Nonton Born to be Wild di Keong Mas

Minggu lalu, saya mengajak Laras nonton Born to be Wild di teater IMAX Keong Mas Taman Mini Indonesia Indah. Selain untuk menonton film dokumenter yang baru rilis beberapa minggu yang lalu, saya juga ingin mengenalkan Keong Mas ke Laras sekalian nostalgia, karena terakhir nonton di situ adalah waktu saya SD dulu :D.

Saat mengajak Laras nonton, saya tanya apakah dia mau nonton film Orang Utan di Taman Mini, dan dia pun menjawab mau dengan excited. Sebelumnya Laras pernah nonton acara dokumenter di salah satu TV swasta yang bercerita tentang penyelamatan anak-anak dan bayi Orang Utan serta Orang Utan dewasa di hutan Kalimantan. Dia sangat terkesan sampai setiap hari dia bilang, “mau nonton Mama Abud”. Mama Abud adalah nama salah satu Orang Utan yang diselamatkan tersebut.

Born to be Wild sendiri adalah film dokumenter yang menceritakan 2 wanita yang berdedikasi dalam penyelamatan anak-anak Orang Utan di Kalimantan dan anak-anak Gajah di Kenya. Mereka adalah Daphne Sheldrick dan Birute Galdikas yang tanpa kenal lelah dan menyerah berusaha untuk menyelamatkan dan merawat anak-anak hewan tersebut yang memang telah yatim piatu karena orangtuanya dibunuh oleh manusia.

Kedua wanita tersebut,  di dua negara yang berbeda, masing-masing mendirikan tempat karantina untuk anak-anak Gajah dan Orang Utan. Di bantu oleh orang-orang lokal yang juga sangat peduli dengan anak-anak hewan tersebut. Mereka merawat anak-anak hewan tersebut dengan kasih sayang dan penuh perhatian. Anak-anak itu diperlakukan seperti anak-anak / bayi manusia, tapi juga dibiarkan tetap liar dan dididik mandiri agar bisa survive bila suatu hari nanti dilepas kembali ke hutan.

Filmnya bagus sekali, sangat mengharukan tapi juga inspiratif serta mendidik untuk di tonton anak-anak. Laras saja sangat menikmati filmnya, bahkan sering bertanya tentang adegan-adegan yang ada di film itu. Ada adegan satu bayi Orang Utan yang dimandikan, dipakaikan popok dan dikeloni tidur oleh sang perawat seperti layaknya bayi manusia. Saat melihat adegan itu Laras heran sekali, saya pun menjelaskan kalau bayi Orang Utan itu pun perlu di sayang seperti Laras waktu bayi :). Begitu juga waktu lihat anak-anak gajah minum susu dari botol dot raksasa hehehe.

So, untuk Mommies yang ingin mengajak anak-anaknya nonton film, disarankan sekali untuk nonton film ini. Saya jamin, anak-anaknya akan suka sekali, kita sebagai orang tua pun juga :). Film ini juga dialihsuara ke dalam bahasa Indonesia, jadi untuk anak-anak yang gak jago ber-casciscus dalam bahasa Inggris nggak usah kuatir hehehe.

Jadwal pertunjukan film ini di teater IMAX Keong Mas adalah setiap hari, setiap jam 9.00, 11.00, 15.00 WIB. Harga tiket masuk teaternya adalah Rp30.000 dan Rp50.000 untuk VIP. O, ya, untuk yang belum pernah nonton di Keong Mas, jangan dibandingkan seperti nonton di bioskop ya. Karena interiornya belum modern seperti bioskop masa kini, jadi tempat duduknya pun nggak empuk-empuk amat. Tapi cukup nyaman kok, ada AC dan layarnya pun besar sekali.

Selamat menonton, ya :)


12 Comments - Write a Comment

  1. Pingback: Anonymous

  2. Wow Keong Mas….
    Kangen banget jadinya…
    Terakhir ke situ pas jaman SD sama temen2 SD dlm rangka study tour…
    Klo Danny-boy dah gedean dikit, wajib diajak kesini nie :)
    Moga2 ke depannya makin byk film2 dokumenter yg bagus u/ anak yg diputer secara konsisten di Keong Mas…
    Bagus u/ mendidik anak bangsa :)

    TFS…

    1. keong mas emang jd tempat wajib buat study tour anak sekolah yaaa..
      inget banget waktu jaman SD dulu, nonton film dokumenter di keong mas ttg alam indonesia, pas gambar di ambil dari atas, kita jd berasa terbang..asiiik deh hehehe

      Iya..setuju kalo banyak film dokumenter untuk anak & keluarga yang di puter di keong mas. Dan lebih baik juga, untuk harga yang mahal *mnrt saya* diimbangi jg dengan pemeliharaan yang bagus jg :)

Post Comment