Pil Kontrasepsi Yaz

Akhirnya, saya mencoba yang namanya Pil Kontrasepsi. Dari dulu mau coba tapi malas konsultasi ke dokter. Memang, sih, sebenarnya bisa langsung beli saja ke apotek, tapi rasanya kurang mantap kalau belum konsultasi dulu. Nah, akhir tahun kemarin pas pap smear, sekalian, deh, tanya-tanya sama obgyn. Dikasih rekomendasinya, sih, pil Yasmin. Tapi saya bingung karena jumlah pil dalam 1 strip itu hanya 24 buah. Ternyata, memang ada jeda 4 hari ketika kita sedang menstruasi di mana kita tidak perlu mengonsumsi pil tersebut. Wah, kan bingung, ya, harus mencatat 4 harinya mulai dari kapan dan selesai kapan. Setelah konsultasi dengan teman yang sudah lama memakai Yaz, akhirnya saya memutuskan untuk pindah ke Yaz saja karena lebih simple. Jadi saat 4 hari yang kita harus jeda itu sama Yaz diisi dengan pil kosong. O, ya, saya belinya di Century seharga Rp 180,000.

Awalnya memang sempat mikir sepertinya ribet kalau pakai pil KB. Harus diminum pada jam yang sama setiap harinya, kalau lupa bagaimana? Nah, solusinya, sih, saya set ‘everyday’ alarm di iPhone setiap pukul 8 malam. Lalu pilnya juga saya taruh di tas makeup yang memang setiap hari saya bawa dalam tas. Sejauh ini sih belum pernah kelupaan, ya.

Oh, trus ada juga yang takut karena katanya pil KB bikin gendut! Nah, kalau ini saya nggak percaya. Kalau bikin hasrat ingin makan bertambah, masih mungkin. Tapi kan itu juga tergantung apakah kita makannya jadi banyak atau tidak. Kalau pola makan dan aktivitas kita seperti biasa, sih, harusnya tidak akan berpengaruh, ya.

Efek lain yang saya rasakan adalah menstruasi jadi lebih teratur dan tidak terasa ada tanda-tanda PMS menyerang. Memang katanya Yaz ini bagaikan obat jitu untuk menghantam PMS. Tapi nih, ada satu yang mengkhawatirkan saya. Saya baru saja menemukan banyak artikel yang memaparkan tentang penelitian independen bahwa pil Yaz ini berisiko menghambat pembuluh darah dan memacu pengentalan darah. Waduh, kok serem?

Mommies di sini bagaimana? Ada yang mengkonsumsi pil ini atau sudah pernah konsultasi ke dokter? So far pengalamannya bagaimana? Share, yuk!

 

pic dokter dari sini