Soto Bandung

Sudah dua kali Lebaran, saya memilih menu Soto Bandung sebagai teman pelengkap ketupat. Sebabnya ada dua. Yang pertama, suami saya kurang suka masakan bersantan. Selain itu, katanya, sayur godog atau opor full santan biasa ditemukan di tiap rumah yang kami kunjungi. Jadi supaya ada variasi, dia request minta yang tidak bersantan.

Kedua, Soto Bandung relatif lebih sehat ketimbang menu pelengkap ketupat lainnya yang rata-rata dimasak dengan santan dan bumbu yang mlekoh. Soto Bandung jadi terasa segar karena bumbunya minimalis namun tetap lezat.

Tertarik untuk mencobanya? Silakan longok resep berikut, ya :)

Bahan:

1 kg daging sandung lamur atau sengkel

3-4 liter air untuk merebus

5 lembar daun salam

3 cm lengkuas, digeprek

3 cm jahe, digeprek

3 tangkai sereh, ambil putihnya, memarkan

2 buah lobak, iris tipis-tipis

Garam

Gula

Merica bubuk

Bumbu halus:

3 siung bawang merah

8 siung bawang putih

Pelengkap:

Kedelai goreng

Ketupat/lontong

Emping

Sambal cuka

Bawang goreng

Cara membuat:

–          Rebus daging, air, salam dan lengkuas hingga empuk. Karena saya menggunakan panci presto, saya merebusnya selama kurang lebih 30 menit saja. Kalau menggunakan panci biasa, airnya ditambah ya.

–          Saring kaldu. Angkat daging, potong-potong dadu kecil.

–          Tumis bumbu halus hingga wangi. Masukkan ke dalam kaldu daging. Panaskan.

–          Masukkan jahe, sereh, lobak, daging, garam, gula, merica. Masak hingga meresap dan lobak empuk.

–          Cicipi hingga rasanya pas. Sajikan dengan pelengkapnya

 

Sambal cuka:

–          Haluskan 8 buah cabe rebus dan 1 siung bawang putih.

–          Tumis dengan sedikit minyak, lalu bubuhi garam dan gula. Angkat.

–          Berikan ½ sdm cuka, aduk rata.

Gampang, kan? Dimakan pakai ketupat enak, pake nasi juga sedap. Selamat mencoba!


3 Comments - Write a Comment

Post Comment