Review 3 Botol Kaca Penyimpan ASIP

Untuk menyetok ASIP di freezer, ada dua pilihan wadah yang bisa kita gunakan: kantung/plastik atau botol kaca. Jika mengikuti jeritan hati, sih, dulu saya inginnya nyetok ASIP pakai kantung/plastik saja. Praktis, sekali pakai bisa langsung buang. Tidak perlu repot-repot cuci dan steril. Dari segi penyimpanan pun lebih hemat ruang karena bisa ditumpuk-tumpuk. Sayangnya, jeritan dompet berkata sebaliknya :D

Pada zaman itu, merek kantung/plastik ASIP belum sevariatif sekarang dan harganya masih lumayan mahal. Demi pengiritan, saya memilih botol kaca. Botol kacanya pun bukan yang bermerek macam BabyPax atau Pigeon (itu, mah, mahalnya sami mawon… eh, saya anggap mahal karena total belinya, kan, bukan hanya 3-6 botol, ya, melainkan puluhan).

Ada tiga jenis botol kaca yang pernah saya gunakan. Saya review satu per satu, ya, Mommies.

Botol selai

Foto diambil dari sini

Kelebihan:

+ Ada beberapa ukuran yang bisa dipilih, yaitu 100 ml, 200 ml, dan 250 ml. Bahkan, sekarang ada juga yang 330 ml!

+ Leher botol lebar, mudah dibersihkan.

+ Bagian atas dan bawah botol diameternya sama besar, jadi botol bisa ditumpuk.

Kekurangan:

– Bagi saya yang hasil perahannya berkisar 50-120 ml sekali pompa, ukuran botol 250 ml terasa sangat mengintimidasi :D

– Ukuran botol yang 250 ml bikin freezer terasa cepat sesak (kalau isi tiap botolnya full, sih, tidak apa, tapi jika ASIP hanya memenuhi setengah botol, bahkan kurang, jadinya penyimpanan tidak efektif). Entah yang 330 ml, ya, saya tidak pernah coba karena tidak cukup PD buat membelinya :D

– Membuka tutup botolnya harus pelan-pelan. Pernah karena terasa macet jadi agak saya hentak, eh, tumpaaah *mewek*

Botol ex UC 1000

Foto diambil dari sini

Kelebihan:

+ Mudah didapat. Bisa ‘nodong’ teman/keluarga yang minum UC 1000, bisa kita sendiri yang minum lalu menggunakan botolnya.

+ Muat menampung ASIP hingga 120 ml, sesuai dengan kebutuhan sekali minum rata-rata bayi (tidak kedikitan, tapi tidak kebanyakan juga).

Kekurangan:

– Jika beli dari pihak lain, asal-usul botol tidak jelas. Bisa saja, kan, dipungut dari tempat sampah, sungai, dsb. Beberapa kali di antara botol yang saya beli di Pasar Pramuka, Jakarta, bagian dalamnya agak kotor dan sulit dibersihkan. Beberapa online shop kadang mengaku botol yang dijual adalah replika, bukan botol bekas. Entah benar atau tidak, ya.

– Jika mengisinya terlalu penuh (hingga leher botol), kemungkinan botol retak sangaaat besar.

– Leher botol kecil, jadi ukuran sikat untuk membersihkan mesti diperhatikan. Bulu sikatnya pun mesti yang lentur agar bisa melewati leher botol.

– Menghilangkan sisa sabun agak lama dan mesti dengan aliran air keran yang deras agar bagian dalam botol terbilas bersih.

Botol tutup karet

Foto diambil dari sini

Kelebihan:

+ Biasanya dilengkapi garis di botolnya sebagai tanda batas maksimal pengisian ASIP.

+ Dulu, setahu saya hanya ada satu ukuran, yaitu 100 ml. Tapi sekarang ada juga yang jual ukuran 50 ml dan 250 ml.

+ Leher botol tidak kecil sehingga membersihkannya mudah.

+ Tampilan botolnya cantik, persis seperti yang suka digambarkan di film-film kartun zaman dulu (maaf, komen yang ini bisa diabaikan karena terlalu pribadi dan subyektif, hihihi).

Kekurangan:

– Jika ada perubahan suhu (misalnya pintu freezer terlalu lama dibuka) tutup karetnya suka ada yang mental.

Untuk harga, sengaja tidak saya tulis, ya, karena takut sudah berubah. Yang jelas kalau mau beli online, browsing sebanyak-banyaknya biar menemukan toko yang jual paling murah :D

Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan tersendiri. Terserah Mommies, deh, paling sreg pilih yang mana.

Selamat menabung ASIP!


32 Comments - Write a Comment

  1. Pingback: Eva

  2. Momies maaf mau tanya. Kandungan ku masih 5 bulan. Tapi saya lg belajar dr sekarang soalnya saya masih kuliah dan bayi harus ditinggal2 nantinya. Kalau untuk botol kaca ex uc 1000 beli dimana ya? Kalau beli di ol shop berat di ongkirr :(( Hehehe maaaaaff kalo oot.

Post Comment