MPASI Saat Liburan

Kalau kemarin saya sudah share mengenai MPASI Maika selama di perjalanan udara, jadi sekarang saya akan cerita mengenai MPASI selama di Sydney. Seperti yang saya ceritakan tadi pagi, selama di Sydney saya menginap di rumah adik ipar. Hal ini tentunya mempermudah urusan masak memasak.

Sesampainya di rumah adik ipar, Maika saya beri biskuit yang saya campur air putih. Lalu sorenya kami pergi ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan MPASI Maika. Selain membeli buah-buahan dan sayuran yang sudah lulus tes selama di Jakarta, saya juga membeli ikan salmon, yogurt, pasta bayi, toping pasta siap saji, dan beberapa jar makanan siap saji untuk keadaan terdesak.

Saya membuat berbagai macam puree buah-buahan dan sayuran yang sebagian saya bekukan untuk keperluan seminggu. Makanan yang saya siapkan hanya yang gampang saja, misalnya:

  1. Puree pir/cantaloupe/apel/jeruk campur dengan rice cereal
  2. Puree pir/cantaloupe/apel/jeruk campur yogurt
  3. Pisang kerok campur dengan keju parut dan ASI
  4. Mashed potato keju campur puree brokoli/wortel/kacang polong
  5. Pasta bayi rebus dan hancurkan, siram dengan toping pasta siap saji
  6. Pisang dipotong tipis, panaskan di atas wajan campur keju dan air jeruk
  7. Bubur nasi polos campur salmon panggang yang dihancurkan
  8. Pasta bayi disiram pumpkin saus keju
  9. Oatmeal campur puree buah-buahan dan keju

Selain menu di atas, bisa juga makanan yang bisa dimakan begitu saja seperti alpukat dan pisang.

Sesekali saat seharian pergi, saya berikan Maika makanan siap saji dalam jar yang selalu saya bawa di tas Maika. Atau bahkan mendatangi restoran yang menyediakan mashed potato atau bubur saat saya tidak membawa makanan untuk Maika.

Peralatan masak yang saya bawa hanya hand blender Philips, food processor dari Pigeon, dan food masher juga bowl Annabel Karmel. Wajan dan sutil saya beli di sana dan kemudian saya tinggalkan juga di sana. Sedangkan alat makan andalan selama travelling yang selalu ada dalam diaper bag Maika: sendok plastik, pemotong makanan merek combi, tempat makan multifungsi (terdiri dari 3 container beda ukuran), botol minum, dan tisu hand & mouth merek Pigeon.

Usia MPASI ini memang bisa dibilang cukup tricky, ya, karena anak-anak sudah makan, tapi makannya masih terbatas. Kesannya ribet, deh! Nah, ini kiat saya untuk Mommies yang mau liburan dengan anak usia 6-12 bulan:

  1. Tidak usah terpaku dengan menu makanan yang ‘sempurna’, misalnya harus ada buah, daging, sayuran, karbohidrat di tiap harinya.
  2. Hanya mengolah makanan yang sudah dicobakan pada anak dan lulus tes alergi.
  3. Tidak perlu anti makanan siap saji jika diperlukan, walau saya lebih memilih makanan siap saji yang dalam jar.
  4. Saat anak mogok makan, tidak usah stres dan memaksa anak makan, coba saja lagi 2-3 jam kemudian.
  5. Bawa banyak camilan praktis seperti Gerber food fingers, Heinz Teething Rusk, atau Wakodo baby snack.

Saya beruntung karena Maika tipe bayi yang suka makan, walau porsinya tidak terlalu besar. Selama travelling bahkan sampai sekarang usia Maika 3.5 tahun, saya jarang mengalami Maika mogok makan. Maika selalu menikmati makanannya, tapi saya juga tidak akan memaksakan makanan harus habis. Saat Maika memberi isyarat kenyang, saya sudahi saja acara makannya.

Jadi berlibur membawa anak di fase MPASI tidak repot kok, cari saja resep yang gampang dan tinggal campur.  Selamat berlibur!

 

 

 

 


12 Comments - Write a Comment

Post Comment