Bike Trailer, Kereta Gandeng Sekaligus Stroller

Multifungsi sekali, ya? Apalagi yang bisa naik bukan hanya satu balita, tapi bisa dua sekaligus! Pas buat Rakata-Ranaka, jadi mereka tidak perlu berebut, hehehe.

Mama saya membeli bike trailer ini di Melbourne, saat mengunjungi kakak yang baru melahirkan. Sepertinya, sih, mama membeli bike trailer ini bukan hanya sebagai oleh-oleh buat cucu-cucunya di Indonesia, tapi juga untuk ‘mengerjai’ ayah saya :D

Ayah saya itu hobi sekali bersepeda. Meski usianya Agustus nanti genap 69 tahun, ayah masih kuat bersepeda bolak-balik dari rumah kami di daerah Taman Mini ke Bintaro sektor 9, lho (pulang-pergi 52 kilometer!). Cukup sering juga di hari Minggu, ayah bersepeda ke daerah Monas, Sudirman, atau Kuningan, saat car free day. Hebat, ya, staminanya. Saya saja tidak yakin sanggup melakukan hal serupa :D

Nah, karena hobi bersepeda pula, ayah suka mengajak Rakata-Ranaka,  untuk bersepeda keliling komplek. Tapi, selama ini Rakata-Ranaka harus sabar bergantian, karena boncengannya (yang disangkutkan di batang tengah rangka sepeda) hanya muat untuk satu anak. Belum lagi, setiap pagi hingga sore juga ada Adia, keponakan saya. Jadilah ayah saya diantre oleh tiga bocah.

Tapi sejak ada bike trailer, ayah bisa memboyong tiga cucunya sekaligus buat jalan-jalan keliling kompleks. Dua di bike trailer, satu di boncengan. Sayang pas foto diambil, Adia sudah pulang ke rumahnya, jadi belum ada dokumentasi saat ayah rempong membawa tiga cucu :D

Nah, itu fungsi pertama bike trailer sebagai kereta gandeng. Untuk dijadikan stroller, tinggal lepas rangka yang menghubungkan bike trailer ke sepeda, lalu pasang roda depan. Voila, langsung bertransformasi jadi stroller tiga roda, deh.

Berikut review dari saya mengenai bike trailer milik Rakata-Ranaka:

Merek: Bennetts, tipe TBUG01

Harga: 120 AUD (sekitar Rp 1.140.000)

Kelebihan:

-Stabil. Saat di belokan, posisi semua roda tetap memijak di jalanan (tidak terangkat/ngejengkang). Ayah saya bilang, membawa bike trailer di belakang sepeda juga cukup mudah, hanya butuh latihan sebentar.

-Ada shockbreaker. Jadi meski aspal yang dilewati agak kurang rata, tetap terasa empuk dan nyaman untuk anak.

-Sanggup mengangkut berat total hingga 40 kg.

-Sabuk pengamannya dobel. Satu mengikat dada-selangkangan, satu mengikat pinggang. Jadi lebih aman. Meski anak mendadak rewel/meronta di tengah jalan, tetap terikat kuat.

-Memiliki dua cover penutup di bagian depan. Cover jaring-jaring agar tidak digigit serangga, dan cover plastik sebagai ‘payung’ jika di tengah jalan mendadak hujan.

-Ada hand lock brake, sehingga bisa diparkir di jalanan menanjak/menurun

-Pemasangannya knock down. Jadi jika semua rangka dan bagian dilepas, tidak butuh tempat penyimpanan yang luas.

Kekurangan:

  • Jika malas bongkar-pasang dari sepeda, butuh ruang penyimpanan yang lumayan luas. Lebar bike trailer sekitar 70 centimeter, panjangnya sekitar 1 meter lebih. Belum ditambah panjang sepeda.
  • Memasang hand lock brake system agak ribet, dan petunjuk pemasangan di buku manualnya pun kurang spesifik. Sebaiknya biar para suami yang mengerjakan (karena mereka lebih jago urusan beginian, hehehe). Pengalaman kemarin saya yang pasang, jadinya amburadul dan rem malah tidak berfungsi :D

So far, sih, menurut saya memang lebih banyak kelebihannya dibanding kekurangannya.

Btw, meski mama saya membelinya di Aussie, seorang teman bilang pernah melihat bike trailer di Ace Hardware juga, kok, (entah merek apa) dengan harga sekitar 1-2 juta.

Yang jelas, mainan baru Rakata-Ranaka ini ampuh bikin ‘ngiler’ anak balita satu kompleks. Hmmm, apa sebaiknya saya komersilkan saja sebagai tandingan  odong-odong, ya? :D

 


14 Comments - Write a Comment

Post Comment