dipikir lg (hayyaaa, kebanyakan mikir..hehehe), anak lahir, dianya nga minta. Trus kl parents merawatnya krg baik, kasian bgt ya anak2.. Ayo babyTa, mandi pake sabun *** yuk! =D

Post Comment