Menghitung Biaya Selama Hamil

Senang banget, ya, menghadapi kehamilan, diberikan rezeki titipan lagi sama Yang di Atas. Masa hamil – buat saya – adalah  masa yang sangat indah. Biarpun mual-mual, makan jadi milih-milih, tetep senengya tidak tergantikan, ada satu mahluk yang tiap hari makin besar di dalam perut, belum lagi kalau si janin bergerak-gerak …  itu luar biasa.

Siap menikmati kehamilan berarti siap juga dengan dananya, ya. Jangan rasa bahagia kita jadi berkurang karena ada perasaan takut untuk tidak mampu membiayai kehamilan ini.  Saya yakin semua ibu dan calon ibu di sini bisa merencanakan dana ini.

Sebenarnya dari sisi finansial dana apa saja yang perlu kita siapkan? Pertama, kita harus hitung adalah biaya kedatangan ke dokter kandungan (DSOG). Idealnya di trimester pertama hingga kedua, kita berkunjung ke dokter sebulan sekali, setelah trimester ketiga, biasanya kunjungan akan ditingkatkan menjadi dua kali seminggu.  Jadi dalam 9 bulan itu bisa dirata-ratakan bahwa kita datang ke DSOG sebanyak 12 kali. Biaya kedatangan ke dokter ini tidak hanya biaya konsul saja, tapi kita juga harus menghitung biaya pemeriksaan dengan USG.  Selain dari biaya pemeriksaan fisik, biasanya dokter akan meminta kita untuk melakukan beberapa pemeriksaan laboraturium, yang biasanya untuk melihat kondisi apakah ibu mengalami anemia, atau mengalami infeksi bakteri yang dapat membahaykan kondisi janin.

Lalu, dana kehamilan ini sumbernya dari mana aja? Untuk para working moms atau para ibu yang suaminya bekerja sebagai pegawai di suatu perusahaan, tolong dicek fasilitas asuransi kesehatan yang diberikan. Jika mendapatkan fasilitas tersebut, maka langkah selanjutnya adalah melihat apakah nilainya CUKUP atau tidak. Beberapa perusahaan ada yang memberikan coverage penuh, tapi ada juga yang memberikan jaminan kesehatan dengan meberikan batas maksimal tahunan untuk pengeluaran biaya kesehatan pegawainya.

Untuk  yang self-employed, segera lakukan persiapan dana kehamilan dan sekaligus dana melahirkan (ini kita bahas di sesi lain, ya) begitu Mommies berencana memiliki anak. Semakin cepat dimulai, semakin kecil investasi yang perlu kita lakukan.

Sharing sedikit, ini adalah biaya yang dikeluarkan ketika saya hamil anak kedua saya. Beberapa angka saya bulatkan ke atas, supaya mudah untuk menghitungnya.

Anda bisa melakukan investasi ini bulanan, atau bisa kita langsung sisihkan dari pendapatan tahunan, tergantung kemampuan masing-masing. Jangan lupa, ada inflasi 10%, ya.

Biaya kunjungan dokter ini adalah biaya yang pasti dikeluarkan dan angkanya tidak terlalu fleksibel.  Adalagi dana yang kita keluarkan sepanjang kehamilan, yaitu dana perlengkapan bayi.  Ini yang sebenarnya bisa berbahaya kalau tidak tahu batasannya.

Biaya perlengkapan bayi ini bisa sangat variatif.  Bisa dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Penting sekali untuk memberikan batasan untuk pos biaya perlengkapan bayi ini. Pastikan kebutuhan utama untuk bayi terpenuhi dengan memberikan batasan nominalnya.

Kiat untuk menghemat  adalah meminjam barang-barang perlengkapan dari saudara/teman.  Baju hari-hari yang masih layak pakai, tempat tidur bayi, stroller, car seat, adalah contoh barang-barang yang bisa kita pinjam – for free – dari saudara atau teman. Atau bisa juga kita meminjam tempat peminjaman barang perlengkapan bayi, sehingga kita cukup mengeluarkan biaya sewanya saja.

So, make your budget plan now, and enjoy your pregnancy!

*Penulis, Reliza Arfiani (Icha) adalah Planer di QM Financial. Icha menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi jurusan
Akuntansi Universitas Indonesia. Kemudian meneruskan S2 di International
University of Japan di Niigata, Jepang.

*Gambar ilustrasi dari sini


32 Comments - Write a Comment

Post Comment