Memotong Kuku Bayi? Siapa Takut!

Siapa di sini yang takut memotong kuku bayi? SAYAAA! *ngacung paling tinggi*. Ya, hari kedua setelah bayi saya lahir, dengan santainya saya minta tolong ke suster di rumah sakit untuk memotong kuku anak saya. Nah, pas sudah di rumah? Saya meringis melihat kukunya yang cepat sekali panjang tapi juga takut melukai daging di jari kecilnya kalau saya potong kukunya. Karena saya sendiri di rumah, mau tidak mau, saya harus belajar dan memberanikan diri untuk memotong kuku si Menik. Setelah tiga kali percobaan di waktu yang berbeda, saya dapet, deh, triknya.

  1. Waktu yang paling tepat versi saya adalah ketika bayi sedang tidur pagi setelah mandi. Kuku akan lebih lunak dan lembut dalam keadaan lembab setelah terkena air. Badan bayi juga lemas ketika sedang tidur, jadi tidak ada perlawanan karena penasaran dengan benda bernama gunting kuku yang dipegang oleh Mommies.
  2. Pegang telapak tangan dan jari bayi, lebarkan jari-jarinya dan tarik ke arah bawah sedikit kemudian mulai potong dengan bentuk melingkar. Pastikan tidak ada bagian yang runcing, karena bayi sering mengarahkan tangan ke mukanya dan berpotensi menggores. Lakukan hal yang sama dengan kuku kaki. Kuku kaki juga tidak boleh runcing, pengalaman saya sih, bisa bikin benang kaos kakinya nyangkut!
  3. Jika tersedia kikir kuku bayi (nail files) boleh digunakan agar kuku bayi tidak tajam setelah dipotong.
  4. Gunakan cotton bud yang dibasahi dengan air atau baby oil untuk membersihkan kotoran di bawah kuku bayi.
  5. Frekuensinya bisa disesuaikan dengan keadaan kuku bayi. Biasanya untuk kuku tangan 2-3 hari sekali, kalau kuku kaki seminggu-dua minggu sekali. (Kuku kaki lebih lambat tumbuhnya dibanding kuku tangan). Jika terjadi ‘kecelakaan’ luka sedikit, jangan panik. Segera bersihkan dengan kapas basah kemudian berikan antiseptik.

Selesai, deh. Jika ada baby lotion, boleh digunakan, agar kukunya lembut. O, ya, Peralatan grooming pertama yang saya punya termasuk lengkap (langsung punya gunting kuku, potongan kuku, kikiran kuku) dan sangat berguna sampai sekarang (Menik berusia 9 bulan). Penampakannya seperti ini, suami yang beli, di toko perlengkapan bayi lantai dasar RSIA tempat saya melahirkan karena saya lupa beli hihihi.

*Gambar dari sini

Sip! Jadi tidak khawatir lagi dong untuk memotong kuku bayi? ;)

Peralatan grooming pertama yang saya punya termasuk lengkap dan sangat berguna sampai sekarang (Menik berusia 9 bulan). Penampakannya seperti ini, suami yang beli, di baby shop lantai dasar RSIA tempat saya melahirkan karena saya lupa beli hihihi.

21 Comments - Write a Comment

  1. nenglita

    Gue juga awalnya ngeri nih, potong kuku Langit. Mana ada yang bilang, abis dipotong kuku bayi bisa lebih keras dan tajam, bisa cakar muka sendiri. Akhirnya Langit gue pakein sarung tangan, sampe 2 bulanan kayanya terus suatu hari kukunya cakar mukanya deket bagian mata, serem banget, sampe berdarah. Lah, ternyata sama aja, akhirnya gue potong aja itu kukunya Langit deh, sekalian.
    Pas udah balita, lebih ga bisa diem, agak susah. Tapi triknya cuma, “mau pake kuteks nggak, kalau mau harus potong kuku dulu” hihihi…. dan selalu berhasil!

  2. sanetya

    Hihihi gue parno tapi trus mikir kalau bukan gue yang potong, siapa lagi? Laki gue lebih penakut. Hahaha. Dulu Igo suka ngeri sendiri kalau mau potong kuku tapi dikasih pengertian soal telur cacing dll hihihi dia jadi berani.

  3. Gue dulu juga nekad aja motong kuku Maika sendiri. Abis gak ada yang berani juga selain gue.
    Gue selalu gunting pas Maika bangun, karena Maika itu susah tidur dan gampang kebangun. Gunting kuku dia pas tidur malah bikin gue stress bikin tidurnya lagi karena pasti kebangun. Untungnya Maika tuh anteng bener diguntingin kukunya, sampe sekarang :) Kadang dia yang kasih tau kalo kukunya udah panjang dan perlu dipotong.

Post Comment